Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Assistance for the Introduction of Aquatic Sports through Swimkids in Early Childhood Puspodari; Septyaning Lusianti; M. Anis Zawawi; Mokhammad Firdaus; Rendhitya Prima Putra; Nur Ahmad Muharram; Reo Prasetiyo Herpandika; Wing Prasetya Kurniawan; Irwan Setiawan; Rizal Agus Sebastian
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v4i2.2865

Abstract

Water activities (special swimming for those who are proficient) have many benefits. Can be compared, children learn to walk on the floor with children learning to swim directly. The different is that one is on the floor and theother is in the water. Children who learn to walk on the floor only a few motor muscles that move. While swimming all the motor muscles move. This means that children who learn to swim from a young age certainly have better motor skill. Physical improvent is more advanced in children who do not swim. Apart from being physical, swimming also stimulates more sctivr hormone, such as the hormone adrenaline. So that the end result, the level the end result, the level of intelligence can also be high. In development countries preschool aquatic sports progrsm are more focused. Introducing motormodeic aspect for basic swimming skills. Children are not taught to survive indepentently in the water and enjoy the activites they do. Swimming skil can be acquired more readily at the age of 5 years. Although some children younger that 4 years require longer introduction to learn swimming skill. Physically the child will succed in doing swimming movements after the muscle fibers and nerves are mature. The purpose of this community service activity is to share experiences in water activities for children from an early age, that is, between the ages of 1 – 4 years it will be better for children to learn quickly, and avoid the possibility of having an accident drowning in a pool. Through mentoring activities for the introduction of aquatic sports through swimkids in early childhood at the Sumber Alam Dawung Kediri swimming pool, it is hoped that it will be able to improve the quality of physical and mental health of young children, especially in the Kediri environmen
PEMBINAAN USAHA PENGELOLAHAN LIMBAH MEBEL MENJADI BAHAN PELURU OLAHRAGA SUMPITAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI DI MASA COVID – 19 PADA MASYARAKAT DESA BRANGGAHAN KABUPATEN KEDIRI Moh. Nur Kholis; Muhamad Yanuar Rizky; M. Anis Zawawi; Irwan Setiawan; Ruruh Andayani Bekti; M. Akbar Husein A.S; Sugito Sugito; Ivona Varella Putri Arismanda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdikmas
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/abdikmas.v2i1.622

Abstract

Olahraga merupakan kegiatan sehari-hari yang paling penting dalam kehidupan manusia yang melibatkan aktivitas fisik, dengan berolahraga kita dapat menciptakan jasmani dan rohani yang sehat dan kuat. Saat ini bayak olahraga dari luar yang masuk dan populer di Indonesia. Daerah-daerah di Indonesia sering mengadakan perlombaan olahraga tradisional salah satunya yaitu sumpitan. Olahraga sumpitan tidak jauh bebeda dengan olahraga tembak dan olahraga panah. Biasanya untuk sasaran dibuat lingkaran dari kertas atau karton. Kosentrasi merupakan salah satu aspek psikoligi yang penting dalam olahraga sumpitan. Penggunaan kayu sebagai altermatif bahan yang mengurangi terjadinya polusi pada produk industri saat ini sangat berpengaruh terhadap program global warming. Permasalahanya kebanyakan industri kayu atau mebel tidak bisa memanfaatkan sisa atau limbah kayu tersebut. Solusi umum yang mereka gunakan adalah menimbun kayu tersebut dan hanya dijadikan sebagai kayu bakar, bahkan ada pula yang membuangnya begitu saja. Masalah ini juga terjadi di salah satu mebel yang ada di Kabupaten Kediri. Penelitian ini menitik beratkan pada penerapan hasil pemanfaatan limbah kayu industri mebel sebagai bahan “ Anak Sumpit pada Olahraga Sumpitan ’’ hanya pada sisa potongan atau bilahan yang tak berguna ini kami berusaha untuk memanfaatkannya dengan baik sekaligus mengenalkan olahraga tersebut agar lebih populer. Tujuan kegiatan PKM ini yang didahului dengan pengolahan limbah mebel menjadi bahan peluru olahraga sumpitan yang dapat menciptakan bahan mata sumpit yang lebih mudah dan murah sebagai wujud terciptanya sport production atau produksi olahraga yang baru. Abstract Sport is the most important daily activity in human life that involves physical activity, by exercising we can create a healthy and strong body and spirit. Currently, many sports from outside are entering and are popular in Indonesia. The sport of blowpipe is currently often contested in regional sports. The sport of blowpipe is not much different from shooting and arrow sports. Usually for the target a circle is made of paper or cardboard. Concentration is one of the important psychological aspects in blowpipe sport. The use of wood as an alternative environmentally friendly material in industrial products is currently very influential on the anti-global warming program. The problem is that most of the wood or furniture industries cannot take advantage of the wood residue or waste. The general solution they use is to hoard the wood and only use it as firewood, some even throw it away. This problem also occurs in one of the furniture in Kediri Regency. This research focuses on the application of the results of the use of wood waste from the furniture industry as a material for "Children Chopsticks in the Sport of Chopsticks". The purpose of this PKM activity was preceded by the processing of furniture waste into blowpipe sports bullets which could create an easier and cheaper chopstick eye material as a form of creating a new sport production.
Pengaruh Latihan Shooting dengan Bola Bergerak terhadap Ketepatan Shooting pada Pemain Futsal Putri Bhineka Kediri Natael Tiara Adinda Harell Putri Sabethani; Weda; M. Anis Zawawi
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 4 No. 02 (2026): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v4i02.2026_P70-80

