Darliandri, Darliandri
Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pembuatan dan Uji Sederhana Sabun Alami dari Buah Lerak (Sapindus Rarak) sebagai Produk Ramah Lingkungan Harefa, Meilinda Suriani; Harefa, Agnes Enonita; Sihombing, Goklas; Lumbantobing, Rely Noviyanti; Purba, Dwi Aulia Syafira; Darliandri, Darliandri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran lingkungan akibat penggunaan deterjen sintetis yang mengandung surfaktan non-biodegradable seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) menjadi permasalahan serius yang berdampak pada kualitas air dan kesehatan ekosistem. Sebagai alternatif ramah lingkungan, penelitian ini bertujuan untuk membuat dan menguji karakteristik sabun alami berbahan dasar buah lerak (Sapindus rarak) yang mengandung saponin sebagai biosurfaktan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan eksperimen sederhana untuk mengamati warna, tekstur, aroma, daya pembersih, busa, dan kestabilan penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun lerak memiliki warna cokelat, tekstur cair dengan viskositas sedang, serta busa ringan yang stabil. Penambahan lemon dan serai meningkatkan aroma dan memberikan efek antibakteri alami. Sabun mampu membersihkan noda ringan tanpa menimbulkan iritasi kulit dan tetap stabil selama satu bulan penyimpanan tanpa perubahan aroma maupun warna. Kandungan saponin menjadikan sabun ini biodegradable dan aman bagi lingkungan. Dengan karakteristik tersebut, sabun lerak berpotensi menjadi alternatif pembersih alami yang mendukung gerakan zero waste dan dapat dikembangkan sebagai produk rumah tangga berbasis lingkungan.
Inovasi Pembuatan Produk Sabun Cuci Piring dari Limbah Minyak Jelantah dengan Kombinasi Ekstrak Daun Pandan dan Jeruk Nipis Harefa, Meilinda Suriani; Sinaga, Valerina Leo; Situmeang, Juwita; Marpaung, Stevani; Ariztotelez, Ariztotelez; Darliandri, Darliandri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku sabun cuci piring merupakan langkah strategis dalam mengurangi limbah rumah tangga sekaligus menghasilkan produk ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan formulasi sabun cuci piring berbahan minyak jelantah dengan kombinasi ekstrak daun pandan dan jeruk nipis sebagai bahan alami beraroma segar dan berfungsi sebagai antibakteri. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan tahap analisis kebutuhan, formulasi produk, uji karakteristik, dan evaluasi kualitas sabun. Minyak jelantah disaring sederhana sebelum direaksikan dengan larutan KOH, kemudian ditambahkan ekstrak daun pandan dan air perasan jeruk nipis untuk meningkatkan aroma dan kemampuan pembersihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi sabun menghasilkan tekstur yang stabil, tingkat pH aman (7–8), serta mampu membersihkan peralatan dapur secara efektif. Penambahan ekstrak pandan memberikan warna dan aroma alami, sementara jeruk nipis meningkatkan daya angkat lemak. Produk sabun yang dihasilkan dinilai aman, ekonomis, dan berpotensi menjadi alternatif ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah minyak jelantah di tingkat rumah tangga. Penelitian ini menegaskan bahwa limbah minyak jelantah berpotensi diolah menjadi produk bernilai guna dan mampu mendukung peningkatan kesadaran masyarakat terhadap praktik ekonomi sirkular.
Pemanfaatan Limbah Organik Rumah Tangga dalam Produksi Pupuk Cair Ekoenzim Ramah Lingkungan Harefa, Meilinda Suriani; Baeha, Nandita Septika; Mayvita, Balqis Aulia; Tambunan, Mesi; Laia, Nilfais; Darliandri, Darliandri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah organik rumah tangga di Indonesia terus meningkat dan berkontribusi besar terhadap pencemaran lingkungan. Salah satu solusi berkelanjutan untuk mengatasinya adalah dengan mengolah sampah organik menjadi pupuk cair ekoenzim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan ekoenzim berbasis limbah organik rumah tangga serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman caisim (Brassica rapa var. parachinensis). Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan bahan kulit buah dan sisa sayuran yang difermentasi menggunakan gula merah dan air (3:1:10) selama dua minggu. Hasil fermentasi menghasilkan cairan berwarna kuning kecoklatan, beraroma asam manis, dan memiliki pH 3,5–4,5. Uji aplikasi menunjukkan tanaman caisim yang disiram ekoenzim tumbuh lebih cepat dan memiliki tinggi serta jumlah daun sejati lebih banyak dibanding tanaman kontrol. Penelitian ini membuktikan bahwa ekoenzim efektif sebagai pupuk organik cair ramah lingkungan yang dapat mengurangi limbah rumah tangga sekaligus meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman.
Integration of Geographic Information Systems in the Economic Valuation Analysis of Food Crops in Bleberan Village Muhammad Miftahurridlo; Zulfajri Zulfajri; Nur Hasanah; Darliandri Darliandri; Rohil Al Azizah
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 2 (2026): June
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v9i2.39495

