Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Training on Hand Soap Formulation Using Caesalpinia sappan (Sappanwood) Ambarwati, Nadya; Indriani , Novamei; Vibrianita Nidom, reviany; Marfuatin Nur, Fikria; Jamaluddin Sandhori, Fajar; Purbosari, ira; Rahayu, asti; Wido Mukti, asri; Pramushinta, iak; Rifqi Prasetyawan, Hanif; rismawati
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 6 No 3 (2025): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: This community service aims to increase the capacity of community skills in utilizing local biological resources, especially secang wood (Caesalpinia sappan L.), as an active ingredient in making natural-based handsoap with bioactive compounds such as brazilin, tannins, and flavonoids that have antibacterial, antioxidant, and anti-inflammatory properties, as environmentally friendly hygiene products. The training will be carried out through a theoretical and practical approach, which includes the introduction of the chemical characteristics of sappang wood, active ingredient extraction techniques, natural soap formulation, production process, and equipped with basic materials for product packaging and marketing strategies, especially in the context of micro business development and promotion through digital media. From the results of the community service program about education on Handsoap Making Training Using Secang Wood, it can increase the insight and knowledge of the residents of RT Wage Sidoarjo and can improve the community's economy.
Training on Hand Soap Formulation Using Caesalpinia sappan (Sappanwood) Ambarwati, Nadya; Indriani , Novamei; Vibrianita Nidom, reviany; Marfuatin Nur, Fikria; Jamaluddin Sandhori, Fajar; Purbosari, ira; Rahayu, asti; Wido Mukti, asri; Pramushinta, iak; Rifqi Prasetyawan, Hanif; rismawati
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 6 No 3 (2025): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v6i3.2155

Abstract

: This community service aims to increase the capacity of community skills in utilizing local biological resources, especially secang wood (Caesalpinia sappan L.), as an active ingredient in making natural-based handsoap with bioactive compounds such as brazilin, tannins, and flavonoids that have antibacterial, antioxidant, and anti-inflammatory properties, as environmentally friendly hygiene products. The training will be carried out through a theoretical and practical approach, which includes the introduction of the chemical characteristics of sappang wood, active ingredient extraction techniques, natural soap formulation, production process, and equipped with basic materials for product packaging and marketing strategies, especially in the context of micro business development and promotion through digital media. From the results of the community service program about education on Handsoap Making Training Using Secang Wood, it can increase the insight and knowledge of the residents of RT Wage Sidoarjo and can improve the community's economy.
Studi Penggunaan Obat pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo Berliana, Firnanda; Praseytawan, Hanif Rifqi; Indriani, Novamei; Sari, Dewi Perwito
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 4 No 2 (2025): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v4i2.29275

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, dengan prevalensi yang terus meningkat terutama pada populasi lansia dan perokok. Penatalaksanaan PPOK memerlukan terapi jangka panjang dengan regimen obat yang kompleks, seperti bronkodilator, antiinflamasi, mukolitik dan antibiotik, sehingga meningkatkan risiko terjadinya masalah terkait obat (Drug-Related Problems/DRPs). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola farmakoterapi pada pasien PPOK rawat inap di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif, melalui telaah rekam medis 84 pasien yang dirawat pada periode Januari-Desember 2024. Data yang dikumpulkan mencakup karakteristik demografi pasien, jenis dan pola penggunaan obat, dosis, rute pemberian, frekuensi, lama terapi, serta potensi DRPs. Hasil penelitian menunjukkan golongan bronkodilator yang paling banyak digunakan, yakni salbutamol (10,02%), dan kombinasi salbutamol+ipratropium (13,60%), golongan antiinflamasi paling banyak diberikan metilprednisolon (12,41%), golongan mukolitik paling banyak diberikan N-asetilsistein (9,79%), dan golongan antibiotik paling banyak diberikan levofloksasin (6,44%). Regimen dosis dan lama pemberian diberikan berdasarkan kondisi klinis pasien. Terdapat 32 pasien menerima pergantian antibiotik selama perawatan. DRPs paling dominan berupa interaksi dengan tingkat keparahan moderate pada metilprednisolon-aminofilin (32,7%) dan mayor pada levofloksasin-metilprednisolon (34,7%). Hasil ini menegaskan pentingnya pemantauan terapi untuk mencegah DRPs dan mengoptimalkan hasil klinis pada pasien PPOK.