Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembangan Sistem Keamanan Dan Keselamatan Laboratorium Berbasis Sistem Sensor Untuk Meningkatkan Keamanan Laboratorium Jurusan Pendidikan Teknik Jaya, Hendra; Ridwansyah, Ridwansyah; Sukma, Indra; Bahar, Muh. Mahdinul
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Laboratorium teknik elektronika memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran, kebocoran gas, dan paparan bahan berbahaya, sehingga memerlukan sistem pengawasan real-time yang andal. Penelitian ini mengembangkan prototipe sistem keamanan dan keselamatan laboratorium berbasis sensor dan Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI) untuk deteksi dini dan respons otomatis di Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika FT UNM. Sistem menggunakan sensor api (flame sensor), sensor suhu (DS18B20), dan sensor gas karbon monoksida (MQ-7) yang terhubung ke mikrokontroler Arduino serta platform IoT. Data sensor diolah secara real-time melalui algoritma AI untuk prediksi bahaya, dilengkapi notifikasi push ke aplikasi mobile, aktivasi alarm, dan penguncian pintu solenoid otomatis. Metodologi mencakup studi literatur, analisis kebutuhan, desain sistem, pengembangan prototipe, pengujian skenario bahaya, serta evaluasi kuantitatif (akurasi deteksi, waktu respons) dan kualitatif (kepuasan pengguna). Hasil pengujian menunjukkan semua sensor berfungsi optimal (ON), data terbaca pada LCD 16x2, notifikasi diterima smartphone, dan sistem berhasil mendeteksi serta merespons ancaman secara akurat dan cepat. Prototipe ini meningkatkan keselamatan laboratorium secara signifikan, mendukung pengawasan jarak jauh, dan selaras dengan standar OSHA serta regulasi keselamatan nasional.Kata Kunci: Laboratorium, Kecerdasan Buatan (AI), Standar OSHA
Pelatihan Guru dan Tenaga Kependidikan MTsS Nahdlatul Ummah Borongtaipaya Kabupaten Takalar melalui Pembuatan Bahan Ajar Berbasis Deep Learning Haryoko, Sapto; Jaya, Hendra; Bahar, Muh. Mahdinul; Lu’mu, Lu’mu; Firman, Firman
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital dan pedagogis guru-guru di MTsS Nahdlatul Ummah Borongtaipaya, Kabupaten Takalar, melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan bahan ajar digital berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Deep Learning. Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi digital guru serta keterbatasan penerapan teknologi pembelajaran adaptif di lingkungan madrasah. Metode yang digunakan meliputi tahap analisis kebutuhan, pelatihan tatap muka selama dua hari, pendampingan daring selama dua hari, serta evaluasi hasil implementasi di kelas. Sebanyak 23 guru mengikuti kegiatan ini dengan pendekatan interaktif dan berbasis praktik langsung, mencakup penggunaan Learning Management System (LMS), pembuatan konten digital adaptif, serta penerapan sistem pembelajaran berbasis data. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan teknis dan kesiapan pedagogis peserta. Sebanyak 91,3% guru menyatakan pelatihan ini sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan teknis, 93,4% menilai materi sangat relevan dan aplikatif, sedangkan 96,1% menilai pelatihan sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran di madrasah. Seluruh peserta (100%) menyatakan kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kompetensi digital serta kesiapan mereka menerapkan pembelajaran berbasis AI. Pembahasan menunjukkan bahwa penerapan teknologi AI dan Deep Learning mampu memperkuat personalisasi pembelajaran, meningkatkan efisiensi evaluasi, serta mendorong perubahan paradigma menuju pembelajaran adaptif dan berbasis data. Keberhasilan kegiatan ini menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan, dukungan infrastruktur digital, dan kolaborasi perguruan tinggi dengan madrasah untuk memastikan keberlanjutan transformasi digital pendidikan. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan kompetensi digital guru serta efektivitas pembelajaran di MTsS Nahdlatul Ummah dan menjadi langkah strategis menuju terwujudnya madrasah berbasis teknologi cerdas yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing di era Revolusi Industri 5.0.Kata kunci: Artificial Intelligence, Deep Learning, bahan ajar digital, literasi digital, pembelajaran adaptif
Pemberdayaan Guru Dan Tenaga Kependidikan MTsS Nahdlatul Ummah Borongtaipaya Kab. Takalar Dalam Pelatihan Pembuatan Sitem Informasi Sekolah Berbasis IoT (Internet Of Things) Haryoko, Sapto; Jaya, Hendra; Rahmah, Ummiati; Risal, Ahmad; Bahar, Muh. Mahdinul
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) dalam sistem informasi sekolah dapat memberikan solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pembelajaran di sekolah. Artikel ini mengkaji penerapan sistem informasi berbasis IoT di MTSS Nahdlatul Ummah, sebuah sekolah di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), dilakukan pelatihan dan pendampingan kepada guru dan staf administrasi dalam memanfaatkan teknologi IoT untuk pengelolaan data siswa, absensi, dan kegiatan sekolah secara real-time. Metode yang digunakan mencakup ceramah, diskusi, tanya jawab, serta simulasi praktik penerapan IoT. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan 88,24% peserta menunjukkan pemahaman yang baik tentang sistem informasi berbasis IoT setelah pelatihan, dibandingkan hanya 29,41% pada pre-test. Program ini juga berhasil mengurangi hambatan terkait infrastruktur dan keterbatasan kemampuan digital di kalangan tenaga pendidik. Dengan adanya sistem berbasis IoT, diharapkan sekolah dapat meningkatkan efisiensi administrasi serta mendukung pengembangan kualitas pembelajaran yang lebih baik di masa depan.Kata kunci: Internet of Things (IoT), sistem informasi, pengelolaan data, pendidikan, pelatihan teknologi.
Pengembangan Model Pelatihan Berbasis Mixed Reality Pada Program K3 Bagi Mahasiswa Pendidikan Vokasi Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar Haryoko, Sapto; Jaya, Hendra; Risal, Ahmad; Bahar, Muh. Mahdinul
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. The purpose of this study was to develop a Mixed Reality (MR)-based training model for Occupational Health and Safety (OHS) in vocational education, specifically for students of the Faculty of Engineering, Universitas Negeri Makassar. This development research employed the Research and Development (R&D) approach, consisting of the stages of needs analysis, design, development, implementation, and evaluation. The MR training model was developed through the creation of interactive simulation scenarios that integrate real and virtual environments to support students' understanding of OHS procedures. Expert validation was conducted to assess the model’s feasibility, followed by limited trials involving vocational students to obtain empirical feedback on usability and learning effectiveness. The results of expert validation indicated that the MR-based training model was categorized as highly valid, with an overall mean score of 3.82 across indicators including construction, content, language, interactivity, technical performance, and procedural accuracy. Student responses also showed highly positive perceptions, where more than 90% of participants agreed or strongly agreed that the implementation of Mixed Reality enhanced their understanding of OHS procedures, improved readiness before practice, facilitated independent learning, and increased engagement during training sessions. The MR simulations provided a safe, immersive, and risk-free learning environment that supported the development of OHS competencies. In conclusion, the Mixed Reality–based training model developed in this study is feasible, effective, and recommended for broader implementation in vocational education. The model significantly improves students’ comprehension of OHS concepts, strengthens risk identification skills, and supports active and independent learning. It is also recommended that institutions enhance supporting infrastructure and expand scenario development to maximize the benefits of MR-based training in OHS programs.Kata Kunci: Mixed Reality, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Pendidikan Vokasi, Model Pelatihan, Simulasi Interaktif.