p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Marine Inside
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis kepuasan perusahaan pelayaran terhadap kinerja kadet Politeknik Pelayaran Banten selama Praktik Laut Gumay, Andesvan; Fahrisani, Antaris; Muslim, Jusva Agus; Allo, Y.T. Anggista Tullung
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan perusahaan pelayaran terhadap kinerja kadet Politeknik Pelayaran Banten selama pelaksanaan praktik laut. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner berbasis skala Likert yang disebarkan kepada 141 responden, terdiri atas staf rekrutmen perusahaan pelayaran dan perwira pembina di kapal. Kinerja kadet dievaluasi melalui enam dimensi utama, yaitu pengetahuan dan keterampilan teknis, sikap dan etika kerja, keselamatan dan keamanan, kemampuan manajerial dan kepemimpinan, keterampilan interpersonal, serta pengembangan diri dan profesionalisme. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berbasis persentase dan regresi linier untuk mengidentifikasi kontribusi masing-masing dimensi terhadap tingkat kepuasan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan perusahaan pelayaran berada pada kategori sangat baik, dengan nilai rata-rata keseluruhan 87,47%. Dimensi pengetahuan dan keterampilan teknis memiliki pengaruh paling signifikan terhadap kepuasan perusahaan, diikuti oleh sikap dan etika kerja. Meskipun demikian, beberapa aspek masih memerlukan peningkatan, khususnya pemahaman hukum maritim, pengambilan keputusan dalam situasi kritis, serta kebiasaan pengembangan diri secara profesional. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi penguatan kurikulum dan strategi pembelajaran praktik laut guna meningkatkan kesiapan lulusan dalam memenuhi kebutuhan industri pelayaran. This study aims to analyze shipping companies’ satisfaction with the performance of cadets from the Banten Shipping Polytechnic during sea training. A descriptive quantitative approach was employed, with data collected through Likert-scale questionnaires distributed to 141 respondents, consisting of recruitment staff from shipping companies and supervising officers on board. Cadet performance was assessed based on six key dimensions: technical knowledge and skills, work attitude and ethics, safety and security, managerial and leadership abilities, interpersonal skills, and self-development and professionalism. Data were analyzed using percentage-based descriptive statistics and linear regression analysis to examine the contribution of each dimension to overall company satisfaction. The findings indicate that shipping companies’ satisfaction with cadet performance falls within the very high category, with an overall average score of 87.47%. Among the evaluated dimensions, technical knowledge and skills exert the strongest influence on company satisfaction, followed by work attitude and ethics. However, several areas require further improvement, particularly in maritime law comprehension, decision-making under critical conditions, and continuous professional development. These results highlight the importance of strengthening sea-training curricula and instructional strategies to better align maritime vocational education with industry expectations.
Evaluasi prosedur pengikatan muatan kendaraan terhadap keselamatan operasional kapal ro-ro (Studi kasus KM. Mila Utama) Siahaan, Renta Novaliana; Purnomo, Sandy Wahyu; Fahrisani, Antaris; Shulhany, Ahmad; Maulidina, Rizky
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.146

Abstract

Kapal Ro-Ro memiliki tingkat risiko keselamatan operasional yang relatif tinggi, khususnya terkait dengan pengikatan muatan kendaraan selama pelayaran. Pengikatan muatan yang tidak sesuai prosedur berpotensi menyebabkan pergeseran muatan, gangguan stabilitas kapal, hingga kecelakaan pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi prosedur pengikatan muatan kendaraan terhadap keselamatan operasional kapal Ro-Ro pada KM. Mila Utama. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung di atas kapal, wawancara dengan Mualim I dan Kelasi, serta studi dokumentasi. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan praktik pengikatan muatan di lapangan dengan standar keselamatan yang ditetapkan oleh International Maritime Organization (IMO) dan ketentuan International Convention for the Safety of Life at Sea (SOLAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum prosedur pengikatan muatan kendaraan telah diterapkan, namun masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian, antara lain jarak penempatan kendaraan yang terlalu rapat, kondisi peralatan lashing yang aus, serta sudut dan ketegangan tali pengikat yang belum memenuhi ketentuan standar. Ketidaksesuaian tersebut berpotensi meningkatkan risiko pergeseran muatan dan menurunkan tingkat keselamatan operasional kapal, terutama pada kondisi cuaca buruk. Penelitian ini menegaskan pentingnya evaluasi berkala terhadap prosedur pengikatan muatan, peningkatan kompetensi awak kapal, serta pemeliharaan peralatan lashing guna mendukung keselamatan pelayaran kapal Ro-Ro secara berkelanjutan. Ro-Ro ships are associated with relatively high operational safety risks, particularly related to vehicle cargo securing during voyages. Improper cargo securing procedures may lead to cargo shifting, reduced ship stability, and serious maritime accidents. This study aims to evaluate vehicle cargo securing procedures in relation to operational safety on board the Ro-Ro vessel KM. Mila Utama. A descriptive qualitative approach was employed, utilizing direct onboard observations, interviews with the First Officer and deck crew, and documentation analysis. The evaluation was conducted by comparing actual cargo securing practices with safety standards established by the International Maritime Organization (IMO) and the International Convention for the Safety of Life at Sea (SOLAS). The results indicate that although cargo securing procedures have generally been implemented, several non-compliances remain, including insufficient spacing between vehicles, worn lashing equipment, and improper lashing angles and tension that do not fully meet prescribed standards. These deficiencies may increase the risk of cargo movement and compromise operational safety, particularly under adverse weather conditions. The study highlights the necessity of regular evaluation of cargo securing procedures, continuous crew training, and proper maintenance of lashing equipment to enhance the operational safety of Ro-Ro vessels.