Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tinjauan Ushul Fiqh tentang Status Kepemilikan Aset Digital Non-Fungible (NFT) dalam Perspektif Al-milkiyyah Ipando, Ogi Marsenal; Bahrudin, Moh.; Hilal, Syamsul
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : STAI Al Musaddadiyah Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37968/jhesy.v4i2.1737

Abstract

This paper examines the concept of al-milkiyyah (ownership) in relation to digital assets, specifically Non-Fungible Tokens (NFTs), from the perspective of Uṣūl al-Fiqh. The study aims to determine the legal status of ownership and the validity of NFT transactions within the framework of contemporary Islamic jurisprudence. Employing a normative legal research method with conceptual, normative, and sectoral approaches, this study draws upon classical fiqh literature, contemporary fatwas, and analyses of blockchain technology. Secondary data are qualitatively and comparatively analyzed to assess the compatibility of NFTs with the Islamic legal notion of property (māl) as defined in fiqh al-muʿāmalah (Islamic commercial law). The findings suggest that NFTs may be classified as legitimate property according to several contemporary scholars, as they possess economic value, market-recognized benefits, and exclusivity of ownership despite their non-physical form. Nevertheless, the validity of NFT transactions remains conditional: they are lawful only if the represented object is ḥalāl, free from gharar (excessive uncertainty) and maysir (gambling), and uses a Sharia-compliant payment medium. The use of non-compliant cryptocurrencies may invalidate the transaction. This paper argues that NFTs can be recognized as a modern form of Islamic ownership, provided that their use aligns with the principles of prudence, wealth protection (ḥifẓ al-māl), and harm prevention (mafsadah).  Keywords: Al-milkiyyah; Ownership; NFT; Uṣūl al-Fiqh; Fiqh al-Muʿāmalah; Digital Assets
PENGARUH VOLATILITAS HARGA EMAS GLOBAL, KEBIJAKAN MONETER INDONESIA, INFLASI TERHADAP PERTUMBUHAN ZAKAT DI INDONESIA Ipando, Ogi Marsenal; Fuadi, Fatih; Iqbal, Muhammad
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 2 (2025): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities.
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i2.1136

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh simultan dan parsial dari volatilitas harga emas global, kebijakan moneter Indonesia (BI-Rate), dan inflasi terhadap pertumbuhan zakat di Indonesia. Menggunakan data bulanan dari Januari 2015 hingga Desember 2024 dan metode Vector Error Correction Model (VECM), studi ini menemukan adanya hubungan keseimbangan jangka panjang di antara variabel-variabel tersebut. Hasil analisis jangka pendek menunjukkan bahwa volatilitas harga emas global berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan zakat, sementara kebijakan moneter (peningkatan suku bunga) berpengaruh negatif signifikan, dan inflasi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Analisis Variance Decomposition mengonfirmasi bahwa volatilitas harga emas dan kebijakan moneter adalah kontributor eksternal paling dominan terhadap fluktuasi pertumbuhan zakat. Temuan ini menyarankan perlunya integrasi analisis makroekonomi ke dalam manajemen strategis BAZNAS untuk optimalisasi potensi zakat nasional.
Analisis Kepatuhan Syariah dan Tata Kelola Filantropi Islam dalam Mendukung Ketahanan Ekonomi Umat Ipando, Ogi Marsenal; Leni Riski Hayati; Reska Maulida; Madnasir, Madnasir; Ruslan Abdul Ghofur
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13504

Abstract

Filantropi Islam, yang diimplementasikan melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF), merupakan elemen krusial dalam memperkuat ketahanan ekonomi umat. Meskipun Indonesia memiliki potensi ZISWAF yang sangat besar, realisasi dana yang terkelola secara formal masih menghadapi tantangan signifikan, terutama terkait dengan kepercayaan publik dan efektivitas manajemen. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran penting kepatuhan syariah (sharia compliance) dan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dalam mengoptimalkan pengelolaan dana filantropi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis data sekunder yang relevan. Temuan utama mengindikasikan bahwa ketaatan terhadap prinsip syariah, yang diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS), adalah prasyarat mutlak untuk membangun dan menjaga kepercayaan donatur. Sementara itu, penerapan prinsip tata kelola yang meliputi transparansi, akuntabilitas, dan responsibilitas, secara langsung meningkatkan efisiensi operasional dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan. Sinergi yang kuat antara kedua aspek ini akan menciptakan ekosistem filantropi Islam yang profesional dan berkelanjutan, yang berdampak positif dan nyata pada peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat. Artikel ini merekomendasikan perlunya kerangka regulasi yang lebih kuat dan harmonisasi standar tata kelola syariah untuk memaksimalkan kontribusi sektor filantropi Islam dalam pembangunan ekonomi nasional.