Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR PENENTU PEMBIAYAAN HIJAU DI BANK-BANK INDONESIA: BUKTI DARI UKURAN, PROFITABILITAS, DAN KECUKUPAN MODAL Alia Rezki Amalia; Muh. Qodri Alfairus; Nur Abshari Abbas
Jurnal Ekonomi Ichsan Sidenreng Rappang Vol 5 No 1 (2026): hal
Publisher : Universitas Ichsan Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61912/jeinsa.v5i1.407

Abstract

Abstract This study aims to analyze the influence of bank size, profitability, and capital adequacy on the volume of green financing in Indonesian banking companies. Green financing plays a crucial role in supporting the transition toward a sustainable economy. However, the internal factors of banks that drive its allocation still require further investigation. This research employs a quantitative approach using secondary data collected from financial reports and sustainability reports of banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2020–2024. Through purposive sampling, eight banks were selected as samples based on data completeness criteria, resulting in a total of 40 observations. The analytical technique used is panel data regression with the Random Effect model. The results show that bank size and profitability have a positive and significant effect on the volume of green financing. In contrast, capital adequacy is not proven to have a significant effect. These findings indicate that large banks and highly profitable banks tend to be more active in channeling green financing, while the level of capital ratio is not yet a main determinant in the allocation of green credit in Indonesia. Bank size and profitability are the primary drivers of green financing in the Indonesian banking sector, whereas capital adequacy has not played a significant role. This study recommends that regulators strengthen incentive mechanisms that link capital adequacy with green financing performance, as well as encourage banks to integrate sustainability strategies into capital allocation in a more structured manner.
Application of LASSO Regression for the Identification of Underdeveloped Regions in Central Sulawesi Muh. Qodri Alfairus; Husnul Amira; Agung Tri Utomo; Nur Abshari Abbas
ARRUS Journal of Mathematics and Applied Science Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/mathscience4813

Abstract

This study aims to identify the main factors influencing regional underdevelopment in Central Sulawesi through Human Development Index (HDI) modeling and to develop a robust predictive model. To address the challenges of multicollinearity and the limited number of observations (13 districts/cities with 10 variables), this study employs LASSO (Least Absolute Shrinkage and Selection Operator) regression, which is capable of simultaneously shrinking coefficients and selecting variables. The data used are sourced from the 2019 publication of the Central Statistics Agency (BPS). The analysis was conducted using descriptive statistics, Ordinary Least Squares (OLS) modeling, VIF tests, and LASSO regression with cross-validation (leave-one-out cross-validation). The results indicate that very high multicollinearity (VIF > 10 for most variables) renders the OLS model unstable. Conversely, LASSO regression yielded better performance with superior RMSE (1.282), MAE (1.075), and R² (0.918) values compared to OLS (RMSE 21.67; MAE 9.85; R² 0.78). Thus, LASSO is more suitable for limited data with high multicollinearity. The selected significant variables include the percentage of the poor population, the open unemployment rate, shopping facilities, the presence of hospitals, the population density ratio, and the number of elementary and secondary schools.
Sosialisasi Standar Pengungkapan Keberlanjutan (SPK) di Kantor Akuntan Publik Ardaniah Abbas Alia Rezki Amalia; Nur Abshari Abbas; Aisyah Zarkasi; Irene Ipal Parinding; Muhammad Raihan Mubaraq
ARRUS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.abdiku4457

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Sosialisasi Standar Pengungkapan Keberlanjutan (SPK), bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai urgensi pengungkapan aspek-aspek keberlanjutan dalam laporan keuangan. Pengungkapan berkelanjutan yang diatur dalam Standar Pengungkapan Berkelanjutan (SPK) dicanangkan akan efektif pada 1 Januari 2027 mendatang, menjadikan pengungkapan aspek-aspek non keuangan bersifat mandatory. Oleh karena itu kegiatan ini dilaksanakan untuk menjembatani aliran informasi kepada pihak profesional. Kegiatan dilaksanakan dengan sosialisasi dan diskusi interaktif di Kantor Akuntan Publik (KAP) Ardaniah Abbas. Hasil kegiatan merupakan penguatan pengetahuan konseptual dan praktis terkait PSPK 1 tentang Persyaratan Umum Pengungkapan Keberlanjutan dan PSPK 2 tentang Pengungkapan Terkait Iklim. Kegiatan ini juga memberikan rekomendasi berupa penyusunan panduan dan matriks pengukuran pengungkapan sesuai dengan karakteristik klien KAP Ardaniah Abbas untuk mengembangkan prosedur audit yang lebih komprehensif khusus untuk menilai pengungkapan keberlanjutan perusahaan.
Penguatan Kapasitas UMKM di Toraja Melalui Implementasi Pemasaran Digital dan Akuntansi Manajemen Berbasis Praktik Lapangan Hamidah Muslimah; Andi Muh Syukur Hidayatullah; Muh. Qodri Alfairus; Alia Rezki Amalia; Nur Abshari Abbas
ARRUS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.abdiku4810

