Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Self-Efficacy Lansia Melalui Pelatihan Keterampilan Hidup dan Dukungan Sosial Mencegah Depresi di Panti Sosial Tresna Werdha Jepisa, Tomi; Syarli, Setiadi; Husni, Husni; Suilia, Rania
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 3 (2025): June
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i3.1157

Abstract

Lansia yang tinggal di panti sosial kerap menghadapi tantangan psikososial seperti isolasi sosial, kehilangan peran, dan kurangnya interaksi keluarga, yang dapat menurunkan self-efficacy dan meningkatkan risiko depresi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan self-efficacy lansia melalui pelatihan keterampilan hidup dan penguatan dukungan sosial di Panti Sosial Tresna Werdha. Metode yang digunakan meliputi pelatihan life skills yang mencakup manajemen stres, komunikasi efektif, dan pemecahan masalah, serta pembentukan kelompok dukungan sebaya. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner General Self-Efficacy Scale (GSES) dan Geriatric Depression Scale (GDS), serta wawancara semi-terstruktur. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor self-efficacy sebesar 22% dan penurunan skor depresi sebesar 30%. Lansia menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, interaksi sosial, dan partisipasi aktif dalam aktivitas panti. Caregiver juga mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam memberikan dukungan psikososial. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan keterampilan hidup dan dukungan sosial merupakan strategi efektif dalam meningkatkan kesehatan mental lansia secara holistik.
Terapi Kompres Hangat Jahe Untuk Menurunkan Skala Nyeri pada Lansia Dengan Gout Arthtritis di Panti Tresna Werdha Mahmudah, Rifahatul; Syarli, Setiadi; Suilia, Rania; Azaara, Ayu Nabilla
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.799

Abstract

Gout arthritis merupakan kondisi yang ditandai dengan munculnya rasa nyeri berulang akibat penumpukan kristal monosodium urat di dalam sendi, yang terjadi karena tingginya kadar asam urat dalam darah. Salah satu bentuk intervensi terapi komplementer yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi intensitas  nyeri pada penderita gout arthritis adalah pemberian kompres hangat jahe. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menurunkan intensitas nyeri pada lansia dengan gout arthritis melalui terapi kompres hangat jahe di Panti Tresna Wherda. Metode pelaksanaan meliputi edukasi, demonstrasi, praktik langsung, dan evaluasi, dengan pengukuran kadar purin sebelum dan sesudah intervensi. Kegiatan dilaksanakan pada 03 November 2025, diikuti oleh  10 lansia berusia ≥ 60 tahun. Hasil menunjukkan seluruh peserta mampu melakukan terapi secara mandiri dan mengalami penurunan skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan peningkatan motivasi untuk melakukan latihan secara rutin. Hal ini mengindikasikan bahwa terapi kompres hangat jahe sebagai intervensi non-farmakologis yang murah, mudah, dan dapat diintegrasikan ke dalam program pembinaan kesehatan lansia di panti sosial maupun komunitas.
Pengaruh Senam Taichi terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi di Wilayah Tarantang, Kota Padang Suilia, Rania; Mahmudah, Rifahatul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.852

Abstract

Hipertensi sering dikenal sebagai silent killer karena banyak lansia yang mengalaminya tidak merasakan keluhan apa pun, meskipun tekanan darah mereka tinggi selama bertahun-tahun. Pada kelompok usia 60–74 tahun, hampir setengah lansia mengalami hipertensi, dan jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memicu penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab kematian terbesar di dunia. Senam Tai Chi mulai banyak digunakan sebagai terapi alternatif karena gerakannya lembut, teratur, dan membantu tubuh lebih rileks. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ni bertujuan menilai pengaruh senam Tai Chi terhadap penurunan tekanan darah dan kecemasan pada lansia hipertensi di wilayah Tarantang, Kota Padang. Kegiatan Pengabdian Masyarakat menggunakan desain quasi-experiment dengan model two group pretest–posttest, melibatkan 20 lansia berusia 60–75 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil Pengabdian Masyarakat menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tekanan darah sistolik (p = 0,003), diastolik (p = 0,000), serta tingkat kecemasan (p = 0,000) pada kelompok perlakuan setelah mengikuti senam Tai Chi enam kali dalam dua minggu dengan durasi 30 menit per sesi. Dengan demikian, senam Tai Chi terbukti efektif membantu menurunkan tekanan darah dan kecemasan pada lansia hipertensi.
Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Kualitas Tidur Remaja Suilia, Rania; Mahmudah, Rifahatul
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1372

Abstract

Tidur yang berkualitas ditentukan oleh kecukupan durasi, rasa nyaman saat tidur, serta keteraturan waktu tidur yang mendukung kebutuhan biologis seseorang. Pada remaja, kualitas tidur sering dikaitkan dengan penggunaan gadget yang kini menjadi bagian dari aktivitas harian. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan penggunaan gadget dengan kualitas tidur pada siswa SMAN 12 Padang. Desain yang digunakan adalah cross- sectional dengan pengumpulan data pada satu waktu tanpa intervensi. Sebanyak 293 siswa dipilih menggunakan stratified random sampling untuk memastikan keterwakilan tiap jenjang kelas. Data dikumpulkan memakai kuesioner valid dan reliabel, dengan penggunaan gadget sebagai variabel independen dan kualitas tidur sebagai variabel dependen yang diukur menggunakan PSQI. Analisis Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penggunaan gadget dan kualitas tidur (p=0,002). Kesimpulannya, intensitas penggunaan gadget yang tinggi meningkatkan kemungkinan gangguan tidur sehingga remaja perlu mengatur kebiasaan digital untuk menjaga kesehatan tidur. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi mengenai batasan penggunaan perangkat elektronik, khususnya pada malam hari, agar pola tidur remaja tetap stabil dan fungsi kognitif serta emosional dapat berkembang secara optimal dalam masa pertumbuhan yang sangat menentukan perkembangan.