Muhammad Farhus Sururi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN NEUROSAINS DAN IBADAH: OPTIMALISASI DAYA INGAT SANTRI MADIN ANNUR 1 PUTRI BULULAWANG MELALUI RITUAL SHOLAT TAQWIYATUL HIFDZI Ni’matul Mukaromah; Abdus Somad; Achmad Zainul Arifin; Muhammad Farhus Sururi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik ritual Sholat Taqwiyatul Hifdzi di Madrasah Diniyah (Madin) Annur 1 Putri Bululawang sebagai instrumen penguat daya ingat santri melalui tinjauan neurosains. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Sholat Taqwiyatul Hifdzi bukan sekadar praktik teologis-dogmatis, melainkan sebuah metode "neuro-booster" yang sistematis. Secara neurosains, ritual yang dilakukan pada sepertiga malam terakhir ini menstimulasi transisi gelombang otak ke frekuensi Alpha dan Theta yang mendukung kondisi paling reseptif otak untuk konsolidasi memori. Gerakan sujud yang lama terbukti meningkatkan perfusi darah ke Prefrontal Cortex dan Hippocampus, sementara kondisi khusyuk mampu menekan produksi hormon kortisol serta memicu pelepasan Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF). Hasil riset memvalidasi bahwa integrasi antara transmisi spiritual (sanad) dan latihan neurologis ini efektif memitigasi kurva lupa (forgetting curve) serta meningkatkan stabilitas hafalan dan pemahaman logika (fahm al-kitab) santri. Studi ini merekomendasikan model pembelajaran berbasis neuro-spiritual sebagai inovasi pedagogi di lembaga pendidikan Islam modern.
Nilai-Nilai Epistemologi Keaswajaan dalam Pembiasaan Khidmah Santri di Pondok Pesantren Mansyaul Ulum Juwairiyah, Juwairiyah; Kurnia Indrianti; Muhammad Farhus Sururi; M. Taufik Rohman
Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/miftahulilmi.v3i1.364

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai epistemologi keaswajaan dalam pembiasaan khidmah santri di Pondok Pesantren Mansyaul Ulum. Tradisi khidmah dipandang bukan sekadar aktivitas sosial, tetapi sebagai jalan epistemologis khas Ahlussunnah wal Jama’ah dalam memperoleh ilmu yang barokah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologis, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengasuh, ustadzah, santri aktif, serta alumni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai keaswajaan seperti tawadhu’, ta’dzim, ikhlas, dan tawazun terinternalisasi melalui sistem khidmah, pembelajaran kitab Ta’lim al-Muta’allim, dan keteladanan pengasuh. Tradisi ini melahirkan karakter santri yang beradab, rendah hati, dan berjiwa pengabdian, sehingga ilmu yang diperoleh tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga membawa keberkahan dan manfaat sosial. Dengan demikian, khidmah menjadi manifestasi nyata epistemologi keaswajaan yang menegaskan bahwa adab dan keikhlasan merupakan fondasi utama dalam memperoleh ilmu sejati.