Widianto, Ahmad Rhicho
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pelatihan Kemampuan Berani Tampil Melalui Debat dan Unjuk Bakat Bagi Mahasiswa Prodi BK dan PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Noor, Ady Ferdian; Bulkani, Bulkani; Nurbudiyani, Iin; Herman, Herman; Rahmat, Rahmat; Helnayatun, Helnayatun; Yanti, Irma; Widianto, Ahmad Rhicho
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v2i2.9122

Abstract

Tujuan pelatihan yaitu untuk melatih kemampuan berani tampil mahasiswa agar memiliki komunikasi dan kepercayaan diri untuk berinteraksi di depan banyak orang dan dengan masyarakat. Peserta pelatihan adalah mahasiswa prodi BK berjumlah 15 orang dan PGSD berjumlah 41 orang terdiri dari dua kelas, FKIP Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Metode yang digunakan yaitu semua mahasiswa melakukan debat dan kemudian yang nilainya masih kurang maksimal akan melakukan unjuk bakat. Proses debat dimulai dari melakukan diskusi antara dosen dengan mahasiswa untuk memilih dan menentukan tema debat dan tim dengan format debat yang telah dimodifikasi tetapi tetap memakai kelompok pro dan kontra dan mosi mendukung atau menolak. Kemudian menentukan waktu pelaksanaan debat dengan mengundi dari tim yang sudah terbentuk terdiri dari 3-5 orang setiap tim. Setelah debat selesai, kemudian diberikan penjelasan oleh pemateri untuk melanjutkan unjuk bakat bagi mahasiswa yang nilai kurang maksimal dan waktu untuk melihat bakat masing-masing mahasiswa. Temuan pelatihan ini yaitu mahasiswa kurang percaya diri, berani ke maju depan kelas, dan kurang berani berbicara mengungkapkan pemikiran dan hasil pelatihan bahwa mahasiswa mulai percaya diri melalui kemampuan menyampaikan ide pikiran berdasarkan logika di depan orang banyak dan menampilkan bakat. Simpulan yaitu pelatihan debat dan unjuk bakat mampu mengembangkan kemampuan berani tampil, percaya diri, menyampaikan ide pikiran berdasarkan logika, berkomunikasi, dan berinteraksi bagi mahasiswa prodi BK dan PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.
Pelatihan Mengajar Berdampak Melalui Pembelajaran Mata Kuliah Pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar bagi Mahasiswa PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Noor, Ady Ferdian; Haryadi, Haryadi; Solikin, Asep; Bulkani, Bulkani; Sonedi, Sonedi; Mentari, Niken Ayu; Widianto, Ahmad Rhicho
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v3i1.9964

Abstract

Tujuan pelatihan yaitu untuk melatih kompetensi dasar mengajar melalui team teaching (mengajar berkelompok) sehingga mahasiswa mampu memiliki kemampuan mengajar tidak hanya menyenangkan dan bermakna tetapi juga berdampak pada pembentukan karakter sesuai paradigma mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, menguasai teknologi, dan mengontrol situasi siswa dalam kelas berdasarkan tingkatan kelas baik kelas rendah maupun kelas tinggi. Peserta pelatihan adalah mahasiswa prodi PGSD berjumlah 26 orang. Metode pelatihan yaitu mulai dari penentuan kelompok mengajar yang dibagi secara heterogen dan acak menjadi 6 kelompok terdiri dari 4-5 orang mahasiswa, kemudian menentukan nomor urut yang akan tampil selanjutnya tampil sesuai nomor urut yang telah ditentukan bersama. Kelompok mengajar membuat rencana pelaksanaan pembelajaran/Modul ajar sesuai Kurikulum yang akan digunakan, kemudian membuat Power Point, dan membuat media pembelajaran (disesuaikan dengan materi yang akan dibelajarkan). Pelaksanaan di ruang kelas dan laboratorium micro teaching FKIP Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Waktu pelatihan mengajar berdampak yaitu antara 90-120 menit. Temuan pelatihan ini yaitu masih ada kurang percaya diri, memvariasikan nada dan volume suara serta kecepatan berbicara, dan menyampaikan materi sesuai tingkat kelas pada mahasiswa prodi PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Palangkaraya dalam pelatihan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sekolah dasar.
Bimbingan Kelompok Berbasıs Ajaran Utama Keislaman dalam Kitab Maa Laa Yasa'u Muslimu Jahluhu Widianto, Ahmad Rhicho; Farel, Ahmad; Rahmah, Rahmah; Solikin, Asep; Fatchurrahman, M.
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v3i2.11721

