Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TANTANGAN GURU DALAM MENGAJARKAN MATERI ABSTRAK IPS KEPADA SISWA KELAS VI SD 07 MUDIAK LAWE Siska Aldista Fauziah; Suci Rahayu; Muhammad Danil Adli; Fitriani
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JPWI-MEI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di jenjang Sekolah Dasar (SD) kerap menghadapi tantangan tersendiri, terutama saat menyampaikan materi yang bersifat abstrak seperti konsep ekonomi: konsumsi, distribusi, dan produksi. Konsep-konsep ini sulit dipahami oleh siswa karena tidak dapat diamati secara langsung dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di sekolah-sekolah dengan keterbatasan fasilitas dan sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan tantangan yang dihadapi oleh guru kelas VI di SD Negeri 07 Mudiak Lawe dalam mengajarkan materi ekonomi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung di kelas, serta analisis dokumentasi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi beberapa kendala utama, antara lain: rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep abstrak karena kurangnya visualisasi konkret, terbatasnya pemanfaatan metode pembelajaran yang variatif dan kontekstual, serta lemahnya keterkaitan materi dengan pengalaman langsung siswa di lingkungan sekitar. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan strategi pembelajaran yang lebih aplikatif dan berorientasi pada pengalaman nyata agar siswa dapat memahami konsep-konsep ekonomi secara lebih mendalam dan bermakna.
PERANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM DOMAIN PENGEMBANGAN DIRI SISWA DI SEKOLAH DASAR Muhammad Danil Adli; leni Murni Hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JPWI-MEI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan bimbingan dan konseling sekolah merupakan salah satu bentuk layanan interpersonal yang memiliki posisi penting untuk membantu siswa mengatasi masalah yang dihadapi serta berperan dalam memfasilitasi perkembangan dan potensi yang dimiliki siswa. Penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling diharapkan mampu membantu individu memahami diri sendiri, orang lain, dan lingkungannya. Selain itu, layanan ini juga membantu seseorang melakukan penyesuaian dalam merealisasikan fungsi kehidupan dan memenuhi kebutuhan yang dimiliki. Guru bimbingan dan konseling sebagai bagian penting dari pendidikan nasional Indonesia, tidak hanya berpikir tentang menyelesaikan masalah-masalah patologis atau masalah penyesuaian yang sifatnya kuratif saja. Layanan bimbingan dan konseling juga harus lebih luas lagi, yaitu pengembangan diri siswa secara menyeluruh, sebagaimana yang diharapkan oleh negara dalam UU pendidikan. Dengan demikian, guru bimbingan dan konseling secara sadar memberikan kontribusi bagi peningkatan martabat bangsa dan citra bangsa di dunia internasional. Sejalan dengan UU No. 20/2003 dan Renstra Depdiknas, Sunaryo (1996 dan 2009a) mengemukakan bahwa pelaksanaan bimbingan dan konseling harus berupa intervensi sistematik dan sistemik terhadap perkembangan diri manusia yang terorganisasi, terstruktur, dan terlembaga dalam pendidikan. Pengembangan pribadi ini meliputi pengembangan kecerdasan diri, kecerdasan emosional, kecerdasan sosial, kecerdasan moral, dan pengetahuan diri (self-knowledge), yang menjadi kekuatan dalam diri manusia untuk mencegah timbulnya perilaku bermasalah di dalam masyarakat.
Strategi Pembelajaran Inovatif Untuk Meningkatkan Kemampuan Akademik Peserta Didik Disabilitas Intelektual Di Sekolah Inklusif Kamelia Kontesa; Andini Nadya Putri; Muhammad Danil Adli; Anggita Damaraini; Eka Puji Lestari
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.963

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pembelajaran inovatif dalam meningkatkan kemampuan akademik peserta didik di sekolah inklusif dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru pendidikan khusus dan peserta didik dengan disabilitas intelektual ringan pada jenjang sekolah dasar inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi multisensori, pembelajaran berbasis proyek, dan penggunaan media visual serta digital mampu meningkatkan pemahaman konsep, partisipasi, dan kemandirian belajar peserta didik, sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih inklusif. Peran guru sebagai fasilitator menjadi faktor penting dalam penyesuaian strategi pembelajaran terhadap kebutuhan individu. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan berupa keterbatasan sarana, kurangnya pelatihan guru, dan minimnya pemahaman tentang pendidikan inklusif. Oleh karena itu, diperlukan dukungan sekolah dan pemerintah serta kolaborasi dengan orang tua untuk memastikan keberlanjutan praktik pembelajaran inklusif. Rekomendasi penelitian mencakup pengembangan berkelanjutan strategi inovatif dan peningkatan kompetensi profesional guru melalui pelatihan terpadu.
Strategi Pembelajaran Inovatif Untuk Meningkatkan Kemampuan Akademik Peserta Didik Disabilitas Intelektual Di Sekolah Inklusif Kamelia Kontesa; Andini Nadya Putri; Muhammad Danil Adli; Anggita Damaraini; Eka Puji Lestari
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.974

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pembelajaran inovatif dalam meningkatkan kemampuan akademik peserta didik di sekolah inklusif dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru pendidikan khusus dan peserta didik dengan disabilitas intelektual ringan pada jenjang sekolah dasar inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi multisensori, pembelajaran berbasis proyek, dan penggunaan media visual serta digital mampu meningkatkan pemahaman konsep, partisipasi, dan kemandirian belajar peserta didik, sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih inklusif. Peran guru sebagai fasilitator menjadi faktor penting dalam penyesuaian strategi pembelajaran terhadap kebutuhan individu. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan berupa keterbatasan sarana, kurangnya pelatihan guru, dan minimnya pemahaman tentang pendidikan inklusif. Oleh karena itu, diperlukan dukungan sekolah dan pemerintah serta kolaborasi dengan orang tua untuk memastikan keberlanjutan praktik pembelajaran inklusif. Rekomendasi penelitian mencakup pengembangan berkelanjutan strategi inovatif dan peningkatan kompetensi profesional guru melalui pelatihan terpadu.