Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GREEN E-COMMERCE, KESADARAN KONSUMEN MUSLIM PADA PRODUK RAMAH LINGKUNGAN Hawa Gazani; Andini Maulidya; Karimatul Amaliyah; Najmi Maulita Amaliya; Noer Cahya Khoirony; M. Firdaus Tri Kuncoro; Julia Eka Firmanda
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 9 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi September
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/m47adm21

Abstract

Perkembangan e-commerce tidak hanya membawa kemudahan dalam aktivitas jual-beli, tetapi juga mendorong munculnya tren konsumsi yang lebih berkelanjutan. Salah satu tren yang berkembang adalah green e-commerce, yaitu praktik perdagangan elektronik yang berorientasi pada produk ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesadaran konsumen Muslim terhadap produk ramah lingkungan dalam konteks e-commerce. Kesadaran ini dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam yang menekankan tanggung jawab terhadap lingkungan (khalifah fil ardh) serta konsep keberlanjutan dalam konsumsi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi literatur dan analisis berita terkait praktik green e-commerce di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesadaran masyarakat muslim di Indonesia terhadap produk ramah lingkungan dalam green e-commerce menunjukkan peningkatan yang signifikan seiring dengan berkembangnya edukasi dan informasi tentang keberlanjutan dan nilai-nilai agama Islam yang mendukung pelestarian lingkungan.. Artinya, kesadaran dan pengetahuan lingkungan yang dipupuk oleh nilai-nilai agama Islam dapat meningkatkan sikap positif terhadap produk ramah lingkung. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pemasaran hijau berbasis nilai-nilai Islam, serta menjadi acuan bagi pelaku usaha e-commerce dalam menghadirkan produk yang lebih ramah lingkungan.
TREN PRODUK KOSMETIK HALAL STUDI PENENTUAN PEMILIHAN PADA GENERASI Z Karimatul Amaliyah; Andini Maulidya; Noer Cahya Khoirony; M Firdaus Tri Kuncoro; Lailatul Maghfiroh
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/tgqbyj81

Abstract

Industri kosmetik halal di Indonesia berkembang pesat seiring meningkatnya kesadaran terhadap produk yang sesuai prinsip syariah, etika, dan keberlanjutan. Tren ini semakin kuat di kalangan Generasi Z yang bersifat digital, kritis, dan peduli pada nilai spiritual serta sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren produk kosmetik halal studi penentuan pemilihan pada generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi literatur, penelitian ini mengkaji tren dan elemen-elemen penentu perilaku konsumen dalam konteks kosmetik halal. Hasil kajian menunjukkan bahwa keputusan Generasi Z dipengaruhi oleh aspek religius, nilai etika, keberlanjutan, dan kepercayaan merek, sementara sertifikasi halal, media sosial, dan influencer memperkuat minat beli. Kosmetik halal dipandang sebagai bagian dari gaya hidup modern yang menggabungkan nilai spiritual dan kepedulian lingkungan. Temuan ini mendukung relevansi model Extended Theory of Planned Behavior dengan tambahan variabel digital engagement dan sustainability value. Tambahan: Selain itu, perkembangan teknologi digital semakin memudahkan Generasi Z dalam melakukan pencarian informasi, membandingkan produk, dan menilai kredibilitas suatu brand sebelum memutuskan pembelian. Preferensi mereka juga dipengaruhi oleh kampanye pemasaran yang transparan, inovasi formulasi yang aman, serta komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan. Generasi Z cenderung memilih produk yang tidak hanya halal, tetapi juga ramah lingkungan, cruelty-free, serta memiliki nilai sosial yang jelas. Peningkatan produksi kosmetik halal oleh brand lokal turut memperluas pilihan dan memperkuat rasa bangga konsumen terhadap produk dalam negeri. Hal ini menunjukkan bahwa tren kosmetik halal tidak hanya bersifat religius, tetapi juga dipicu oleh perpaduan antara nilai modernitas, kesadaran etis, dan literasi digital yang semakin matang.