Abstract

Salah satu bentuk perintah agama Islam terhadap umatnya yang memeluk agama ini memahami dan mengerti tentang pokok-pokok ajaran islam agar denganya seorang muslim dapat menjalankan agama ini dengan baik dan benar. Oleh karena itu, perlu sebuah kegiatan yang dapat memberikan penmahaman tersebut sehingga pada akhirnya muslim yang baik dapat menjalankan segala perintah tersebut dengan sebaik-baiknya berdasarkan dalil-dalil yang shahih. Kegiatan yang diselenggarakan ini adalah dalam rangka Pengabdian Masyarakat Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) ditujukan untuk Jamaah Masjid Mujahidin kota Palangka Raya. Judul kegiatan ini adalah Bımbıngan Kelompok Berbasıs Ajaran Utama Keıslaman Dalam Kıtab Maa Laa Yasa'u Muslimu Jahluhu. Kitab Maa Laa Yasa'u Muslimu Jahluhu yang secara harfiah dapat diterjemahkan dengan Hal-hal yang judul “Tidak Boleh Tidak Diketahui Seorang Muslim" atau "Ilmu yang Wajib Diketahui Seorang Muslim. Kıtab ini berisi pokok-pokok ajaran Islam yang berkaitan dengan akidah, ibadah, muamalah dan akhlaq. Kewajiban bagi seorang muslim dengan segala konsekwensinya mendorong peneliti untuk menginternalisasikan ajaran-ajaran kitab tersebut dalam kegiatan bimbingan spiritual terhadap jamaah masjid mujahidin. Peneliti meyakini bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sebagai upaya maksimal yang peneliti dedikasikan agar tercapai satu tujuan bahwa seorang muslim yang baik wajib mengetahui dan mengamalkan berbagai hal yang berkaitan dengan agama Islam. Pengetahuan itu adalah berkaitan dengan beberapa hal pokok yang perlu dipelajari, dipahami yang kemudian menjadi dasar untuk implementasi dalam keberagaman pada kehidupannya yang meliputi akidah (keimanan), ibadah, akhlak, dan muamalah (hubungan sesama manusia dan lingkungan) dengan Al-Quran dan Sunnah sebagai dasar dan pedoman beragama.
Student Career Readiness from an Industrial Guidance and Counseling Perspective in Higher Education Nuriani, Dina; Syifahayati, Nor; Farida, Vidya Nur; Rahmawati, Delvia; Widianto, Ahmad Rhicho; Karyanti, Karyanti; Solikin, Asep
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. Spesial-1 (2025): Suluh : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/suluh.v11iSpesial-1.12328

Abstract

Background: The dynamic development of the industrial world requires higher education students to possess adaptive, sustainable career-readiness. Aim: This study aims to describe students' career readiness from the perspective of Industrial Guidance and Counseling and to examine its distribution across respondents' characteristics. Method: The study employed a quantitative, descriptive design. The research subjects consisted of 204 students from the Faculty of Teacher Training and Education. Data were collected using a structured instrument and analyzed using descriptive statistics, including frequencies and percentages. Results and Discussion: The results indicate that the majority of students fall into the moderate and high categories of career readiness, with a very small proportion in the low category. Distribution by gender shows a relatively balanced pattern, suggesting that differences in career readiness are not significantly influenced by gender. These findings suggest that students already possess basic readiness to enter the workforce; however, further strengthening is still needed in aspects of adaptability and career planning. Conclusion: The study concludes by emphasizing the important role of Industrial Guidance and Counseling in optimizing students' career readiness. Recommendations are directed toward developing structured career counseling services and to further research employing more comprehensive variables and research designs.
The Influence of Self-Confidence and Economic Status on Adolescent Career Development in Industrial Career Guidance Widianto, Ahmad Rhicho; Rahmawati, Delvia; Nuriani, Dina; Farida, Vidya Nur; Syifahayati, Nor; Karyanti, Karyanti; Solikin, Asep
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. Spesial-1 (2025): Suluh : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/suluh.v11iSpesial-1.12329

