Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA ADIKSI INTERNET DENGAN INSOMNIA PADA MAHASISWA UNIVERSITAS TARUMANAGARA YANG BUKAN FAKULTAS KEDOKTERAN SELAMA PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ) DI ERA COVID-19 Ningrum, Leny Sulistia; Wati, Djung Lilya
Ebers Papyrus Vol. 27 No. 2 (2021): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v27i2.16122

Abstract

Latar Belakang: Kecanduan internet secara umum dikenal sebagai “kecanduan teknologi”. Kecanduan internet dicirikan oleh keasyikan yang berlebihan atau tidak terkontrol dengan baik, kompulsi atau perilaku terkait penggunaan komputer dan akses internet yang dapat menyebabkan gangguan atau kesusahan. Di masa pandemi COVID-19 yang mengharuskan adanya pembatasan sosial, banyak siswa yang harus melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Keharusan penggunaan internet dengan durasi yang lebih lama untuk pembelajaran online selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) dilakukan di era covid-19 yang mungkin tidak disadari yang dapat mengakibatkan kecanduan internet pada siswa. Banyak masalah yang dapat ditimbulkan oleh seseorang yang kecanduan internet, salah satunya adalah kurang tidur sehingga menyebabkan gangguan tidur.Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kecanduan internet dengan kejadian insomnia pada mahasiswa non fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara era Covid-19 selama pembelajaran jarak jauh (PJJ).Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan cross sectional test dengan melakukan penilaian kecanduan internet menggunakan kuesioner IAT (Internet Addiction Test) dan penilaian insomnia menggunakan ISI (Insomnia Saverity Index), sampel diambil secara consecutive sampling, kemudian uji chi-square dilakukan. Dari 168 responden mahasiswa ditemukan 84,5% responden mengalami kecanduan internet dan 15,5% tidak mengalami kecanduan internet. Ditemukan 70,2% responden mahasiswa mengalami insomnia dan 29,8% tidak mengalami insomnia.Hasil: Berdasarkan uji statistik didapatkan nilai p-value 0,001 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan internet dengan kejadian insomnia pada mahasiswa Universitas Tarumanagara yang bukan fakultas kedokteran.
COMMUNITY DIAGNOSIS ACTIVITIES TO REDUCE THE NUMBER OF DIABETES MELLITUS CASES IN KAMPUNG MELAYU TIMUR VILLAGE, RT 03/RW 11, WORKING AREA OF TELUKNAGA COMMUNITY HEALTH CENTER, TELUKNAGA DISTRICT, TANGERANG REGENCY, BANTEN PROVINCE PERIOD: JULY 14 – AUGUST 15, 2025 Ningrum, Leny Sulistia; Makmur, Shania; Felda, Felda; Jonathan, Jonathan; Surjadi, Tom
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54579

Abstract

Di Indonesia, beban diabetes melitus terus mengalami peningkatan, khususnya di tingkat komunitas, di mana rendahnya tingkat pengetahuan, perilaku gaya hidup yang tidak sehat, serta pengelolaan penyakit yang belum optimal berkontribusi terhadap buruknya kontrol glikemik. Kegiatan diagnosis komunitas dan intervensi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor mendasar yang berkontribusi terhadap meningkatnya jumlah kasus diabetes melitus di Desa Kampung Melayu Timur RT 03/RW 11, wilayah kerja Puskesmas Teluknaga, serta mengevaluasi efektivitas pendidikan kesehatan berbasis komunitas dalam meningkatkan pengetahuan terkait pencegahan dan pengelolaan diabetes melitus. Kegiatan dilaksanakan pada periode 14 Juli hingga 15 Agustus 2025 dengan menggunakan pendekatan diagnosis komunitas berdasarkan Paradigma Blum. Penentuan prioritas masalah dilakukan menggunakan metode USG dan teknik Delphi, sedangkan analisis akar masalah dilakukan dengan menggunakan diagram fishbone dan metode 5 Whys. Intervensi yang diberikan meliputi penyuluhan kesehatan mengenai diabetes melitus, konseling pola makan sehat dan aktivitas fisik, serta edukasi mengenai modifikasi gaya hidup untuk mendukung pengendalian kadar glukosa darah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat yang bermakna setelah intervensi, yang mengindikasikan bahwa program pendidikan kesehatan yang terstruktur dapat berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan mendorong perilaku hidup sehat guna mendukung pencegahan dan pengendalian diabetes melitus di tingkat komunitas.