Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Epistemologi Bayani, Irfani dan Burhani dalam Filsafat Pendidikan Islam Marjuki, Sulton Nur Falaq; Nada, Zakiya Qothrun; Haq, Muhammad Izul; El-Yunusi, Muhammad Yusron Maulana
DINAMIKA : Jurnal Kajian Pendidikan dan Keislaman Vol. 9 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Islamic Faculty of KH. A. Wahab Hasbullah University, Jombang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/dinamika.v9i1.4190

Abstract

Bayani's epistemological concept also emphasizes understanding texts and traditions, with the Koran and hadith as the main sources of knowledge. Irfani focuses on discovering the mystical aspects of knowledge and personal experience, while Burhani emphasizes rationality and logical reasoning, providing inspiration for the concept of this type of Islamic education, while Bayani and Irfani into the overall process and approach. Burhani elements examine This integration provides students with the benefit of a comprehensive and in-depth understanding of Islam while fostering the development of critical and analytical thinking skills. The importance of these concepts is that Islamic education requires a holistic approach that includes elements of Bayani, Irfani and Burhani in the learning process. This integration allows students to simultaneously gain a comprehensive and in-depth understanding of Islam and foster the development of critical and analytical thinking skills. This article makes an important contribution to understanding the theory and practice of Islamic education through the study of fundamental epistemological concepts. The practical implications of this research will help develop more effective curricula and teaching methods in the context of Islamic education. Keywords: Education, Epistemologi, Islam   Abstrak Konsep epistemologis Bayani juga menekankan pada pemahaman teks dan tradisi, dengan al-Qur'an dan hadis sebagai sumber utama ilmu pengetahuan. Irfani berfokus pada penemuan aspek mistik pengetahuan dan pengalaman pribadi, sedangkan Burhani menekankan pada rasionalitas dan penalaran logis, memberikan inspirasi bagi konsep pendidikan Islam jenis ini, sedangkan Bayani dan Irfani ke dalam keseluruhan proses dan pendekatan. unsur Burhani memeriksa Integrasi ini memberikan siswa manfaat pemahaman Islam yang komprehensif dan mendalam sekaligus menumbuhkan pengembangan keterampilan berpikir kritis dan analitis. Pentingnya konsep-konsep tersebut Pendidikan Islam memerlukan pendekatan holistik yang memasukkan unsur Bayani, Irfani dan Burhani dalam proses pembelajaran. Integrasi ini memungkinkan siswa secara bersamaan memperoleh pemahaman Islam yang komprehensif dan mendalam serta menumbuhkan pengembangan kemampuan berpikir kritis dan analitis.Artikel ini memberikan kontribusi penting dalam memahami teori dan praktik pendidikan Islam melalui kajian konsep-konsep epistemologis mendasar. Implikasi praktis dari penelitian ini akan membantu mengembangkan kurikulum dan metode pengajaran yang lebih efektif dalam konteks pendidikan Islam. Kata Kunci: Pendidikan, Epistemologi, Islam
Internalisasi Religiusitas dan Kedisiplinan Siswa SMA Al-Islam Krian Melalui Pembiasaan Sholat Dhuha Shodiq, Mohammad Fajar; Niswatin, Khoirun; Nada, Zakiya Qothrun; Widodo, Antok; Musonawawi, Muhammad; Majid, Amir Bandar Abdul; Bukhori, Mohammad
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss1.2455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses internalisasi religiusitas dan kedisiplinan siswa SMA Al-Islam Krian melalui pembiasaan sholat dhuha. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan secara langsung di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan sholat dhuha yang dilaksanakan secara rutin setiap hari dengan jadwal yang konsisten, alur kegiatan yang terstruktur, serta keteladanan guru sebagai imam berperan penting dalam menanamkan nilai religius dan membentuk sikap disiplin siswa. Internalisasi nilai tersebut tercermin dalam sikap ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, ketertiban selama kegiatan dan tanggung jawab siswa dalam menjalankan kewajibannya. Faktor pendukung keberhasilan program meliputi keteladanan guru, penjadwalan yang teratur, dan lingkungan sekolah yang religius. Sementara faktor penghambat berasal dari rendahnya kesadaran sebagian siswa yang belum terbiasa melaksanakan sholat dhuha secara rutin. Dengan pendampingan dan pengawasan yang berkelanjutan, pembiasaan sholat dhuha terbukti efektif sebagai strategi pendidikan karakter dalam mengintegrasikan nilai religiusitas dan kedisiplinan siswa.