Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN KURIKULUM MERDEKA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Femia Rizky; Syerli Nitami; Ermita; Fifin Wildanah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2015

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan sebuah inovasi dalam sistem pendidikan Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran melalui pendekatan yang lebih adaptif, kontekstual, dan berpusat pada kebutuhan siswa. Kurikulum ini menawarkan fleksibilitas bagi satuan pendidikan dan guru dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik, potensi, dan minat peserta didik. Dengan demikian, proses belajar menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan nyata siswa. Salah satu keunggulan Kurikulum Merdeka adalah penekanan pada pembentukan karakter dan penguatan keterampilan abad ke-21 melalui proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila. Kurikulum ini juga mendorong pendekatan diferensiasi, di mana guru dapat menyesuaikan materi, proses, dan produk pembelajaran berdasarkan kesiapan dan gaya belajar siswa. Pendekatan ini dinilai mampu mendorong partisipasi aktif peserta didik dan meningkatkan hasil belajar secara menyeluruh. Penelitian ini dilakukan melalui metode studi literatur, dengan menelaah berbagai teori, hasil penelitian terdahulu, serta referensi pustaka terkait implementasi Kurikulum Merdeka. Berdasarkan hasil kajian, Kurikulum Merdeka memiliki potensi besar dalam memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya dalam menciptakan pembelajaran yang inklusif, kreatif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi. Namun, pelaksanaan Kurikulum Merdeka masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan fasilitas dan infrastruktur, belum meratanya pelatihan guru, serta ketimpangan akses teknologi, terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, sekolah, pendidik, dan masyarakat sangat penting untuk mengatasi hambatan tersebut. Dengan dukungan yang optimal, Kurikulum Merdeka diharapkan mampu menciptakan sistem pendidikan yang lebih humanis, kontekstual, dan mampu mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
EFEKTIVITAS SIMULASI EVAKUASI DALAM MITIGASI RISIKO GEMPA DAN TSUNAMI: ANALISIS PARTISIPASI MASYARAKAT DAN KESIAPSIAGAAN BPBD KOTA PADANG TAHUN 2025 Dinda Ariyani; Elsha Destria Metta; Femia Rizky; Alfikri Pratama; Andreki Ariesta; Davin Malik Alfaruqi; Tia Ayu Ningrum
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/nxv9c975

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami, sehingga upaya mitigasi risiko menjadi sangat penting, terutama di wilayah pesisir seperti Kota Padang. Salah satu strategi mitigasi nonstruktural yang banyak diterapkan adalah simulasi evakuasi, yang bertujuan melatih masyarakat dalam menghadapi situasi darurat serta meningkatkan kesiapsiagaan lembaga penanggulangan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk efektivitas efektivitas simulasi evakuasi dalam mitigasi risiko gempa dan tsunami dengan meninjau partisipasi masyarakat serta kesiapsiagaan BPBD Kota Padang. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai dokumen, laporan resmi, peraturan, dan publikasi ilmiah terkait simulasi mengungkapkan dan manajemen risiko bencana. Hasil kajian menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakat dan kesiapsiagaan BPBD secara bersamaan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas simulasi, di mana keterlibatan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi latihan berkontribusi pada peningkatan pemahaman risiko dan kemampuan tanggap darurat, sedangkan kesiapsiagaan BPBD menentukan kelancaran dan keinginan pelaksanaan simulasi. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya penerapan pendekatan inklusif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, pemanfaatan teknologi pencegahan dini, serta evaluasi berkelanjutan yang terintegrasi dengan kebijakan perencanaan mitigasi bencana. Penelitian ini juga menunjukkan perlunya studi lapangan lebih lanjut untuk mengukur dampak nyata simulasi terhadap kesiapsiagaan secara kuantitatif masyarakat.