Dende, Natalia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peranan Artificial Intelligence (AI) terhadap Persepsi Diri Kreativitas Mahasiswa Generasi Z Veronica, Davina; Dende, Natalia; Muslimah, Najla Nada; Putra, Rafi Swarna Erlangga; Nugroho, Natiyan Fajar; Idulfilastri, Rita Markus; Heng, Pamela Hendra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi Z di Indonesia mengalami perubahan dalam cara memandang dan mengekspresikan kreativitas, salah satunya dipengaruhi oleh hadirnya Artificial Intelligence (AI) sebagai mitra dalam proses belajar dan berkarya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan AI terhadap persepsi diri kreativitas mahasiswa Generasi Z di bidang pendidikan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik convenience sampling. Penyebaran kuesioner daring melalui Google Form kepada 102 mahasiswa Generasi Z yang telah menggunakan AI, seperti ChatGPT dan aplikasi sejenis. Instrumen penelitian meliputi Short Scale of Creative Self (SSCS) dan skala adaptasi penggunaan AI dari Santana et al. (2025). Hasil analisis menggunakan SPSS versi 29 menunjukkan bahwa tingkat penggunaan AI tergolong sedang cenderung tinggi, sedangkan persepsi diri kreativitas berada pada kategori tinggi. Namun, uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara penggunaan AI dan persepsi diri kreativitas (r = -0,131; p = 0,188). Kesimpulannya, AI belum secara langsung memengaruhi cara mahasiswa menilai kreativitas dirinya, sehingga diperlukan penggunaan AI yang reflektif dan seimbang agar mendukung pengembangan kreativitas secara autentik.
Peran Perceived Stress terhadap Emotional Eating Pada Emerging Adulthood yang Mengalami Relationship Break Up Dende, Natalia; Heng, Pamela Hendra; Uranus, Hanna Christina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36703

Abstract

Putus cinta merupakan salah satu sumber stres interpersonal yang umum terjadi pada masa emerging adulthood. Stres yang dirasakan setelah breakup berpotensi memunculkan perilaku maladaptif, salah satunya emotional eating. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perceived stress terhadap emotional eating pada emerging adulthood yang mengalami relationship break up. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 320 individu berusia 18–25 tahun yang pernah mengalami putus cinta, diperoleh melalui penyebaran kuesioner online. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah Perceived Stress Scale (PSS) dan Emotional Eating subscale dari Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ). Analisis data menggunakan korelasi Spearman dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara perceived stress dan emotional eating (ρ = 0.554; p < 0.001). Hasil regresi juga menunjukkan bahwa perceived stress berperan terhadap emotional eating dengan kontribusi sebesar 21,3%. Uji beda menunjukkan perbedaan pada beberapa karakteristik demografis seperti jenis kelamin, dampak emosional, perubahan berat badan, dukungan sosial, dan waktu terakhir putus cinta untuk variabel emotional eating. Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi stres yang dipersepsikan setelah breakup, semakin besar kecenderungan emerging adulthood melakukan emotional eating sebagai bentuk pelampiasan emosi negatif. Penelitian ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap regulasi emosi dan strategi koping adaptif pada individu yang mengalami putus cinta.