p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Marine Inside
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi prosedur pengikatan muatan kendaraan terhadap keselamatan operasional kapal ro-ro (Studi kasus KM. Mila Utama) Siahaan, Renta Novaliana; Purnomo, Sandy Wahyu; Fahrisani, Antaris; Shulhany, Ahmad; Maulidina, Rizky
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.146

Abstract

Kapal Ro-Ro memiliki tingkat risiko keselamatan operasional yang relatif tinggi, khususnya terkait dengan pengikatan muatan kendaraan selama pelayaran. Pengikatan muatan yang tidak sesuai prosedur berpotensi menyebabkan pergeseran muatan, gangguan stabilitas kapal, hingga kecelakaan pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi prosedur pengikatan muatan kendaraan terhadap keselamatan operasional kapal Ro-Ro pada KM. Mila Utama. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung di atas kapal, wawancara dengan Mualim I dan Kelasi, serta studi dokumentasi. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan praktik pengikatan muatan di lapangan dengan standar keselamatan yang ditetapkan oleh International Maritime Organization (IMO) dan ketentuan International Convention for the Safety of Life at Sea (SOLAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum prosedur pengikatan muatan kendaraan telah diterapkan, namun masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian, antara lain jarak penempatan kendaraan yang terlalu rapat, kondisi peralatan lashing yang aus, serta sudut dan ketegangan tali pengikat yang belum memenuhi ketentuan standar. Ketidaksesuaian tersebut berpotensi meningkatkan risiko pergeseran muatan dan menurunkan tingkat keselamatan operasional kapal, terutama pada kondisi cuaca buruk. Penelitian ini menegaskan pentingnya evaluasi berkala terhadap prosedur pengikatan muatan, peningkatan kompetensi awak kapal, serta pemeliharaan peralatan lashing guna mendukung keselamatan pelayaran kapal Ro-Ro secara berkelanjutan. Ro-Ro ships are associated with relatively high operational safety risks, particularly related to vehicle cargo securing during voyages. Improper cargo securing procedures may lead to cargo shifting, reduced ship stability, and serious maritime accidents. This study aims to evaluate vehicle cargo securing procedures in relation to operational safety on board the Ro-Ro vessel KM. Mila Utama. A descriptive qualitative approach was employed, utilizing direct onboard observations, interviews with the First Officer and deck crew, and documentation analysis. The evaluation was conducted by comparing actual cargo securing practices with safety standards established by the International Maritime Organization (IMO) and the International Convention for the Safety of Life at Sea (SOLAS). The results indicate that although cargo securing procedures have generally been implemented, several non-compliances remain, including insufficient spacing between vehicles, worn lashing equipment, and improper lashing angles and tension that do not fully meet prescribed standards. These deficiencies may increase the risk of cargo movement and compromise operational safety, particularly under adverse weather conditions. The study highlights the necessity of regular evaluation of cargo securing procedures, continuous crew training, and proper maintenance of lashing equipment to enhance the operational safety of Ro-Ro vessels.
Efektivitas digitalisasi proses impor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam penguatan pengawasan rokok ilegal di Indonesia Purnomo, Sandy Wahyu; Bintari, Pramudyasari Nur; Prihandono, Boedi; Pramuditya, Mahendra Nur,Alif; Mahandika, Ragil Freyhan; Pratiwi, Wulan Aisyah; Surbakti, Galio Brema
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas digitalisasi proses impor yang diterapkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam memperkuat pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari laporan resmi DJBC, publikasi pemerintah, serta dokumen kebijakan terkait digitalisasi kepabeanan dan penindakan barang kena cukai. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan komparatif dengan membandingkan kinerja pengawasan sebelum dan setelah penerapan sistem digital kepabeanan, seperti Customs-Excise Information System and Automation (CEISA), electronic seal (e-seal), Auto Gate System, serta teknologi pemindaian berbasis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi proses impor terbukti efektif dalam meningkatkan akurasi pengawasan, efisiensi administrasi, serta kualitas penindakan terhadap rokok ilegal. Hal ini tercermin dari peningkatan signifikan jumlah rokok ilegal yang disita, meskipun jumlah penindakan secara kuantitas mengalami penurunan, yang mengindikasikan peningkatan kualitas dan ketepatan sasaran pengawasan. Selain itu, digitalisasi berkontribusi pada peningkatan transparansi layanan kepabeanan dan penguatan sinergi lintas instansi. Namun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur teknologi dan kapasitas sumber daya manusia, yang masih perlu ditingkatkan untuk memastikan keberlanjutan efektivitas sistem digital kepabeanan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan akademik dan kebijakan dalam pengembangan sistem kepabeanan berbasis digital guna memperkuat pengawasan barang kena cukai dan melindungi penerimaan negara. This study aims to analyze the effectiveness of import process digitalization implemented by the Directorate General of Customs and Excise (DGCE) in strengthening the supervision of illegal cigarette distribution in Indonesia. The research adopts a quantitative approach using secondary data obtained from official DGCE reports, government publications, and policy documents related to customs digitalization and excisable goods enforcement. Data analysis is conducted through descriptive and comparative methods by examining supervisory performance before and after the implementation of digital customs systems, including the Customs-Excise Information System and Automation (CEISA), electronic seals (e-seal), Auto Gate Systems, and data-based scanning technologies. The findings indicate that import process digitalization has proven effective in enhancing monitoring accuracy, administrative efficiency, and the quality of enforcement against illegal cigarettes. This effectiveness is reflected in a significant increase in the volume of seized illegal cigarettes, despite a decrease in the number of enforcement actions, suggesting improved targeting and enforcement precision. Furthermore, digitalization contributes to greater transparency in customs services and stronger inter-agency coordination. Nevertheless, challenges remain, particularly related to technological infrastructure limitations and human resource capacity, which require further improvement to ensure the sustainable effectiveness of digital customs systems. This study is expected to serve as an academic and policy reference for advancing digital-based customs systems to strengthen excisable goods supervision and safeguard state revenue.