Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH PERSEPSI PENGETAHUAN AKUNTANSI DAN PENGHARGAAN FINANSIAL TERHADAP MINAT MAHASISWA PROGRAM STUDI AKUNTANSI UNTUK BERKARIR DI BIDANG AKUNTAN PUBLIK Br. Ginting, Chris Dayanti
JURNAL NERACA Vol 4 No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : LPPM UNIVERSITAS AUDI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62611/jnr.v4i2.322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi pengetahuan akuntansi dan penghargaan finansial terhadap minat mahasiswa program studi akuntansi untuk berkarir di bidang akuntan publik. Minat berkarir sebagai akuntan publik menjadi salah satu indikator penting dalam ketersediaan tenaga profesional di industri akuntansi, khususnya pada bidang akuntansi publik. Persepsi mahasiswa terhadap pengetahuan yang dimiliki serta harapan akan penghargaan finansial diduga menjadi faktor penting dalam menentukan minat tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei kuesioner kepada mahasiswa program studi akuntansi di berbagai universitas di Indonesia. Analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kedua variabel independen terhadap minat berkarir mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik persepsi pengetahuan akuntansi maupun penghargaan finansial memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap minat mahasiswa untuk berkarir sebagai akuntan publik. Rekomendasi penelitian ini adalah agar perguruan tinggi lebih meningkatkan kualitas pendidikan akuntansi dan memberikan informasi yang jelas mengenai prospek karir dan penghargaan finansial di bidang akuntan publik.
Tinjauan Literatur Tentang Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Nura, Yurmila Maria; Fahrani Adisa; St Rahma Aminuddin; Nur Asifa; Br. Ginting, Chris Dayanti
Journal of Accounting, Economics, and Business Education Vol. 3 No. 2 (2025): VOL 3, NO 2 (2025): JAEBE, NOVEMBER 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to review various literature discussing the effects of organizational culture on employee Performance. Organizational culture refers to the values, beliefs, and norms that guide behavior in the workplace. From the literature review, it was found that a strong, positive, and adaptive organizational culture can enhance employee motivation, loyalty, and productivity. Conversely, a weak organizational culture can lower work motivation and individual achievement. This article emphasizes the importance of management's role in fostering an organizational culture focused on performance, collaboration, and innovation to achieve the company's goals sustainably.
Pemetaan Konseptual Strategi Retensi Karyawan Generasi Z dalam Perspektif Teori Motivasi Yohanis, Aprin aga; Hasni; Nur zazlin; Muhammad Adriansyah; Br. Ginting, Chris Dayanti
Journal of Accounting, Economics, and Business Education Vol. 3 No. 2 (2025): VOL 3, NO 2 (2025): JAEBE, NOVEMBER 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generation Z has become an increasingly significant segment of the workforce, bringing unique characteristics and expectations that differ from previous generations. As a result, organizations must understand the motivational patterns that influence their retention. This study aims to map retention strategies for Generation Z employees through a literature-based approach using several motivation theories, including Maslow’s Hierarchy of Needs, Herzberg’s Two-Factor Theory, Self-Determination Theory, and Expectancy Theory. The findings indicate that Generation Z seeks not only financial compensation but also flexibility, continuous development opportunities, a supportive work environment, and fair and meaningful rewards. The integration of these theories demonstrates that Generation Z’s retention is shaped by the fulfillment of basic needs, intrinsic motivation, psychological needs, and perceptions of fairness and relevance of rewards. This study concludes that effective retention strategies for Generation Z must be holistic and designed to meet their comprehensive needs, enabling organizations to retain young talent more sustainably.
Peran Budaya Organisasi dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi: Analisis Literatur Review Rusly, Riyan; Auliah, Sekar Nurul; Ramadani, Alcia Ramadhani; Ramadhani , Syaumi Faradiba; BR. Ginting, Chris Dayanti
Annusfy : Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 7 (2026): March 2026, Annusfy
Publisher : Jaanur Elbarik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65065/18zsxe93

Abstract

Budaya organisasi merupakan aspek internal yang berperan strategis dalam membentuk perilaku kerja, orientasi nilai, dan arah tindakan kolektif dalam organisasi. Literatur menunjukkan bahwa budaya tidak hanya menjadi identitas simbolik, tetapi juga menjadi sistem nilai yang mampu mendorong kinerja organisasi secara langsung maupun tidak langsung. Artikel ini menyajikan kajian literatur dengan pendekatan integrative review terhadap sejumlah penelitian tahun 2021–2025 yang membahas hubungan antara budaya organisasi dan kinerja pada berbagai konteks, mulai dari sektor privat, publik, pendidikan, proyek konstruksi hingga UMKM. Hasil sintesis menunjukkan tiga pola utama: (1) budaya meningkatkan kinerja melalui penguatan komitmen dan loyalitas; (2) budaya adaptif menjadi enabler bagi transformasi digital dan inovasi; serta (3) budaya kolaboratif memperkuat efektivitas tim dan koordinasi kerja. Selain itu, budaya terbukti menghasilkan implikasi multi-level pada individu, sistem organisasi, dan dinamika tim. Artikel ini menegaskan bahwa penguatan budaya merupakan investasi strategis bagi organisasi modern, bukan sekadar intervensi simbolis. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk memperluas konteks riset dan menguji variabel mediasi seperti engagement dan agility.