Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Pola Batik Ikonik Situs Rambut Monte Menggunakan Ased Based Community untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Kreatif Desa Krisik Sulistyo*, Wahyu Djoko; Awaliyah , Siti; Khakim , Fahrul Lukmanul; Hafida, Mellina nur; Maisaroh, Anisa Amalia; Azizah, Rika Safitri Nur
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 6 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i6.21772

Abstract

Desa Krisik yang dikenal dengan kekayaan budayanya, menghadapi tantangan dalam meningkatkan daya saing industri batik lokal. Salah satu cara yang diusulkan adalah inovasi pola batik ikonik berdasarkan situs sejarah Rambut Monte. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan daya saing komunitas batik lokal melalui pendekatan inklusif berbasis Ased Based Community yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Hadirnya potensi besar dari situs Rambut Monte yang belum dimanfaatkan secara optimal dalam pembuatan batik, serta perlunya memberdayakan anak-anak berkebutuhan khusus dalam proses produksi untuk mendukung inklusif sosial. Metode pengabdian yang digunakan adalah pengabdian tindakan partisipatif (Participatory Action Research, PAR) yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Ibu PKK, pengrajin batik, dan anak-anak berkebutuhan khusus. Tahapan pengabdian meliputi identifikasi potensi dan masalah, perancangan pola batik ikonik, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi dan analisis data. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa inovasi pola batik berbasis ikon sejarah Rambut Monte mampu meningkatkan daya tarik dan nilai jual produk batik Desa Krisik. Selain itu, keterlibatan anak-anak berkebutuhan khusus dalam proses produksi memberikan dampak positif terhadap keterampilan mereka dan mengurangi stigma negatif di masyarakat. Program pelatihan dan pendampingan yang dilakukan juga berhasil meningkatkan kualitas produk dan pengetahuan teknis para pengrajin batik. Pentingnya pendekatan inklusif berbasis aset dalam pengembangan industri kreatif lokal. Selain meningkatkan daya saing ekonomi, pendekatan ini juga mendukung pembangunan sosial yang inklusiff dan berkelanjutan. Ke depan, model ini dapat diadaptasi dan diterapkan di komunitas lain untuk mengoptimalkan potensi lokal dan memberdayakan seluruh anggota masyarakat.
Pengaruh Penggunaan Media E-Maginatif  terhadap Critical Thinking Skills dan Personal Learning Journey pada Siswa Kelas X di SMAN 1 Kademangan Safitri Rahmadhani; Awaliyah , Siti; Atok , A. Rosyid Al
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 10 No 4 (2025): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/48rj2688

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakselarasan antara program pendidikan di Indonesia dengan realitas di lapangan.  Program P5 tertuju untuk melahirkan generasi muda yang berbudi mulia, aktif bergotong royong, kreatif, berkebinekaan global, bernalar kritis, dan mandiri. Realitas di lapangan ditemukan bahwa critical thinking skills (CTS) dan personal learning journey (PLJ) siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila masih tergolong rendah dan perlu ditingkatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media e-maginatif terhadap CTS  dan PLJ kelas X SMA. Media e-maginatif merupakan media berupa buku virtual yang memuat teks, gambar, video analisis kasus, dan disertai dengan evaluasi otomatis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif  non-equivalent control group design dengan memanfaatkan instrumen tes dan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu melalui uji n-gain score dan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen yang menggunakan media e-maginatif menunjukkan kemampuan CTS dan PLJ yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang menggunakan buku cetak. Temuan ini membuktikan bahwa penggunan media digital interaktif mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam proses belajar. Kebaharuan penelitian ini terletak pada spesifikasi penerapan media e-maginatif pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi Bhinneka Tunggal Ika untuk siswa kelas X di SMAN 1 Kademangan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kemampuan CTS dan PLJ yang belum pernah dilakukan penelitian yang serupa sebelumnya.  Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam memperkuat kajian efektivitas media digital interaktif terhadap pengembangan keterampilan berpikir kritis dan kemandirian belajar, secara praktis dalam memberikan alternatif media pembelajaran inovatif bagi guru, serta secara kebijakan dalam mendukung implementasi program P5 yang berorientasi pada penguatan karakter dan literasi digital siswa sehingga penelitian ini menawarkan wawasan berharga bagi penelitian mendatang dan pihak terkait.