Abstract

Penelitian ini menerapkan metodologi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan siklus untuk meningkatkan motivasi belajar dalam pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas III di SDN Betet 3. Studi dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.Pada Siklus I, tingkat motivasi belajar siswa rata-rata mencapai 55,7%, kemudian meningkat signifikan menjadi 73,56% pada Siklus II, menunjukkan kenaikan sebesar 17,86%. Peningkatan ini mencerminkan perubahan positif dalam antusiasme dan minat belajar siswa. Intervensi berupa "permainan jala ikan" dan aktivitas penyegaran yang diterapkan pada Siklus II terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar. Hasil penelitian mendemonstrasikan efektivitas pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. Perbaikan yang dilakukan pada Siklus II berhasil menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif. Penelitian ini mengkonfirmasi manfaat metode PTK dengan pendekatan siklus dan penggunaan "permainan jala ikan" dalam meningkatkan motivasi belajar pada mata pelajaran PJOK. Temuan penelitian menekankan pentingnya pendekatan inovatif dalam proses pembelajaran untuk mencapai hasil belajar yang optimal.
Analisis Kondisi Fisik Atlet PORPROV Pencak Silat Kabupaten Tulungagung Tahun 2025 Muhammad Hafizd Ansori; Irwan Setiawan; M. Anis Zawawi
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 4 No. 02 (2026): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v4i02.2026_P133-144

Abstract

Kondisi fisik merupakan faktor fundamental yang menentukan keberhasilan atlet dalam mencapai prestasi optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau tingkat kondisi fisik atlet tim inti IPSI Kabupaten Tulungagung menuju Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) tahun 2025, dengan fokus pada perguruan Pagar Nusa dan PSHT. Penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan pendekatan survei dan tes. Populasi dalam penelitian melibatkan seluruh tim inti Porprov yang berjumlah 5 atlet dewasa, di mana pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh (total sampling). Instrumen penelitian meliputi tes Push-Up (kekuatan), Sprint 30 meter (kecepatan), Bleep Test (VO2Max/daya tahan), dan Stork Stand (keseimbangan). Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan kondisi fisik atlet secara keseluruhan berada pada kategori Baik Sekali. Secara spesifik, tingkat kekuatan otot lengan berada pada kategori sangat baik (100%), kecepatan pada kategori baik sekali (80%), daya tahan kardiovaskular pada kategori baik (80%), dan keseimbangan pada kategori baik sekali (100%). Dapat disimpulkan bahwa tim inti memiliki kesiapan fisik optimal untuk menghadapi kompetisi
Meningkatkan Minat Belajar Siswa Melalui Penerapan Permainan Tradisional dalam Pembelajaran PJOK Wildan Fauzitama; Agus Cahyo Utomo; M. Anis Zawawi
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 3 No. 04 (2025): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v3i04.2025_P559-568

