Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TANTANGAN DAN PELUANG MANAJEMEN PELATIHAN DI SANGGAR KEGIATAN BELAJAR (SKB) KOTA MEDAN: PERSPEKTIF TENAGA PENDIDIK DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PROGRAM Sani Susanti; Anugrah Setiawan; Fira Aprilia; Miranda Afriza; Wahyu Nur Ihsan; Tari Patunnisa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam meningkatkan keterampilan dan kompetensi masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan dalam mengakses pendidikan formal. Salah satu lembaga yang berperan penting dalam pendidikan nonformal adalah Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), yang menyediakan berbagai program pelatihan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang dalam manajemen pelatihan di SKB Kota Medan dari perspektif tenaga pendidik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta analisis data sekunder dari literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam manajemen pelatihan di SKB meliputi keterbatasan sumber daya manusia, minimnya fasilitas pendukung, keterbatasan anggaran, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Selain itu, rendahnya insentif bagi tenaga pendidik juga menjadi kendala yang mempengaruhi efektivitas program pelatihan. Namun, terdapat berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan, seperti kolaborasi dengan pihak eksternal, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan pasar kerja. Dengan penerapan manajemen pelatihan yang efektif, SKB dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, kompetensi tenaga pendidik, serta daya saing lulusannya di dunia kerja. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat dalam pengelolaan SKB agar lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Analisis Model Pembelajaran Konseptual sebagai Solusi Permasalahan Belajar Anak di Panti Asuhan Mamiyai Al-Ittihadiyah Fira Aprilia; Sani Susanti; Miranda Afriza; Tari Patunnisa; Wahyu Nur Ihsan
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pendidikan banyak sekali permasalahan yang dihadapi, salah satunya adalah kurangnya minat anak untuk menerima pembelajaran. Anak-anak Panti Asuhan Mamiyai memerlukan model pembelajaran yang relevan dan meningkatkan minat belajar mereka. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yang pendekatan yang menekankan sifat nyata yang terbangun secara social, hubungan antara peneliti dan subjek peneliti sangat erat, dan pembentukan penyelidikan nilai karena tekanan situasi. peneliti juga melakukan metode penelitian kualitatif deskriftif dengan model penelitian pengembangan  ADDIE. Penelitian ini akan berlandaskan model ADDIE dalam merancang media pembelajaran yang interaktif. Analisis menunjukkan bahwa masalah minat pembelajaran dipengaruhi oleh factor internal kurangnya kreasi dalam penyampaian materi, diperlukan perancangan materi yang melibatkan metode, model dan media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran
Analysis Of Academic Procrastination And Self-Control In Students Who Switch Academic Work To Other Activities Tari Patunnisa
Journal of Education for Creativity and Innovation Vol. 1 No. 2 (2026): Februari
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Academic procrastination is a prevalent issue among university students and may undermine learning effectiveness, psychological well-being, and academic performance. This study aimed to examine the relationship between self-control and academic procrastination among college students. A quantitative survey design was employed, involving 33 students as the sample. Data were collected using an Academic Procrastination Scale and a Self-Control Scale administered via questionnaire, and were analyzed using correlation and simple linear regression. The results indicated a very weak association between self-control and academic procrastination (R = 0.081; R² = 0.007). The regression model was not statistically significant (p = 0.654), and the partial test also showed no significant effect (t = −0.453 < t-table = 2.039). These findings suggest that self-control was not a significant predictor of academic procrastination in the sampled students, implying that other psychological, environmental, or situational factors may play a more dominant role in shaping procrastination behavior. In conclusion, interventions to reduce academic procrastination should not rely solely on strengthening self-control, but should also consider broader determinants that influence students’ task engagement and learning regulation.
UPAYA PENGENALAN BUDAYA LOKAL MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA ANAK USIA DINI Intan Yudha Prastika; Adis Adela Putri; Tari Patunnisa; Fauzi Kurniawan; Jubaidah Hasibuan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12778

Abstract

This study addresses the limited effectiveness of local culture introduction in early childhood education, where cultural learning is often delivered superficially without integrating local wisdom values. The objective of this research is to describe the implementation of local wisdom-based learning in introducing local culture to early childhood, identify the forms of learning activities used, and examine teachers’ efforts in enhancing children's cultural understanding. This study employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observation of classroom activities, interviews with teachers, and documentation of learning processes in early childhood education settings. The results indicate that local wisdom-based learning can be effectively implemented through various activities such as introducing traditional clothing, traditional games, local songs, storytelling, and the use of culturally relevant learning media. Teachers play a crucial role in designing contextual and engaging learning experiences that align with children's developmental characteristics. Such approaches enable children to understand and appreciate their local culture more meaningfully. Therefore, integrating local wisdom into early childhood learning is an effective strategy to foster cultural awareness, strengthen identity, and cultivate a sense of pride and love for local heritage from an early age.