Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan tentang Gaya Hidup Sehat pada Wanita Usia Subur dalam Mencegah Mioma Heni Purwati; Zoelanda Pradita Putri
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i2.123

Abstract

Miom atau mioma uteri merupakan tumor jinak pada otot rahim yang banyak dijumpai pada perempuan usia reproduksi. Kondisi ini dapat tidak bergejala, namun pada sebagian perempuan dapat menimbulkan keluhan berupa perdarahan menstruasi berlebih, nyeri panggul, anemia, gangguan kesuburan, dan masalah kehamilan. Rendahnya pengetahuan wanita usia subur tentang faktor risiko, tanda gejala, gaya hidup sehat, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi dapat menyebabkan keterlambatan deteksi dan penanganan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan wanita usia subur tentang gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini miom di Desa Gebang Malang Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Metode kegiatan berupa penyuluhan kesehatan dengan ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, media leaflet, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Sasaran kegiatan adalah wanita usia subur sebanyak 45 reponden. Materi edukasi meliputi pengertian miom, faktor risiko, tanda gejala, dampak miom, prinsip gaya hidup sehat, pola makan gizi seimbang, aktivitas fisik, pengelolaan berat badan, istirahat cukup, penghindaran rokok, dan pemeriksaan kesehatan berkala. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah edukasi, ditandai dengan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 20 responden (44,4%) menjadi 36 responden (80%). Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai sign. 0,000 < α 0,05 artinya terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi berbasis komunitas dapat meningkatkan pemahaman wanita usia subur dalam menerapkan gaya hidup sehat dan mengenali tanda bahaya miom sejak dini.
ANALYSIS OF FACTOR ASSOCIATED WITH UTERINE MYOMA INCIDENCE AT BHAYANGKARA HOSPITAL KEDIRI Heni Purwati
International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS) Vol. 10 No. 2 (2026): VOLUME 10 ISSUE 2 AUGUST 2026
Publisher : Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2026/Vol10/Iss2/852

Abstract

Uterine myoma is a common benign tumor of the uterus in women of reproductive age and is frequently diagnosed in advanced stages when the tumor has reached a considerable size. This study aimed to analyze the dominant factor associated with uterine myoma incidence based on age, parity, and occupation among patients at Bhayangkara Hospital Kediri in 2025. This quantitative study used a cross-sectional design involving 92 medical records selected through purposive sampling. Data were analyzed using Chi-Square test and simple logistic regression. The results showed that most respondents were aged >35 years (88%), multiparous (79.3%), and housewives (59.8%). The Chi-Square test indicated a significant relationship between age and uterine myoma incidence (p = 0.000). Logistic regression analysis revealed that age >35 years was the dominant factor influencing uterine myoma incidence with an odds ratio (OR) of 124.5 (p = 0.000), while parity (p = 0.312) and occupation (p = 0.487) were not statistically significant. In conclusion, age is the most dominant factor associated with uterine myoma incidence, while parity and occupation are not significant predictors. Early screening for women aged over 35 years is strongly recommended