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal di Toraja dalam mengelola usaha secara berkelanjutan melalui penerapan pemasaran digital dan akuntansi manajemen sederhana. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan dosen dan mahasiswa lintas mata kuliah, yaitu Pemasaran Digital, Akuntansi Manajemen, dan Komunikasi Bisnis. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, pendampingan langsung, pelatihan berbasis praktik, serta diskusi interaktif dengan pelaku usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaku usaha mulai memahami pentingnya pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi dan pengelolaan informasi biaya sebagai dasar pengambilan keputusan usaha. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi digital dan manajerial UMKM serta menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa.
Optimalisasi Profitabilitas UMKM Melalui Implementasi Activity Based Costing (ABC) dan Identifikasi Aktivitas Bernilai Tambah Ilyona Risty Randan; Aisyah Zarkasi; Irene Ipal Parinding; Nur Abshari Abbas; Muhammad Raihan Mubaraq
ARRUS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.abdiku4886

Abstract

UMKM laundry menghadapi tantangan dalam menentukan harga pokok produksi yang akurat karena metode tradisional cenderung mendistorsi biaya, terutama ketika perusahaan menawarkan beragam jenis layanan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode Activity Based Costing (ABC) dan mengidentifikasi aktivitas bernilai tambah guna mengoptimalkan profitabilitas UMKM khususnya jasa Laundry. Melalui analisis data produksi, hasil menunjukkan bahwa metode tradisional menyebabkan undercosting pada layanan Cuci Komplit (20,1%) dan overcosting pada Cuci Kering Lipat (12,6%) serta Setrika Saja (38,9%). Penerapan ABC berhasil mengungkap biaya riil per kilogram: Cuci Komplit Rp3.684, Cuci Kering Lipat Rp2.679, dan Setrika Saja Rp1.875. Selain itu, teridentifikasi bahwa aktivitas mekanisasi (cuci dan pengering) menyerap biaya overhead tertinggi (Rp1.723.934 atau 65,8% dari total overhead), sehingga menjadi target utama efisiensi. Kegiatan PKM ini merekomendasikan penyesuaian harga jual berbasis ABC dan optimalisasi aktivitas mekanisasi untuk meningkatkan profitabilitas hingga 38% pada layanan tertentu.
Mewujudkan Pengelolaan Amanah: Pendampingan Pelaporan Keuangan Berbasis ISAK 335 untuk Tata Kelola Pesantren yang Berkelanjutan Warka Syachbrani; Lukman Dahlan; Alia Rezki Amalia; Irene Ipal Parinding; Nur Abshari Abbas
ARRUS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.abdiku4923

