Azwany, Nazli
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kontribusi Program Ekstrakurikuler Tahfidz Terhadap Minat Orang Tua Menyekolahkan Anak di SMP IT Adzkia Kab. Langkat Khairani, Ridha; Pratiwi, Indah; Azwany, Nazli; Tanjung, Muaz
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam kontribusi program tahfidz ekstrakurikuler terhadap minat orang tua dalam mengambil keputusan menyekolahkan anak-anak mereka di SMP Islam Adzkia di Kabupaten Langkat. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, peneliti berupaya memahami secara holistik persepsi, pengalaman, dan motivasi orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan sejumlah orang tua yang dipilih secara purposif, serta observasi pelaksanaan program tahfidz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun faktor tahfidz berkontribusi, minat orang tua merupakan konstruk kompleks yang dipengaruhi oleh citra sekolah secara keseluruhan, nilai-nilai agama yang dijunjung tinggi oleh keluarga, harapan anak untuk masa depan, dan makna pribadi yang diberikan orang tua terhadap pendidikan Al-Qur'an. Kontribusi program tahfidz adalah sebagai nilai pembeda (unique selling point) dan pemenuhan kebutuhan spiritual/karakter, yang secara kualitatif memperkuat keyakinan orang tua dalam memilih sekolah.
Konsep Pembelajaran Berpusat Pada Peserta Didik Dalam Hadis Rasulullah SAW dan Implikasinya Terhadap Kurikulum Berbasis Cinta Novriani, Iklima; Azwany, Nazli; Lubis, Maryam; Sinaga, Ali Imran
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2388

Abstract

Pergeseran paradigma pendidikan global dari pembelajaran berorientasi guru menuju pembelajaran berpusat pada peserta didik (student centered learning) sering kali terjebak pada reduksi metodologis dan mengabaikan dimensi etis serta relasional. Wacana kurikulum berbasis cinta muncul sebagai respons terhadap praktik pendidikan modern yang terlalu teknis dan kurang memperhatikan nilai kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pembelajaran berpusat pada peserta didik dalam hadis Nabi Muhammad saw., mengkaji konsep kurikulum berbasis cinta, serta merumuskan implikasi teoretik hadis terhadap pengembangan kerangka konseptual kurikulum tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) melalui teknik analisis isi (content analysis) dan analisis tematik terhadap literatur primer hadis serta karya pendidikan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pendidikan Rasulullah saw. secara substansial mencerminkan prinsip student centered approach melalui penghargaan terhadap keunikan individu, metode dialogis-partisipatif, dan pembelajaran kontekstual yang berbasis pada kebutuhan riil peserta didik. Nabi Muhammad saw. menempatkan cinta, kelembutan, dan keteladanan sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter dan motivasi intrinsik. Simpulannya, temuan ini berimplikasi pada perlunya desain kurikulum yang fleksibel, diferensiatif, dan disusun secara bertahap sesuai kesiapan kognitif serta psikologis peserta didik. Rekomendasi penelitian ini adalah pengintegrasian nilai-nilai rahmah (Cinta) dalam ekosistem pembelajaran guna menciptakan lingkungan pendidikan yang humanis dan seimbang antara dimensi duniawi serta ukhrawi.
Qadariyah Dan Kebebasan Individu Di Era Digital: Telaah Teologis Atas Self-Expression Pratiwi, Indah; Izzatussyakira, Izzatussyakira; Azwany, Nazli; Lubis, Zulfahmi; Basri, Muhammad
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2334

Abstract

Kebebasan individu merupakan konsep fundamental dalam kehidupan manusia, terutama dalam kaitannya dengan kehendak, tindakan, dan tanggung jawab moral. Artikel ini bertujuan menganalisis hubungan antara pemikiran teologi Qadariyah dan fenomena self-expression di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, melalui analisis kritis terhadap literatur teologis klasik dan kajian kontemporer mengenai kebebasan berekspresi di ruang digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa teologi Qadariyah menempatkan manusia sebagai subjek aktif yang memiliki kehendak bebas dalam menentukan tindakannya serta bertanggung jawab penuh atas konsekuensi moral dari perbuatannya. Dalam konteks era digital, kebebasan tersebut terepresentasi melalui praktik self-expression di media sosial yang memungkinkan pembentukan identitas, partisipasi sosial, dan aktualisasi diri. Namun, kebebasan berekspresi juga menghadirkan tantangan etis berupa relativisme moral, tekanan sosial, dan potensi penyalahgunaan ruang digital. Oleh karena itu, pemikiran Qadariyah relevan sebagai kerangka etis dalam menegaskan bahwa kebebasan berekspresi harus disertai dengan kesadaran tanggung jawab moral demi terciptanya ruang digital yang beretika dan berkeadaban.