Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Terapi Kompres Hangat Jahe Untuk Menurunkan Skala Nyeri pada Lansia Dengan Gout Arthtritis di Panti Tresna Werdha Mahmudah, Rifahatul; Syarli, Setiadi; Suilia, Rania; Azaara, Ayu Nabilla
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.799

Abstract

Gout arthritis merupakan kondisi yang ditandai dengan munculnya rasa nyeri berulang akibat penumpukan kristal monosodium urat di dalam sendi, yang terjadi karena tingginya kadar asam urat dalam darah. Salah satu bentuk intervensi terapi komplementer yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi intensitas  nyeri pada penderita gout arthritis adalah pemberian kompres hangat jahe. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menurunkan intensitas nyeri pada lansia dengan gout arthritis melalui terapi kompres hangat jahe di Panti Tresna Wherda. Metode pelaksanaan meliputi edukasi, demonstrasi, praktik langsung, dan evaluasi, dengan pengukuran kadar purin sebelum dan sesudah intervensi. Kegiatan dilaksanakan pada 03 November 2025, diikuti oleh  10 lansia berusia ≥ 60 tahun. Hasil menunjukkan seluruh peserta mampu melakukan terapi secara mandiri dan mengalami penurunan skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan peningkatan motivasi untuk melakukan latihan secara rutin. Hal ini mengindikasikan bahwa terapi kompres hangat jahe sebagai intervensi non-farmakologis yang murah, mudah, dan dapat diintegrasikan ke dalam program pembinaan kesehatan lansia di panti sosial maupun komunitas.
Pengaruh Senam Taichi terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi di Wilayah Tarantang, Kota Padang Suilia, Rania; Mahmudah, Rifahatul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.852

Abstract

Hipertensi sering dikenal sebagai silent killer karena banyak lansia yang mengalaminya tidak merasakan keluhan apa pun, meskipun tekanan darah mereka tinggi selama bertahun-tahun. Pada kelompok usia 60–74 tahun, hampir setengah lansia mengalami hipertensi, dan jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memicu penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab kematian terbesar di dunia. Senam Tai Chi mulai banyak digunakan sebagai terapi alternatif karena gerakannya lembut, teratur, dan membantu tubuh lebih rileks. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ni bertujuan menilai pengaruh senam Tai Chi terhadap penurunan tekanan darah dan kecemasan pada lansia hipertensi di wilayah Tarantang, Kota Padang. Kegiatan Pengabdian Masyarakat menggunakan desain quasi-experiment dengan model two group pretest–posttest, melibatkan 20 lansia berusia 60–75 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil Pengabdian Masyarakat menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tekanan darah sistolik (p = 0,003), diastolik (p = 0,000), serta tingkat kecemasan (p = 0,000) pada kelompok perlakuan setelah mengikuti senam Tai Chi enam kali dalam dua minggu dengan durasi 30 menit per sesi. Dengan demikian, senam Tai Chi terbukti efektif membantu menurunkan tekanan darah dan kecemasan pada lansia hipertensi.
Edukasi Self-Care Bagi Lansia Hipertensi Melalui Pendekatan Dukungan Sosial Caregiver di Panti Sosial Tresna Werdha Jepisa, Tomi; Erianti, Susi; Anggreny, Yecy; Mahmudah, Rifahatul; Husni, Husni
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i6.1292

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling banyak dialami oleh lansia dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal kronis. Lansia yang tinggal di panti sosial umumnya memiliki tingkat kemandirian rendah dalam melakukan self-care, sehingga berisiko mengalami tekanan darah yang tidak terkontrol. Dukungan sosial caregiver memiliki peran penting dalam membantu lansia memahami, menerapkan, serta mempertahankan perilaku self-care secara optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan self-care behavior lansia hipertensi melalui pendekatan edukasi dan dukungan sosial caregiver di Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Sayang Ibu Batusangkar. Metode kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi praktik pemantauan tekanan darah, pendampingan lansia oleh caregiver, serta evaluasi pre-test dan post-test. Sebanyak 30 lansia hipertensi dan caregiver mengikuti kegiatan ini. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, serta pengukuran pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan lansia dan caregiver mengenai manajemen hipertensi, teknik pemantauan tekanan darah, pola makan sehat, serta kepatuhan terhadap obat. Lansia menjadi lebih aktif dalam melakukan self-care, sementara caregiver menunjukkan peningkatan keterampilan dalam memberikan dukungan sosial, baik secara emosional, informasional, maupun instrumental. Program ini berhasil meningkatkan kemampuan lansia dalam mengelola hipertensi secara mandiri serta memperkuat kolaborasi antara lansia dan caregiver. Kegiatan ini diharapkan menjadi program edukasi berkelanjutan di panti sosial untuk meningkatkan kualitas hidup lansia hipertensi.
The Relationship Between Digital Health Literacy and Treatment Compliance in Patients with Non-Communicable Diseases Mahmudah, Rifahatul
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30533

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) are a global challenge, accounting for more than 70% of deaths, particularly in developing countries (WHO, 2020). Medication adherence plays an important role in preventing complications, yet remains low due to limited access and understanding of health information (Basu et al., 2020). This study aimed to determine the relationship between Digital Health Literacy (DHL) and medication adherence among NCD patients in the working area of Kuranji Primary Health Center. This research used a quantitative method with a descriptive-analytic design and a cross-sectional approach. The population consisted of all NCD patients in the working area of Kuranji Primary Health Center, with a sample of 51 patients selected through accidental sampling. The results showed that out of 51 respondents, 33 (64.7%) had high digital health literacy and 30 (58.8%) demonstrated high medication adherence. The chi-square test revealed a p-value of 0.000 (p ≤ 0.05), indicating a significant relationship between digital health literacy and medication adherence among NCD patients at Kuranji Primary Health Center. It can be concluded that improving DHL supports patient adherence. Therefore, health workers at Kuranji Primary Health Center are recommended to optimize digital health literacy education for NCD patients.
Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Kualitas Tidur Remaja Suilia, Rania; Mahmudah, Rifahatul
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1372

Abstract

Tidur yang berkualitas ditentukan oleh kecukupan durasi, rasa nyaman saat tidur, serta keteraturan waktu tidur yang mendukung kebutuhan biologis seseorang. Pada remaja, kualitas tidur sering dikaitkan dengan penggunaan gadget yang kini menjadi bagian dari aktivitas harian. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan penggunaan gadget dengan kualitas tidur pada siswa SMAN 12 Padang. Desain yang digunakan adalah cross- sectional dengan pengumpulan data pada satu waktu tanpa intervensi. Sebanyak 293 siswa dipilih menggunakan stratified random sampling untuk memastikan keterwakilan tiap jenjang kelas. Data dikumpulkan memakai kuesioner valid dan reliabel, dengan penggunaan gadget sebagai variabel independen dan kualitas tidur sebagai variabel dependen yang diukur menggunakan PSQI. Analisis Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penggunaan gadget dan kualitas tidur (p=0,002). Kesimpulannya, intensitas penggunaan gadget yang tinggi meningkatkan kemungkinan gangguan tidur sehingga remaja perlu mengatur kebiasaan digital untuk menjaga kesehatan tidur. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi mengenai batasan penggunaan perangkat elektronik, khususnya pada malam hari, agar pola tidur remaja tetap stabil dan fungsi kognitif serta emosional dapat berkembang secara optimal dalam masa pertumbuhan yang sangat menentukan perkembangan.