Azhar, Muhamad Davindra
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Boundaries of the Force Majeure Defense in Civil Disputes: A Study of Decision Number 162/PDT/2021/PT DPS Mutiara, I Made Cinta; Akbar, Ferdi Raditya; Aini, Hanifah Qurrotu; Andriyanto, Fransisca Dealova; Gladys, Juniartha; Azhar, Muhamad Davindra; Alfarel, Muhammad Arkan; Azmina, Fayza; Rizkianti, Wardani
Rechtsvinding Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/rechtsvinding.v3i2.1165

Abstract

A contract forms the legal relationship between parties that creates binding rights and obligations as regulated in Article 1338 of the Indonesian Civil Code (KUHPer). However, the performance of a contract may be hindered by events beyond human can control, known as force majeure. Under Articles 1244 and 1245 of the Civil Code, a party who fails to fulfill its obligations due to force majeure may be released from liability for damages. This study aims to analyze the limits of force majeure as a legal defense in civil disputes through a case study of Decision Number 162/PDT/2021/PT DPS between PT Royal Pacific Nusantara and PT Lorenz Marble. The research employs a normative legal method with statutory, case, and conceptual approaches, using primary legal materials such as the Civil Code and court decisions, as well as secondary materials including legal books and scholarly journals related to force majeure. The results indicate that the court recognized the Covid-19 pandemic as a relative force majeure, which temporarily hinders the performance of contractual obligations but does not permanently extinguish them. The judges found that the defendant was not negligent, as they demonstrated good faith and efforts to fulfill obligations despite global disruptions. Thus, the boundaries of force majeure as a defense are determined by the causal relationship between extraordinary events and the inability to perform, along with the good faith of the party invoking the defense.
Separation of Powers dalam Dua Sistem Presidensial : Indonesia dan Amerika Serikat Aretha, Elvina; Aini, Hanifah Qurrotu; Azhar, Muhamad Davindra; Kaharuddin
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 05 (2025): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i05.1895

Abstract

Pemersatu kedaulatan dalam negara modern meliputi wilayah yang jelas, pemerintahan yang sah, dan rakyat yang tunduk pada kekuasaan legitimate. Dalam konteks ini, sistem negara hukum menempatkan prinsip pemisahan kekuasaan sebagai fondasi untuk mencegah penyalahgunaan wewenang melalui mekanisme checks and balances. Studi ini membandingkan penerapan prinsip separation of powers pada sistem presidensial Indonesia dan Amerika Serikat—dua negara dengan kesamaan struktural namun perbedaan implementasi signifikan. Indonesia mengadopsi sistem presidensial yang menuntut koalisi besar, sehingga checks and balances cenderung melemah dan pemerintahan menunjukkan ciri-ciri parlementer. Sebaliknya, Amerika Serikat menegaskan pemisahan kekuasaan secara jelas, didukung oleh oposisi yang efektif dan lembaga yudisial yang independen, menjaga keseimbangan kekuasaan lebih kuat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif dan metode komparatif untuk mengidentifikasi faktor-faktor kelembagaan, politik, serta budaya yang memengaruhi efektivitas sistem pengawasan kekuasaan pada kedua negara. Hasilnya menunjukkan bahwa kekuatan dan kelemahan institusi penopang seperti peradilan independen, lembaga pengawas, serta dinamika politik partai sangat menentukan keberhasilan mencegah abuse of power. Kajian ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana penguatan instrumen pengawasan dan perubahan kultur politik menjadi kunci bagi pengelolaan kekuasaan yang adil dan berkelanjutan.