Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik ritual Sholat Taqwiyatul Hifdzi di Madrasah Diniyah (Madin) Annur 1 Putri Bululawang sebagai instrumen penguat daya ingat santri melalui tinjauan neurosains. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Sholat Taqwiyatul Hifdzi bukan sekadar praktik teologis-dogmatis, melainkan sebuah metode "neuro-booster" yang sistematis. Secara neurosains, ritual yang dilakukan pada sepertiga malam terakhir ini menstimulasi transisi gelombang otak ke frekuensi Alpha dan Theta yang mendukung kondisi paling reseptif otak untuk konsolidasi memori. Gerakan sujud yang lama terbukti meningkatkan perfusi darah ke Prefrontal Cortex dan Hippocampus, sementara kondisi khusyuk mampu menekan produksi hormon kortisol serta memicu pelepasan Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF). Hasil riset memvalidasi bahwa integrasi antara transmisi spiritual (sanad) dan latihan neurologis ini efektif memitigasi kurva lupa (forgetting curve) serta meningkatkan stabilitas hafalan dan pemahaman logika (fahm al-kitab) santri. Studi ini merekomendasikan model pembelajaran berbasis neuro-spiritual sebagai inovasi pedagogi di lembaga pendidikan Islam modern.
Copyrights © 2026