Abstract

The agricultural sector is a mainstay of the Indonesian economy, yet it faces serious challenges in the form of a nationwide decline in cultivated land area. This study aims to examine the state of food crop agriculture, identify the benefits derived by the community, and analyze the Total Economic Value (TEV) of agricultural activities in Bleberan Village, Playen Subdistrict, Gunungkidul Regency. The research method used is quantitative descriptive with an economic valuation approach. Data collection was conducted through observation, documentation, and interviews with 100 farmer respondents selected using the Slovin formula. Data analysis includes the calculation of direct utility value, indirect utility value, option value, and existence value. The results of the study indicate that agricultural activities in Bleberan Village are divided into three main phases: pre-planting, planting, and post-harvest, with corn as the flagship commodity due to its adaptation to dry land. The Total Economic Value (TEV) of food crop agricultural activities in Bleberan Village reached Rp 2,584,508,776. This value consists of direct benefits of Rp 1,493,057,500, indirect benefits of Rp 1,089,829,596 (including oxygen-producing and carbon-absorbing functions), choice value of Rp 468,840, and existence value of Rp 1,152,840. These findings confirm that the economic benefits of agriculture extend far beyond the mere market value of commodities, encompassing ecosystem services and existential values that are crucial to the sustainability of the region.
Pemetaan Triple Buden of Disease di Indonesia dengan Sistem Informasi Geografis untuk Zona Prioritas Intervensi Kesehatan Rohil Al Azizah; Zulfajri Zulfajri; Nur Hasanah; Muhammad Miftahurridlo; Darliandri Darliandri
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v11i1.151-172

Abstract

Indonesia menghadapi tantangan besar berupa triple burden of disease yaitu penyakit menular, penyakit tidak menular, dan masalah gizi secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran spasial triple burden of disease serta mengidentifikasi zona prioritas intervensi kesehatan pada 38 provinsi di Indonesia tahun 2023. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial. Data penelitian bersumber dari laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Kementerian Kesehatan, mencakup prevalensi stunting serta 4 kategori penyakit menular dan tidak menular di 38 provinsi Indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, sedangkan  teknik analisis yang digunakan yaitu analisis overlay pada aplikasi ArcMap 10.4.1. Temuan penelitian menunjukkan ketidakmerataan beban penyakit yang kontras antarwilayah. Papua Tengah menjadi wilayah prioritas 1 (kerentanan tertinggi) yang membutuhkan intervensi segera. Sementara itu, 19 provinsi (didominasi Jawa dan Bali) berada pada prioritas 2 akibat tingginya prevalensi penyakit tidak menular yang dipicu oleh polusi dan pergeseran gaya hidupi. Adapun 18 provinsi lainnya masuk dalam kategori prioritas 3. ABSTRACT Indonesia faces a major challenge in the form of the triple burden of disease, namely infectious diseases, non-communicable diseases, and nutritional problems simultaneously. This study aims to map the spatial distribution of the triple burden of disease and identify priority zones for health interventions in 38 provinces in Indonesia in 2023. This study employed a quantitative approach with spatial analysis. Data were sourced from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) report of the Ministry of Health, covering the prevalence of stunting and four categories of infectious and non-communicable diseases in 38 Indonesian provinces. Data collection was conducted through documentation, while spatial overlay analysis was performed using ArcMap 10.4.1. The findings revealed significant spatial disparities in the disease burden between regions. Central Papua was identified as a the priority 1 region (highest vulnerability), requiring immediate intervention. Meanwhile, 19 provinces (dominated by Java and Bali) were classified as priority 2 due to the high prevalence of non-communicable diseases triggered by pollution and lifestyle shifts. The other 18 provinces are included in priority 3 category.