Pertumbuhan ekonomi dan populasi di Indonesia meningkat sangat pesat, sehingga memungkinkan adanya peningkatan konsumsi energi dan bahan bakar. Peningkatan konsumsi energi dan bahan bakar, terutama bahan bakar fosil untuk aktivitas masyarakat yang tidak terkontrol akan memberikan dampak negatif, sehingga penggunaan energi biomassa menjadi perhatian utama untuk transisi dan kemandirian energi. Penelitian pada bidang bahan bakar berbasis biomassa berupa biopelet yang terbuat dari campuran serbuk geraji dan dedak padi yang dibakar pada kompor biomassa dengan dimensi 520 x 250 x 190 mm dijadikan objek penelitian. Variasi aliran udara yang terkontrol dan di variasikan sebesar 3 m/s, 6 m/s, dan 9 m/s dengan bantuan blower dan variasi waktu pembakaran yang dikembangkan sebesar 60 detik, 120 detik, 180, 240 detik, 300 detik, 360 detik, 420 detik, 480 detik, 540 detik, dan 600 detik dikarakterisasi guna mengetahui efisiensi pembakaran dan efisiensi termal dengan pendekatan eksperimen. Hasil uji menunjukkan bahwa variasi kecepatan udara sebesar 9 m/s memiliki nilai efisiensi termal tertinggi dengan nilai 46,349% dengan bahan bakar biopelet dan 41,381% dengan bahan bakar kayu pada variasi waktu pembakaran sebesar 600 detik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk pedoman perancangan kompor biomassa yang efektif dan efisien, serta dapat di aplikasikan secara praktis di lapangan. Selain itu, variasi kecepatan udara sebesar 9 m/s dan waktu pembakaran 600 detik menjadikanya parameter penting untuk di rekomendasikan sebagai pengaturan ideal dalam pengoperasian