Abstract

Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia, bersifat fundamental, dan tidak dapat dipisahkan dari keseharian. Keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan lembaga terkait, tetapi juga melibatkan berbagai elemen lain, termasuk peran guru sebagai pendidik dan pengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan permainan tradisional dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) serta menganalisis pengaruhnya terhadap minat belajar siswa. Penggunaan metode permainan tradisional dalam pembelajaran PJOK dapat membantu siswa menjadi lebih aktif dalam proses belajar. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan tradisional memberikan dampak positif terhadap peningkatan keaktifan dan minat belajar siswa dalam mata pelajaran PJOK di SDN Datengan 2 Kediri. Kesimpulan ini didukung oleh adanya peningkatan nilai rata-rata siswa serta persentase ketuntasan belajar dari tahap pra-siklus, siklus I, hingga siklus II. Peningkatan ini terjadi karena permainan tradisional yang diterapkan dalam pembelajaran PJOK mampu membuat siswa lebih aktif dan termotivasi untuk belajar.
Perbedaan Ketepatan Tendangan Penalti Menggunakan Kaki Bagian Dalam dan Punggung Kaki pada Siswa Ekstrakurikuler SMP Pawyatan Daha 1 Kediri Ryan Widhandi; M. Anis Zawawi; Irwan Setiawan
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 3 No. 03 (2025): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v3i04.2025_P559-568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ketepatan tendangan penalti menggunakan kaki bagian dalam dan punggung kaki pada siswa ekstrakurikuler futsal SMP Pawyatan Daha 1 Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu. Sampel berjumlah 30 siswa yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa tes menendang ke gawang berukuran 3×2 meter yang dibagi menjadi sembilan area nilai. Data dianalisis menggunakan uji-t parametrik melalui bantuan software SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor tendangan penalti menggunakan kaki bagian dalam adalah 16,37 dengan simpangan baku 2,456, sedangkan menggunakan punggung kaki adalah 8,70 dengan simpangan baku 3,175. Uji-t menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua teknik. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa teknik kaki bagian dalam lebih efektif dalam menghasilkan ketepatan tendangan penalti dibandingkan teknik punggung kaki. Temuan ini dapat dijadikan dasar dalam pelatihan futsal di sekolah untuk meningkatkan akurasi tendangan peserta didik
Survei Kondisi Fisik Atlet Pencak Silat Pagar Nusa Pac Ngetos Pc Nganjuk Untuk Menghadapi Kejurcab Vi Pagar Nusa Nganjuk Rudi Ahmadi; M. Anis Zawawi; Moh. Nur Kholis; Teguh Budi Susilo
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 3 No. 04 (2025): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v3i04.2025_P559-568

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran penting kebugaran jasmani dalam menunjang prestasi atletik, khususnya pada cabang olahraga pencak silat yang menuntut kondisi fisik optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik atlet Pencak Silat Pagar Nusa PAC Ngetos PC Nganjuk sebagai bagian dari persiapan menghadapi Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Pagar Nusa ke-6 Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian meliputi seluruh atlet pencak silat putra Pagar Nusa PAC Ngetos PC Nganjuk yang berjumlah 30 atlet dengan rentang usia 15–19 tahun, dan seluruh populasi dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes dan pengukuran kebugaran jasmani. Analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk menentukan distribusi persentase dan kategori tingkat kebugaran jasmani atlet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik atlet pencak silat usia 15–19 tahun berada pada dua kategori, yaitu kategori cukup sebesar 80% dan kategori baik sebesar 20%. Tidak ditemukan atlet yang masuk dalam kategori kurang maupun sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kondisi fisik atlet Pencak Silat Pagar Nusa PAC Ngetos PC Nganjuk secara umum berada pada kategori cukup dan baik, sehingga diperlukan program latihan fisik yang lebih terencana dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesiapan atlet dalam menghadapi kompetisi
Analisis Indeks Massa Tubuh dengan Program Makan Bergizi Gratis pada Siswa Sekolah Dasar Kecamatan Tulungagung Rafila Wira Aryona; M. Anis Zawawi; Ruruh Andayani Bekti
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 4 No. 02 (2026): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v4i02.2026_P187-197

