Lubis, Maryam
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pentingnya Pendidikan Agama Luar Sekolah dalam Peningkatan Kualitas Akhlak Dan Prestasi Belajar Siswa di MIS Nurul Hasanah Wal Barokah, Rengas Pulau, Medan Lubis, Maryam; Sundari, Krenniti; Sahirah, Rafidatun; Tanjung, Muaz
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1838

Abstract

Pendidikan luar sekolah merupakah salah satu mekanisme yang manjadi peluang bagi peserta didik dan juga masyarakat untuk menambah pengetahuan dan juga untuk meningkatkan kualitas akhlak, pendidikan luar sekolah juga membantu lembaga pendidikan untuk menjadikan tambahan wawasan dan prestasi peserta didik khusunya pada penelitian kami di MIS Nurul Hasanah Wal Barokah, Rengas Pulau, Medan. Pentingnya pendidikan yang tidak hanya cukup dilakukan dalam kelas kelas maka dari itu perlu adanya pendidikan agama luar sekolah terutama dalam implementasi ilmu agama yang telah didapat dalam kelas dapat diimplementasikan dan ditambah di luar kelas. Kajian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui pentingnya ajaran agama Islam di luar konteks sekolah yang dapat berfungsi sebagai meningkatkan akhlak serta prestasi siswa di MIS Nurul Hasanah Wal Barokah, Rengas Pulau, Medan. Adapun teknis pengumpulan data peneliti menggunakan metode kualitatif dengan teknis observasi dan wawancara analisis data dengan pendekatan library research yang merupakan pelaksanaan penelitian dengan menggunakan kepustakaan berupa buku, catatan dan laporan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan besarnya manfaat dari kegiatan pendidikan luar sekolah sekokah yang membantu . Adapun kesimpulan dari penelitian yaitu bahwa pendidikan yang diterapkan sekolah tersebut sudah sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan juga guru – guru juga berusaha dalam meningkatkan kualitas akhlak dan prestasi peserta didik dengan baik salah satuya dengan memberikan contoh perilaku keseharian yang baik.
Konsep Pembelajaran Berpusat Pada Peserta Didik Dalam Hadis Rasulullah SAW dan Implikasinya Terhadap Kurikulum Berbasis Cinta Novriani, Iklima; Azwany, Nazli; Lubis, Maryam; Sinaga, Ali Imran
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2388

Abstract

Pergeseran paradigma pendidikan global dari pembelajaran berorientasi guru menuju pembelajaran berpusat pada peserta didik (student centered learning) sering kali terjebak pada reduksi metodologis dan mengabaikan dimensi etis serta relasional. Wacana kurikulum berbasis cinta muncul sebagai respons terhadap praktik pendidikan modern yang terlalu teknis dan kurang memperhatikan nilai kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pembelajaran berpusat pada peserta didik dalam hadis Nabi Muhammad saw., mengkaji konsep kurikulum berbasis cinta, serta merumuskan implikasi teoretik hadis terhadap pengembangan kerangka konseptual kurikulum tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) melalui teknik analisis isi (content analysis) dan analisis tematik terhadap literatur primer hadis serta karya pendidikan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pendidikan Rasulullah saw. secara substansial mencerminkan prinsip student centered approach melalui penghargaan terhadap keunikan individu, metode dialogis-partisipatif, dan pembelajaran kontekstual yang berbasis pada kebutuhan riil peserta didik. Nabi Muhammad saw. menempatkan cinta, kelembutan, dan keteladanan sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter dan motivasi intrinsik. Simpulannya, temuan ini berimplikasi pada perlunya desain kurikulum yang fleksibel, diferensiatif, dan disusun secara bertahap sesuai kesiapan kognitif serta psikologis peserta didik. Rekomendasi penelitian ini adalah pengintegrasian nilai-nilai rahmah (Cinta) dalam ekosistem pembelajaran guna menciptakan lingkungan pendidikan yang humanis dan seimbang antara dimensi duniawi serta ukhrawi.
Konsep Ajaran Ahlu Sunnah Wal Jama’ah dalam Membangun Toleransi Keagamaan Pada Generasi Z di Era Digital Hakim, Arif Rahman; Manurung, Ade Irma; Lubis, Maryam; Lubis, Zulfahmi; Basri, Muhammad
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2132

Abstract

Era digital informasi memberikan dampak besar terhadap pola keberagamaan Generasi Z yang hidup dalam lingkungan digital. Akses terhadap informasi keagamaan menjadi semakin cepat dan tidak terbatas, terutama melalui media sosial, platform video, dan forum diskusi berani. Kondisi ini memberikan peluang bagi Generasi Z untuk memperdalam pemahaman keislaman, mengakses kajian para ulama, serta terhubung dengan komunitas keagamaan global. Namun di sisi lain, derasnya arus digital juga membawa risiko buruk berupa penyebaran paham kebencian, radikalisme, fanatisme sempit, dan fenomena informasi intoleransi berbasis agama. Informasi keagamaan yang tidak terverifikasi, provokatif, dan bersifat hitam-putih seringkali mempengaruhi cara berpikir Generasi Z yang cenderung kritis tetapi emosional dan cepat bereaksi. Dalam konteks tersebut, nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) memiliki relevansi penting sebagai pedoman keberagamaan. Nilai tawassuth (moderasi), tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), dan i’tidal (keadilan) menjadi landasan untuk memahami agama secara rahmatan lil ‘alamin. Internalisasi nilai-nilai Aswaja mampu mengarahkan Generasi Z untuk inklusif, menghargai perbedaan, dan menghindari pemahaman keagamaan yang ekstrem. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana nilai-nilai Aswaja dapat membentuk toleransi keagamaan dalam kehidupan Generasi Z di tengah derasnya arus informasi digital. Metode penelitian menggunakan kajian literatur dari buku, artikel ilmiah, dan jurnal akademik yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Aswaja melalui pendidikan formal, nonformal, dan pemanfaatan media digital berkontribusi signifikan dalam memperkuat sikap toleransi keagamaan serta mencegah pengaruh radikalisme dan ekstremisme pada Generasi Z.