Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Kebijakan Pengembangan Ekowisata di Kabupaten Bone: Tantangan dan Strategi Berkelanjutan erviandy, erviandy; amrin, awaluddin; Kahar, Abd.; Supriadi, Muh. Fadhil; Risal, Andi Wirawan; Bastini, Faradhiya Jinan
JURNAP : Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 1 (2025): JURNAP : Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan ekowisata berkelanjutan di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, dengan fokus pada aspek aksesibilitas dan fasilitas, partisipasi masyarakat, serta pengelolaan sumber daya alam. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi kebijakan lokal. Informan penelitian terdiri dari pejabat pemerintah daerah, pengelola destinasi ekowisata, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha lokal yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan secara tematik dengan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas dan fasilitas di destinasi ekowisata di Bone masih terbatas, termasuk jalan, transportasi publik, papan informasi, tempat sampah, dan sarana keselamatan. Partisipasi masyarakat lokal bervariasi, dengan beberapa komunitas aktif mengelola destinasi dan program konservasi, sementara komunitas lain masih pasif karena keterbatasan kapasitas dan akses informasi. Pengelolaan sumber daya alam di kawasan mangrove relatif baik, namun beberapa lokasi pantai dan danau mengalami degradasi akibat praktik wisata yang kurang terkontrol. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan integratif yang menggabungkan peningkatan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan konservasi lingkungan untuk mencapai pengembangan ekowisata yang berkelanjutan. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam mengenai dinamika pengelolaan ekowisata di daerah pesisir Indonesia, sekaligus menjadi acuan bagi perumusan strategi kebijakan yang mampu meningkatkan pengalaman wisatawan, memberdayakan masyarakat lokal, dan menjaga kelestarian lingkungan.
Penerapan Sistem Keamanan Lingkungan Cerdas Berbasis Teknologi Supriadi, Supriadi; Purnamawati; Rahmah, Ummiati; Supriadi, Muh. Fadhil; Samad, Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat (AbdiMas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v3i2.10560

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi sistem keamanan lingkungan menuju konsep keamanan cerdas berbasis Internet of Things (IoT) dan Kecerdasan Buatan (AI). Kelurahan Manuruki sebagai salah satu wilayah padat penduduk di Kota Makassar menghadapi tantangan dalam menjaga keamanan lingkungan akibat keterbatasan teknologi dan rendahnya partisipasi masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan menerapkan sistem keamanan lingkungan cerdas berbasis IoT dan AI untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan kesadaran masyarakat terhadap keamanan digital. Metode pelaksanaan meliputi survei kebutuhan, perancangan sistem keamanan berbasis IoT dan AI, pelatihan masyarakat, serta evaluasi hasil implementasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efektivitas keamanan hingga 55%, percepatan respon terhadap insiden, serta meningkatnya partisipasi masyarakat. Penerapan sistem ini terbukti mampu menjadi solusi keamanan lingkungan yang efisien, cerdas, dan berkelanjutan.
Pelatihan Pembuatan Bakpao Aneka Isi pada Remaja Putri di Kelurahan Mangasa, Tamalate, Kota Makassar: Training on Making Steamed Buns with Various Fillings for Young Women in Mangasa Subdistrict, Tamalate, Makassar City SIMAREMARE, PERAWATI; Nuralfiah, Andi; Jusuf, Luthfiani; Anriyana, Nur Widya; Supriadi, Muh. Fadhil
Jurnal Edukasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Insan Literasi Cendekia (INLIC) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jepkm.v4i2.300

Abstract

Many adolescents possess considerable potential; however, fear of failure, limited opportunities for self-expression, and inadequate access to training constrain their ability to produce culinary products with economic value. This community service program aims to enhance adolescents’ skills and self-confidence through training in the production of assorted-filled steamed buns (bakpao), a simple culinary product with notable market prospects. The training was delivered through lectures and hands-on practice. The instructional materials covered dough preparation techniques, filling variations, food hygiene, as well as strategies for packaging and marketing bakpao products. Evaluation results indicated significant improvements in participants’ knowledge, technical skills, and motovation in producing marketable bakpao. This initiative is expected to foster the development of culinary entrepreneurial among adolescents in Mangasa Subdistrict, Tamalate District, Makassar City.
ANALISIS GAP KOMPETENSI FASHION DESIGNER DAN AHLI POLA (PATTERN MAKER) TERHADAP KUALIFIKASI KERJA INDUSTRI GARMEN Nuralfiah, Andi; Jusuf, Luthfiani; Supriadi, Muh. Fadhil; Anriyana, Nur Widya; Simaremare, Perawati; Nurliana, Andi; Nurhamzah, Wahyu
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i4.7725

Abstract

ABSTRACT The Indonesian garment industry continues to face a significant competency gap between vocational education graduates and the actual qualification demands of the workforce, particularly for the crucial roles of Fashion Designer and Pattern Maker. This study aims to empirically and systematically identify the competency discrepancies between the qualifications possessed by students of the Fashion Education Study Program at Yogyakarta State University and the ideal qualifications required by medium- to large-scale garment industries in the Yogyakarta Special Region. Employing a quantitative descriptive research design, data were collected through structured questionnaires distributed to final-year students and industry representatives, and analyzed using descriptive statistics and Gap Analysis. Findings indicate that, in the field of Fashion Design, the relevance between student competencies and industry needs reached 100%, demonstrating that all eleven competency items assessed were both relevant and required. Similarly, competencies in Pattern Making were classified as highly relevant, with students even possessing one additional skill not explicitly required by industry, thereby increasing the overall alignment score. These results suggest that the existing curriculum has effectively balanced the supply and demand of competencies for both professional roles. The study implies that educational institutions should continue strengthening the integration of disruptive technologies and adaptive skills to ensure graduate readiness for emerging challenges in the era of Industry 5.0. ABSTRAK Sektor industri garmen Indonesia menghadapi tantangan signifikan terkait kesenjangan kompetensi (skill gap) antara lulusan pendidikan vokasi dan tuntutan kualifikasi kerja riil, terutama pada peran Fashion Designer dan Pattern Maker yang krusial untuk daya saing produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara empiris dan sistematis kesenjangan kompetensi antara kualifikasi yang dimiliki mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Yogyakarta (sebagai penyedia kompetensi) dengan kualifikasi ideal yang dibutuhkan oleh perwakilan dunia kerja di industri garmen. Menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain survei, data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dari mahasiswa tingkat akhir dan perwakilan industri garmen skala menengah ke atas di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Analisis Gap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, untuk bidang keahlian Fashion Designer, relevansi antara kompetensi mahasiswa dan kebutuhan industri mencapai 100%, mengindikasikan bahwa semua 11 item kompetensi yang dimiliki relevan dan dibutuhkan. Berdasarkan klasifikasi tersebut, maka dapat dikatakan bahwa relevansi antara kompetensi mahasiswa pendidikan tata busana UNY dengan kebutuhan dunia kerja di industri garmen bidang keahlian ahli pola (pattern maker) dapat dikatakan sangat relevan, selain itu mahasiswa memiliki satu keterampilan tambahan yang tidak secara eksplisit dibutuhkan industri, sehingga tingkat kesesuaian kompetensi terlihat lebih tinggi dibanding daftar kompetensi yang dipersyaratkan. Kesimpulannya, kurikulum program studi telah berhasil menyeimbangkan pasokan dan permintaan kompetensi untuk kedua peran, dengan implikasi bahwa lembaga pendidikan harus mempertahankan dan memperluas integrasi teknologi disruptif dan keterampilan adaptif untuk memastikan kesiapan menghadapi tuntutan Industri 5.0.