Abstract

Status gizi murid SD menjadi determinan krusial mutu SDM karena berkelindan dengan aspek fisik, kognitif, dan prestasi. Merespons hal ini, pemerintah menerapkan kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG). Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain cross-sectional ini bertujuan menguji korelasi antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan program MBG, yang diproyeksikan lewat presensi harian siswa kelas atas SD Negeri di Kecamatan Tulungagung tahun 2026. Menggunakan teknik simple random sampling, terjaring 210 siswa kelas IV–VI sebagai sampel. Data antropometri primer (berat dan tinggi badan) dikonversi menjadi Z-Score IMT/U, sementara data presensi sekunder merekam kontinuitas program. Karena uji Kolmogorov-Smirnov tidak normal, analisis akhir beralih ke non-parametrik Spearman's Rho. Hasil deskriptif menunjukkan mayoritas siswa (66,7%) berstatus gizi normal. Uji inferensial membuktikan adanya hubungan positif yang signifikan antara presensi dan status gizi (r = 0,345; p = 0,000). Walau kekuatannya lemah, tren ini mengonfirmasi bahwa tingginya kehadiran berkorelasi dengan status gizi ideal. Ini mempertegas peran sekolah sebagai wahana intervensi, di mana konsistensi kehadiran memastikan siswa menerima asupan nutrisi berkala
Karakteristik Antorpometrik dan Biomotor dalam Mengidentifikasi Bibit Atlet Taekwondo: Systematic Review Septyaning Lusianti; Puspodari1; Muhammad Yanuar Rizky; Wasis Himawanto; M Anis Zawawi
Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK) Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Talent Identification (TI) is essential to the pursuit of achievement and progress in human development. IT embodies the search and discovery of the most talented individuals who can solve real-world problems. The impact of IT on the advancement of human potential and capital, IT research has implications for individuals and their families, educators and coaches, and stakeholders and policy makers. This systematic review aims to analyze anthropometric factors related to the taekwondo. Methods: The method used is the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). The database was taken from Pubmed/MEDLINE, Scopus, Web of Science, and Embase. 9 articles were analyzed through objectives, topic suitability, sample size, research protocol, results and discussion. Results: The results of this literature review explain that anthropometric and biomotor factors reveal significant insights and limitations. Anthropometric components are important for taekwondo breeding including various physical measurements that significantly affect performance. The main anthropometric components are weight and height, body mass index, body fat percentage, sitting height and arm reach, endomorphic body type and skeletal muscle mass. Comprehensive biomotor components, including muscle strength, muscle endurance, cardiovascular endurance, speed, acceleration, motor coordination and flexibility. Conclusions: These anthropometric and biomotor components are very important for the success of finding potential taekwondo athletes through a holistic approach to their development.
Upaya Peningkatan Ketepatan Shooting Flying Jump Shoot pada Atlet Bolatangan ABTI Kota Kediri melalui Permainan Target Mokhammad Firdaus; M Nurkholis; M. Anis Zawawi; Ardhi Mardiyanto Indra Purnomo
SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Vol. 6 No. 3 (2025): SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/spr.v6i3.937

Abstract

The purpose of this study was to determine the improvement of jumpshoot shooting ability in handball games in ABTI Kediri City athletes. Through this study, it is expected to obtain accurate data on how much jump shoot shooting ability has increased through target games. This research method uses a descriptive statistical approach. The sampling technique used was total sampling, while data collection was carried out by testing jump shoot shooting abilities with target games and measurement tests. From these results, it was concluded that target training has a significant influence on the accuracy of handball athletes' flying shots. To determine the effect of target training, the average and the difference between the post-test and pre-test scores can be seen in the table above. It appears that the post-test score has a higher average than the pre-test score (66.96 > 53.16) with a difference of 13.8. Based on the description above, it shows that target training has an effect in the form of increasing the accuracy of flying shots in ABTI handball athletes in Kediri City. One of the effective shooting techniques for scoring goals in handball is the flying jump shoot. This shooting technique movement is carried out by the player jumping, then shooting or throwing the ball at the goal as hard as possible in order to score a goal. The results of the study concluded that the flying jump shoot is known to have a higher goal percentage than the standing throw shoot technique.