Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Spesialisasi Profesi Apoteker Untuk Optimalisasi Pharmaceutical Care Dalam Pendidikan Apoteker Advanced Practice Prasetyawan, Fendy; Saristiana, Yuneka; Fadel, Muhammad Nurul; Besan, Ema Jayanti; Ardianto, Nanda; Zahra, Ilhawa
SEARCH: Science Education Research Journal Vol. 2 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/search.v2i2.1342

Abstract

Abstract Penelitian ini membahas pengembangan profesi apoteker di Indonesia menjadi Apoteker Spesialis dan Advanced Practice. Inisiatif ini dilaksanakan oleh Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI), Kolegium Ilmu Farmasi Indonesia (KIFI), dan perguruan tinggi, dengan mengacu pada model pengembangan yang dirumuskan oleh International Pharmaceutical Federation (FIP). Proses ini mengadopsi dan mengadaptasi standar internasional untuk disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lokal di Indonesia. Melalui pendekatan "adopt and adapt," mekanisme Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) diintegrasikan dalam sistem registrasi online yang diperkenalkan oleh KIFI, mempermudah proses pendaftaran dan administrasi program pengembangan profesi. Penyesuaian kurikulum, metode pengajaran, dan sistem evaluasi dilakukan untuk menjamin relevansi dan kualitas pendidikan yang diberikan. Pengakuan internasional terhadap kompetensi apoteker Indonesia tidak hanya meningkatkan daya saing tenaga kerja tetapi juga membuka peluang kolaborasi internasional dan peningkatan kualitas layanan kesehatan. Inisiatif ini berdampak signifikan pada sistem kesehatan nasional dengan meningkatkan kompetensi apoteker dalam berbagai peminatan spesialis, termasuk farmasi nuklir, farmasi interna, farmasi neonatus dan anak, farmasi intensif, dan farmasi onkologi. KIFI bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa program pendidikan dan sertifikasi yang diselenggarakan memenuhi standar nasional dan internasional. Pengembangan ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan praktik farmasi, memastikan apoteker siap menghadapi tantangan kesehatan masa depan, dan memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional. Dengan kolaborasi yang erat antara semua pemangku kepentingan, Indonesia dapat mencetak apoteker yang kompeten, profesional, dan siap berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat serta penguatan sistem kesehatan nasional.
Forensic Pharmacy Case Study: Identification of Hazardous Mercury Content as a Whitening Agent in Beauty Cream Products Ardianto, Nanda; Prasetyawan, Fendy; Saristiana, Yuneka; Muslikh, Faisal Akhmal; Mildawati, Ratna; Dhafin, Anis Akhwan; Arifin, Candra; Rofiq, Abd
International Journal of Contemporary Sciences (IJCS) Vol. 1 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijcs.v1i2.7594

Abstract

Forensic pharmacy is crucial in identifying hazardous substances like mercury in beauty products. Counterfeit items with mercury pose health risks, emphasizing the need for accurate identification methods. The research, employing content analysis, focuses on illegal cosmetics containing mercury, aiming to understand distribution patterns and assess associated health risks. This systematic approach provides valuable insights into public health issues, contributing to safer regulatory practices. The utilization of these products may pose serious health risks to consumers. The implicated products include Temulawak New Day & Night, CAC Glow, Natural 99, HN (Day & Night), SP Special UV Whitening, Dr Original Pemutih, Super DR Quality Gold SPF 30, Diamond Cream, Herbal Plus New Day & Night, Ling Zhi Day & Night, Sj Sin Jung, Tabita, and Krim Labella. In Indonesia, the use of mercury in cosmetic products is prohibited by legislation, such as Law Number 32 of 2009 on Environmental Protection and Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 81 of 2016 on the Security of Industrial Chemicals. Additionally, BPOM, responsible for overseeing drugs, food, and cosmetics, has issued relevant regulations