Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

BOETTA: Sebuah Model Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Materi Perubahan Lingkungan Mufliha, Nur; Palennari, Muhiddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3785

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan utama abad ke-21 yang sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan era society 5.0, namun berbagai hasil studi seperti PISA 2022 menunjukkan bahwa kemampuan penalaran ilmiah peserta didik Indonesia masih berada di bawah rata-rata. Kondisi ini mengindikasikan perlunya inovasi strategi pembelajaran yang mampu memberdayakan peserta didik untuk menganalisis, menilai, dan memecahkan masalah secara mandiri maupun kolaboratif. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengembangan model pembelajaran BOETTA (Briefing, Orientation, Exploration, Think Together, Transfer, Affirm) sebagai alternatif model berbasis konstruktivisme yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran biologi, khususnya pada materi perubahan lingkungan. Penelitian menggunakan metode kualitatif jenis studi pustaka dengan menelaah buku, artikel jurnal, dan penelitian relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap tahap dalam BOETTA selaras dengan prinsip konstruktivisme Piaget dan Vygotsky, di mana peserta didik terlibat aktif dalam proses eksplorasi, diskusi, kolaborasi, argumentasi, penerapan konsep, dan refleksi. Model BOETTA dirancang guna memberikan struktur pembelajaran yang sistematis untuk mendorong kemampuan berpikir kritis, pemahaman konseptual, dan pemecahan masalah berbasis bukti ilmiah. Selain dampak instruksional tersebut, model ini juga menghasilkan dampak pengiring berupa meningkatnya literasi informasi, sikap peduli lingkungan, keterampilan kolaboratif, motivasi belajar, kreativitas, serta kemampuan komunikasi ilmiah. Dengan demikian, BOETTA merupakan model pembelajaran inovatif yang relevan diterapkan dalam pembelajaran biologi untuk mendukung tujuan Kurikulum Merdeka dan penguatan kompetensi abad ke-21.
Pengaruh Model Pembelajaran Reading, Identifying, Constructing, Solving, Reviewing and Extending (Ricosre) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Mufliha, Nur; Maulana, Andi; Hamansah; Taufiq, Ainul Uyuni
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diklabio.9.2.227-235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Reading, Identifying, Constructing, Solving, Reviewing and Extending (RICOSRE) materi sistem sirkulasi kelas XI SMAN 4 Takalar. Penelitian ini merupakan Quasi Experiment dengan desain penelitian Non-Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas XI SMAN 4 Takalar. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik Purposive Sampling, kelas XI D dipilih sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 32 siswa dan kelas XI E sebagai kelas kontrol dengan jumlah 31 siswa. Instrumen pengumpulan data berupa tes yang diberikan sebelum dan setelah dilakukan perlakuan. Data penelitian diolah dengan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa setelah diajar dengan menggunakan model pembelajaran RICOSRE berada pada kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 82. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai sign 0.03 < 0.05, artinya hipotesis penelitian H1 diterima. Maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh signifikan kemampuan berpikir kritis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran RICOSRE pada materi sistem sirkulasi di kelas XI SMAN 4 Takalar.
Perkembangan Teknologi CRISPR dari Cas9 Konvensional Menuju Sistem Editing Presisi Tinggi dalam Aplikasi Bioteknologi Kesehatan Nur, Nur Fajri; Mufliha, Nur; Rachmawati, Rachmawati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7740

Abstract

Perkembangan bioteknologi kesehatan saat ini telah mengalami pergeseran dari pendekatan yang bersifat simptomatik menuju strategi berbasis molekuler yang menargetkan penyebab penyakit pada tingkat genetik. Salah satu terobosan utama dalam bidang ini adalah teknologi CRISPR-Cas9, yang memungkinkan modifikasi DNA secara spesifik, efisien, dan relatif ekonomis. Meskipun demikian, sistem CRISPR-Cas9 konvensional masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama risiko terjadinya double-strand break (DSB) yang dapat memicu mutasi tidak terkontrol serta efek off-target yang tidak diinginkan. Hal ini menekankan perlunya pengembangan teknologi penyuntingan genom yang lebih presisi, aman, dan dapat diterapkan secara klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji evolusi teknologi CRISPR menuju sistem genome editing presisi tinggi dalam konteks bioteknologi kesehatan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA terhadap 43 artikel yang diperoleh dari basis data Scopus pada periode 2016–2026. Analisis dilakukan secara kualitatif deskriptif dengan membandingkan mekanisme kerja, keunggulan, serta keterbatasan masing-masing generasi teknologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi genome editing telah berkembang dari CRISPR-Cas9 konvensional menuju high-fidelity Cas9, base editing, dan prime editing. High-fidelity Cas9 meningkatkan spesifisitas dengan menurunkan efek off-target, base editing memungkinkan konversi basa tanpa menimbulkan DSB, sedangkan prime editing menawarkan fleksibilitas untuk melakukan substitusi, insersi, dan delesi kecil secara presisi. Evolusi ini tidak hanya meningkatkan keamanan dan akurasi genome editing, tetapi juga memperluas potensi aplikasinya di bidang klinis, khususnya dalam terapi penyakit genetik, pengembangan precision medicine, serta riset bioteknologi lebih lanjut yang menargetkan pengobatan personal dan pencegahan penyakit.