Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MEMBANGUN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING: PERAN SELF-COMPASSION PADA MAHASISWA RANTAU DI KOTA PEKANBARU Ajra, Nabila Atika; Salmiyati, Salmiyati; Jannah, Putri Miftahul
Persepsi: Jurnal Riset Mahasiswa Psikologi Vol. 3 No. 3 (2024): Persepsi: Jurnal Riset Mahasiswa Psikologi
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Suska Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya permasalahan yang dihadapi mahasiswa rantau akan berdampak negatif terhadap dirinya seperti menarik diri dari lingkungan, putus asa, kesedihan, tujuan hidup terganggu bahkan mengakibatkan proses akademiknya menurun yang dapat mempengarahui kondisi psychological well being. Self compassion diperlukan agar mahasiswa rantau dapat bangkit, bertahan, dan beradaptasi dalam menghadapi tekanan dan situasi yang menantang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara self compassion dengan psychological well being pada mahasiswa rantau di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah subjek 250 orang mahasiswa rantau, yang diperoleh dengan teknik accidental sampling. Data diperoleh dengan menggunakan skala psychological well being Ryff yang diadaptasi oleh Fadhil. dengan hasil koefisien reliabilitas sebesar 0,881 dan skala self compassion dari Neff yang diadaptasi oleh Sugianto, Suwartono dan Sutanto dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,858. Hasil analisis korelasi product moment diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,540 dengan signifikansi (p) 0,000. Artinya, semakin tinggi self compassion maka akan semakin tinggi pula psychological well being, begitu pun sebaliknya semakin rendah self compassion. Dengan demikian, self compassion yang tinggi membuat mahasiswa rantau lebih memahami sebuah permasalahan sebagai suatu hal yang pasti akan dilalui oleh setiap orang, sehingga memiliki keyakinan yang lebih besar untuk mencapai tujuan dalam proses akademik.
Fear of Missing Out (FoMO) sebagai Prediktor Kecemasan Sosial Pada Remaja Ajra, Nabila Atika; Bestari, Nurhilal; Tohar, Ahmaddin Ahmad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Fear of Missing Out (FoMO) semakin marak terjadi di kalangan remaja seiring meningkatnya penggunaan media sosial. FoMO merupakan perasaan takut tertinggal dari aktivitas atau pengalaman sosial yang dilakukan orang lain, yang dapat memicu munculnya kecemasan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan hubungan antara FoMO dan kecemasan sosial pada remaja melalui kajian literature. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah berbagai hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa FoMO berperan sebagai prediktor signifikan terhadap meningkatnya kecemasan sosial, terutama pada remaja dengan ketergantungan tinggi terhadap media sosial. Kesimpulannya, FoMO tidak hanya berdampak pada perilaku daring, tetapi juga pada kesejahteraan psikologis remaja. Diperlukan intervensi berupa literasi digital, regulasi diri, dan dukungan sosial untuk mengurangi dampak negatifnya.
Shifts in Modern Commitment: The Phenomenon of Fear of Marriage and Childfree from an Evolutionary Psychology Perspective Ajra, Nabila Atika; Desina, Mela; Lestari, Yuliana Intan
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 5 (2025): December 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18052938

Abstract

The phenomena of fear of marriage (gamophobia) and the choice to live a childfree life have become increasingly prominent among younger generations, reflecting a shift in values regarding commitment, marriage, and reproduction. This article aims to analyze these phenomena through the perspective of evolutionary psychology. Using a qualitative literature review approach, this study examines scholarly books and journal articles related to gamophobia, childfree lifestyles, life history theory, and evolutionary mismatch. The findings indicate that fear of marriage can be understood as an adaptive response to the high evolutionary costs of long-term commitment, including perceived threats to autonomy, relational instability, and economic uncertainty. Meanwhile, the decision to remain childfree represents an alternative reproductive strategy when environmental conditions are perceived as unfavorable for parental investment. These results suggest that contemporary attitudes toward marriage and reproduction are not merely a rejection of traditional norms but reflect adaptive psychological strategies in response to modern social and ecological pressures.