Anzilna Qotrun Nada
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Game Based Learning dalam Meningkatkan Pemahaman Bahasa Indonesia Siswa Kelas III MI Nurul Islam Lumajang Alvi Syafa’atu Rosidah; Maulida Putri Rizkiyah; Anzilna Qotrun Nada; Ainur Rafik; Sofyan Hadi; St. Mislikhah
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol. 3 No. 6 (2025): November: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v3i6.1511

Abstract

Penelitian mini ini mengkaji dampak penerapan Game Based Learning (GBL) pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas III MI Nurul Islam Kunir Lor, Lumajang. Selama satu hari intervensi, tiga jenis permainan: tebak kata/gambar, memory kosakata, dan Role-Play “Petualangan Cerita” diintegrasikan ke dalam rencana pembelajaran yang berfokus pada peningkatan kosakata, struktur kalimat, dan motivasi belajar. Data dikumpulkan melalui pre-test  dan post-testpemahaman bahasa, observasi kelas, serta wawancara singkat dengan wakil kepala sekolah dan guru Bahasa Indonesia. Hasil analisis deskriptif menunjukkan kenaikan skor rata-rata pemahaman dari 65.4% menjadi 82.8% , peningkatan partisipasi aktif siswa, dan respons positif terhadap elemen tantangan serta penghargaan dalam permainan. Namun, meskipun GBL terbukti efektif dalam konteks singkat, keberhasilan jangka panjang memerlukan pelatihan guru untuk merancang dan menilai permainan secara objektif, penyesuaian kurikulum, serta dukungan fasilitas yang memadai. Penelitian ini memberikan gambaran awal tentang potensi GBL di lingkungan sekolah dasar dengan sumber daya terbatas dan merekomendasikan studi longitudinal serta pengembangan materi low-tech yang dapat direplikasi.
INTEGRASI KURIKULUM IPA DAN MATEMATIKA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN ABAD 21 Amaza Ilmil Mufidah; Anzilna Qotrun Nada; Indah Wahyuni; Umi Farihah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47432

Abstract

This study was motivated by the importance of developing students’ critical thinking skills in 21st-century learning through the integration of Science and Mathematics curricula in elementary schools. Learning processes that are still conducted separately often cause students to have difficulty understanding the relationship between concepts and solving contextual problems effectively. This study aims to describe the implementation of the integration of Science and Mathematics curricula, analyze the improvement of students’ critical thinking skills, and identify the supporting and inhibiting factors in the implementation of integrated learning in elementary schools. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of principals, teachers, and students involved in the learning process. Data analysis used the Miles and Huberman interactive model, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the integration of Science and Mathematics curricula was able to create more active, contextual, and meaningful learning experiences. Students became more active in discussions, problem analysis, data processing, and drawing conclusions based on observations. Integrated learning was also proven to improve students’ critical thinking skills through experiments, problem-solving activities, and group discussions. Supporting factors in the implementation of integrated learning included teacher creativity, school support, and students’ enthusiasm, while the inhibiting factors included limited learning time and teachers’ difficulties in designing integrated learning tools. Therefore, the integration of Science and Mathematics curricula can be an effective learning strategy in improving students’ critical thinking skills in 21st-century learning at the elementary school level.
KONSEP EVALUASI PEMBELAJARAN DALAM PEMBELAJARAN IPS SD DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK Miftakhul Khoir; Anzilna Qotrun Nada; Erma Fatmawati; Mu'alimin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.49261

Abstract

Evaluasi pembelajaran merupakan komponen fundamental yang tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat Sekolah Dasar (SD). Dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka dan penguatan pendekatan saintifik, evaluasi tidak lagi dipandang semata-mata sebagai instrumen pengukuran hasil belajar akhir, melainkan sebagai bagian integral dari proses pembelajaran yang bersifat komprehensif, berkelanjutan, dan autentik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep evaluasi pembelajaran IPS di SD yang diintegrasikan dengan pendekatan saintifik, meliputi tujuan, fungsi, prinsip-prinsip dasar, serta bentuk-bentuk penerapannya dalam praktik pembelajaran. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis terhadap berbagai sumber ilmiah, regulasi pendidikan, dan penelitian empiris yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi dalam pembelajaran IPS dengan pendekatan saintifik menuntut pergeseran paradigma dari penilaian konvensional menuju penilaian autentik yang mampu mengukur kemampuan berpikir kritis, keterampilan sosial, dan literasi ilmu pengetahuan sosial peserta didik secara holistik. Implikasi dari kajian ini memberikan arahan bagi guru SD untuk merancang sistem evaluasi yang selaras dengan tahapan saintifik mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan sehingga penilaian benar-benar mencerminkan kualitas proses dan hasil belajar yang bermakna. Artikel ini diharapkan berkontribusi dalam memperkuat fondasi teoritis dan praktis bagi pengembangan evaluasi pembelajaran IPS yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.