Abstract

Sebagian besar pondok pesantren di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menyusun laporan keuangan yang transparan dan akuntabel sesuai standar akuntansi yang berlaku. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pengurus yayasan dan pengelola keuangan Pondok Pesantren Tahfizul Quran Nurussunnah Bulukumba mengenai pelaporan keuangan berbasis Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 335 sebagai upaya mewujudkan tata kelola pesantren yang berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan dalam satu sesi setengah hari yang diikuti oleh 30 peserta, bertempat di Ruang Pertemuan Kahayya, Gedung Pinisi Bulukumba. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang dikombinasikan dengan pendekatan Community Development, dengan menekankan keterlibatan aktif peserta melalui sesi pemaparan materi dan diskusi. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan ISAK 335, urgensi laporan keuangan bagi pesantren, klasifikasi aset neto, serta lima komponen laporan keuangan entitas non-laba. Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya laporan keuangan yang terstandar, serta munculnya kesadaran baru bahwa akuntabilitas keuangan merupakan bagian tak terpisahkan dari pengelolaan amanah lembaga. Kegiatan ini memperkuat tata kelola kelembagaan pesantren dan membuktikan efektivitas pendekatan PAR dalam mendorong perubahan kapasitas dan kesadaran pengelolaan keuangan lembaga non-laba berbasis komunitas.
Implementation of SAK EMKM-Based Financial Reporting in a Micro, Small, and Medium Enterprise in Makassar Irene Ipal Parinding; Fajriani Azis; Nurul Rusdiansyah; Nur Abshari Abbas; Alia Rezki Amalia
Peradaban Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/pjcs.v2i1.866

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian Indonesia. Namun, masih banyak UMKM yang menghadapi tantangan terkait tata kelola keuangan dan literasi akuntansi. Artikel ini membahas program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengimplementasikan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) pada UMKM Pabrik Tahu Maju Jaya di Kota Makassar. Program ini menerapkan pendekatan partisipatif yang meliputi observasi, edukasi literasi keuangan, dan pendampingan teknis dalam penyusunan laporan keuangan. Kegiatan pendampingan tersebut memungkinkan pemilik usaha untuk menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP), memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta menyusun laporan keuangan yang terstruktur berdasarkan SAK EMKM. Hasil implementasi menunjukkan laba bersih sebesar Rp5.545.000 dan total aset sebesar Rp117.545.000 pada periode September 2025. Program ini juga meningkatkan pemahaman pemilik usaha mengenai manajemen keuangan dan akuntabilitas usaha. Oleh karena itu, implementasi SAK EMKM dapat mendukung praktik pelaporan keuangan yang lebih baik serta meningkatkan kesiapan UMKM dalam mengakses pembiayaan eksternal. Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in supporting Indonesia’s economy. However, many MSMEs still face challenges related to financial governance and accounting literacy. This article discusses a community service program aimed at implementing Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (SAK EMKM) at the Maju Jaya Tofu Factory MSME in Makassar. The program applied a participatory approach consistin g of observation, financial literacy education, and technical mentoring in financial reporting preparation. The assistance activities enabled the business owner to calculate the Cost of Goods Sold (COGS), separate personal and business finances, and prepare structured financial statements based on SAK EMKM. The implementation results showed a net profit of IDR 5,545,000 and total assets of IDR 117,545,000 for the September 2025 period. The program also improved the owner’s understanding of financial management and business accountability. Therefore, the implementation of SAK EMKM can support better financial reporting practices and improve MSME readiness to access external financing.
The Pengaruh Psychological Well Being, Time Preassure, Dan Pengalaman Auditor Terhadap Kualitas Audit Dengan Role Stress Sebagai Variabel Moderasi Farhan Dwinanda; Dwi Ayu Siti Hartinah H; Nur Abshari Abbas
Jurnal Liabilitas Vol 11 No 1 (2026): Volume 11 No.1, Februari 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54964/liabilitas.v11i1.602

Abstract

This study aims to determine the influence of Psychological Well-Being, Time Pressure, and auditor experience on Audit Quality and how Role Stress can moderate the influence of Psychological Well-Being, Time Pressure, and auditor experience on Audit Quality. This type of research is quantitative research. The number of samples in this study was 35 auditors in the Inspectorate of South Sulawesi Province. This research instrument used a questionnaire, then the collected data will be analyzed using the IBM SPSS Ver. 26 application. The analysis method used is multiple linear regression and moderation analysis. The results show that there is an influence between Psychological Well-Being and Time Pressure of auditors on Audit Quality, but auditor experience does not affect audit quality. A more interesting finding is that with Role Stress as a Moderating Variable and strengthens the influence of Psychological Well-Being and Time Pressure on Audit Quality, this shows that, for individuals who have good mental health, role pressure is not an obstacle, but rather a driving force that motivates them to work more carefully and effectively, thereby improving audit quality overall. However, the Role Stress variable is unable to moderate and strengthen the influence between auditor experience and audit quality.