Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KARAKTERISTIK TANAH BERDASARKAN DATA SONDIR PADA PERENCANAAN SALURAN DI KAWASAN HUNTAP POMBEWE KABUPATEN SIGI Warliawati, Sri; Fiisyatin Rodiah; Hardiyanti Sarika; Rizki Amaliah
Surya Teknika Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Surya Teknika Volume 2 Nomor 1 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jst.v2i1.7586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik tanah berdasarkan data Cone Penetration Test (CPT) sebagai dasar perencanaan saluran di kawasan Huntap Pombewe, Kabupaten Sigi. Data diperoleh dari tiga titik uji sondir (S08, S09, dan S10) dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Parameter utama seperti cone resistance (qc) dan sleeve friction (fs) digunakan untuk mengidentifikasi jenis tanah, kedalaman lapisan keras, serta stabilitas tanah permukaan. Hasil menunjukkan bahwa lapisan tanah keras ditemukan pada kedalaman 3,00–4,20 meter, sedangkan tanah permukaan umumnya tergolong lunak hingga sedang. Kondisi ini mengindikasikan perlunya tindakan stabilisasi, penguatan lereng galian, serta desain saluran yang memperhatikan risiko rembesan dan kelongsoran. Implikasi teknis dari karakteristik tanah ini mencakup penggunaan saluran tipe tertutup dan pemasangan struktur pendukung seperti sheet pile atau dinding penahan pada titik-titik dengan tanah lunak dominan. Kajian ini menegaskan pentingnya integrasi data geoteknik dalam mendukung perencanaan infrastruktur yang aman dan berkelanjutan.
Inventarisasi Data Aset pada Sistem Drainase di Kota Palu Sri Warliawati; Andi Rusdin; Ismayadin Parigade; Saiful
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i3.135

Abstract

Permasalahan drainase di Kota Palu menjadi isu penting, terutama saat musim hujan yang sering menimbulkan genangan di sejumlah titik kota. Salah satu penyebab utama dari kondisi ini adalah belum adanya data inventarisasi data aset drainase yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan inventarisasi data aset drainase di dua kecamatan di Kota Palu, yaitu Kecamatan Mantikulore dan Kecamatan Palu Timur. Metode yang digunakan mencakup pengumpulan data sekunder dari instansi terkait serta survei lapangan untuk memperoleh data primer, yang kemudian dianalisis menggunakan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menghasilkan data spasial yang terintegrasi. Hasil penelitian menunjukkan panjang total drainase yang berhasil diinventarisasi mencapai 162,75 km, dengan mayoritas berupa saluran terbuka. Sebanyak 59,51 km ruas jalan tercatat tidak memiliki sistem drainase. Dari segi kondisi, drainase yang baik sepanjang 45,27 km, sedang 35,75 km, rusak ringan 17,36 km, dan rusak berat 4,86 km. Hasil ini diharapkan menjadi landasan bagi pengambilan keputusan dan perencanaan teknis pengelolaan drainase yang lebih efektif dan berkelanjutan di Kota Palu.
Evaluasi Perilaku Tanah Dasar Embung Rano Tadulako terhadap Pengaruh Gempa Rodiah , Fiisyatin; Sarika , Hardiyanti; Amaliah , Rizki; Warliawati , Sri; Andjani, Ni Made Ayu Juli
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 4 (2025): Paulus Civil Engineering Journal, Vol.7, No.4
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/zj8j2t19

Abstract

Palu City is an earthquake-prone area, notably marked by the September 28, 2018 earthquake (Mw 7.4) which caused significant damage. Rano Tadulako Reservoir serves as a crucial raw water supply for Tadulako University, necessitating evaluation of its subgrade stability against seismic effects. This study evaluates subgrade stability through dynamic bearing capacity analysis using the pseudostatic method. Primary data includes Cone Penetration Tests at 4 points across 20 cross-sections, while secondary data comprises seismic parameters showing PGA = 0.919 g. Analysis involved calculating horizontal seismic coefficient (kh = 0.46), ultimate bearing capacity using Terzaghi's method, and seismic capacity reduction. Results show 84% of the reservoir (16 of 19 segments) meets safety criteria with SF ≥ 1.5, ranging from 0.150 to 7.402. Critical points were identified at segments 9-10 with SF = 0.150. Overall, the subgrade is relatively safe, though local reinforcement and continuous monitoring are essential for long-term stability.
TWO-DIMENSIONAL WATER SURFACE PROFILE ANALYSIS AT THE BEND OF PALU RIVER SEGMENT SP 304–SP 318 USING SMS AQUAVEO (RMA2 MODULE) Nur, Nur Hidayat; Bariroh, Nina; Rahmi, Sitti; Tunas, I Gede; Andiese, Vera W; Warliawati, Sri
Jurnal Sains dan Teknologi Tadulako Vol 12 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Postgraduate Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jstt.v12i1.1051

Abstract

River bends are hydraulically complex zones characterised by centrifugal-force-driven secondary currents that produce differential water surface elevations, asymmetric velocity distributions, and lateral sediment transport. This study presents a two-dimensional (2D) hydrodynamic analysis of the water surface profile along a meandering reach of the Palu River (SP 304–SP 318), located in Tulo Village, Dolo District, Sigi Regency, Central Sulawesi, Indonesia. The RMA2 finite-element module within the Surface Modelling System (SMS) Aquaveo was employed. A 50-year return-period flood discharge (Q₅₀ = 387.85 m³/s) was estimated using the Snyder Synthetic Unit Hydrograph method, based on 15 years (2007–2021) of daily rainfall data from three meteorological stations. The Log Pearson Type III distribution was selected through Chi-square goodness-of-fit tests. A triangular 2D mesh at 5 m spacing was constructed in UTM Zone 49 WGS84 coordinates, and model calibration yielded a Manning roughness coefficient n = 0.01, matching the field-measured mid-channel velocity of 0.20 m/s. Under Q₅₀ conditions, the simulated maximum flow velocity is 2.88 m/s (SP 313–SP 314, pre-bend segment), maximum water depth is 3.408 m (outer bank), and the highest water surface elevation is 26.831 m above sea level (upstream boundary). The outer bank consistently exhibits higher velocities and water surface elevations than the inner bank, confirming superelevation and active scour at the concave bank. These findings provide critical hydrodynamic data for river bank protection and flood management planning along the Palu River corridor.