Abstract

Background: The dynamics of industrial development require adolescents to develop strong career-readiness from an early age, including self-confidence and a clear career orientation, as essential capital to face job-market competition. Aim: This study aims to describe levels of self-confidence and career development among adolescents and to examine differences in their distribution by family economic status. Method: The research employed a quantitative, descriptive-observational design, using a cross-sectional survey of adolescents from diverse economic backgrounds. The research instruments consisted of Likert-scale questionnaires to measure levels of self-confidence and career development, as well as demographic data related to family economic status. Results and Discussion: The results indicate that the majority of respondents exhibit moderate to high levels of self-confidence and career development, both overall and across economic status. The discussion emphasizes that psychosocial factors play a more dominant role than economic aspects in supporting career readiness. Conclusion: The study concludes that industrial Career Guidance services should be equitably oriented toward strengthening adolescents' self-confidence and career exploration skills. Further research is recommended to examine relationships among variables using inferential designs and to develop more comprehensive career guidance interventions across various educational settings.
Self-Confidence and Relationship Status in Supporting Work Readiness through Industrial Counseling Farida, Vidya Nur; Nuriani, Dina; Syifahayati, Nor; Widianto, Ahmad Rhicho; Rahmawati, Delvia; Karyanti, Karyanti; Solikin, Asep
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. Spesial-1 (2025): Suluh : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/suluh.v11iSpesial-1.12330

Abstract

Background: Readiness to enter the workforce in a dynamic industrial era is strongly influenced by individuals' psychological conditions, particularly self-confidence as an aspect of self-efficacy. Aim: This study aims to describe the level of self-confidence, the respondents' social relationship status, and to identify the association between these variables in the context of developing work readiness through industrial guidance and counseling. Method: This study employs a quantitative, descriptive design. Results and Discussion: The research subjects comprised 204 respondents, and data were collected using a closed-ended questionnaire on a categorical scale. Data analysis was conducted using descriptive statistics and cross-tabulation to identify patterns of relationships between variables. The results indicate that the majority of respondents have moderate to high self-confidence, with almost none falling into the low category. The respondents' marital status is predominantly unmarried; however, it does not appear to have a significant influence on self-confidence levels. Conclusion: These findings emphasize that strengthening self-confidence can be a primary focus of industrial counseling interventions to support readiness in facing the work environment. This study recommends expanding the range of variables in future research, including motivation, interpersonal skills, and social support, to achieve a more comprehensive understanding of young people's work readiness.
Self-Confidence and Career Development of Students Based on Geographical Background in the Context of Modern Industrial Counseling Rahmawati, Delvia; Rahmawati, Dina; Widianto, Ahmad Rhicho; Syifahayati, Nor; Farida, Vidya Nur; Karyanti, Karyanti; Solikin, Asep
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. Spesial-1 (2025): Suluh : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/suluh.v11iSpesial-1.12331

Abstract

Background: Readiness to enter the workforce in a dynamic industrial era is strongly influenced by individuals' psychological conditions, particularly self-confidence as an aspect of self-efficacy. Aim: This study aims to describe the level of self-confidence, the respondents' social relationship status, and to identify the association between these variables in the context of developing work readiness through industrial guidance and counseling. Method: This study employs a quantitative, descriptive design. Results and Discussion: The research subjects comprised 204 respondents, and data were collected using a closed-ended questionnaire on a categorical scale. Data analysis was conducted using descriptive statistics and cross-tabulation to identify patterns of relationships between variables. The results indicate that the majority of respondents have moderate to high self-confidence, with almost none falling into the low category. The respondents' marital status is predominantly unmarried; however, it does not appear to have a significant influence on self-confidence levels. Conclusion: These findings emphasize that strengthening self-confidence can be a primary focus of industrial counseling interventions to support readiness in facing the work environment. This study recommends expanding the range of variables in future research to include motivation, interpersonal skills, and social support to achieve a more comprehensive understanding of young people's work readiness.
The Impact of Scholarships on Students' Career Development: A Comparative Study in Higher Education Institutions Syifahayati, Nor; Farida, Vidya Nur; Nuriani, Dina; Widianto, Ahmad Rhicho; Rahmawati, Delvia; Karyanti, Karyanti; Solikin, Asep
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. Spesial-1 (2025): Suluh : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/suluh.v11iSpesial-1.12332

Abstract

Background: Higher education plays a crucial role in improving the quality of human resources. However, not all students have equal access to resources, particularly in terms of educational financing. Scholarships serve as one solution to expand access, yet their impact on students' career development has not been widely examined. Aim: This study analyzes the relationship between scholarship status and students' career development. Method: The method employed is a quantitative, comparative design that compares scholarship recipients and non-recipients across career development categories. Results and Discussions: The results indicate that scholarship recipients tend to demonstrate better career development, with the majority falling into the "High" category. In contrast, students who do not receive scholarships are predominantly classified in the "Moderate" category. The discussion highlights that scholarships have a positive impact on career development by reducing financial burdens, thereby enabling students to focus more on competency development. Conclusion: Scholarship status has a significant influence on students' career development, and it is recommended that higher education institutions enhance scholarship programs integrated with career development initiatives.