Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Peran Subsidi Pendidikan dalam Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan di Indonesia Raja, Adelia Mestwo Lumban; Nababan, Amanda Agustina; Ayudis, Diaz; Aulia, Dinda; Lubis, Lara Nauly
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3552

Abstract

Pendidikan merupakan bagian penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia. Pemerintah sudah menerapkan beberapa kebijakan subsidi pendidikan agar semua orang bisa mendapatkan akses pendidikan yang adil dan kualitasnya meningkat, terutama bagi keluarga yang memiliki ekonomi lemah. Penelitian ini menggunakan analisis berdasarkan literatur untuk melihat peran subsidi pendidikan dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan. Peneliti menganalisis berbagai sumber seperti buku akademik, artikel jurnal, laporan pemerintah, serta data dari situs resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsidi pendidikan membantu anak-anak dan remaja untuk bisa mengikuti pendidikan formal. Meskipun begitu, untuk meningkatkan kualitas pendidikan, subsidi perlu didukung oleh kebijakan lain, seperti pelatihan guru, perbaikan sarana sekolah, dan pengembangan kurikulum yang inovatif. Penelitian ini juga menyatakan bahwa subsidi pendidikan harus diintegrasikan dalam strategi pembangunan pendidikan secara keseluruhan agar bisa memberi manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Dalam ranah ekonomi publik, dukungan keuangan untuk pendidikan dapat dipandang sebagai langkah strategis pemerintah guna meminimalkan kesenjangan sosial dan meningkatkan efisiensi tenaga kerja di masa depan. Statistik resmi menunjukkan bahwa ada peningkatan tingkat partisipasi sekolah antara 5-10% di kawasan yang kurang beruntung setelah penerapan dukungan tersebut, yang menunjukkan keefektifan dalam memperluas akses pendidikan. Namun, ada berbagai tantangan seperti praktik korupsi dalam pembagian dana dan ketidakmerataan fasilitas yang masih ditangani. Penelitian ini menawarkan suatu model yang menggabungkan subsidi dengan program peningkatan kapasitas bagi pengajar dan modernisasi kurikulum agar dapat memastikan dampak yang berkelanjutan. Dengan cara ini, subsidi bukan hanya sebagai bantuan finansial, melainkan menjadi pendorong untuk perubahan pendidikan yang lebih insklusif dan berkualitas, mendukung visi pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional. 
Kontribusi Pembentukan Modal Bruto dan Aktivitas Perdagangan dalam Mendorong Produk Domestik Bruto Per Kapita di Indonesia Periode 2000–2024 Fitry, Salwa; Andini, Reisya; Putri, Nazwa Aulia; Nababan, Amanda Agustina
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pembentukan modal bruto dan aktivitas perdagangan terhadap Produk Domestik Bruto per kapita di Indonesia selama periode 2000–2024. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode analisis regresi linear berganda untuk melihat hubungan antara variabel penelitian. Data yang digunakan merupakan data sekunder berbentuk runtun waktu yang diperoleh dari World Bank melalui database World Development Indicators (WDI). Dalam penelitian ini, Produk Domestik Bruto per kapita digunakan sebagai variabel dependen, sedangkan pembentukan modal bruto dan perdagangan dijadikan sebagai variabel independen. Sebelum dilakukan estimasi model regresi, terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi guna memastikan bahwa model yang digunakan memenuhi kriteria statistik yang diperlukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan pembentukan modal bruto dan perdagangan memiliki pengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Bruto per kapita di Indonesia. Secara parsial, pembentukan modal bruto menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap Produk Domestik Bruto per kapita, sedangkan variabel perdagangan memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan dalam model penelitian. Nilai koefisien determinasi mengindikasikan bahwa sebagian besar variasi Produk Domestik Bruto per kapita dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen yang digunakan. Temuan ini mengindikasikan bahwa investasi yang tercermin melalui pembentukan modal bruto memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja ekonomi Indonesia selama periode penelitian.
Persepsi Mahasiswa Ekonomi terhadap Kondisi Ketengakerjaan dan Prospek Penyerapan Tenaga Kerja Terdidik di Indonesia Siregar, Najwa Adelia; Butarbutar, Geby Natalia; Nasution, Nazira Maulidia; Nababan, Amanda Agustina; Sari, Dina Aulia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7443

Abstract

Meningkatnya jumlah lulusan perguruan tinggi yang tidak diimbangi pertumbuhan lapangan kerja formal melahirkan fenomena pengangguran terdidik sebagai persoalan struktural yang kian mendesak untuk diatasi. Penelitian ini bertujuan memetakan cara pandang mahasiswa ekonomi terhadap berbagai aspek ketenagakerjaan terdidik, mulai dari akar penyebab pengangguran, pengaruh digitalisasi, efektivitas intervensi pemerintah, relevansi pendidikan tinggi, hingga kesiapan personal memasuki dunia kerja. Studi ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan pengambilan sampel purposif terhadap 100 mahasiswa aktif dari program studi Ekonomi Universitas Negeri Medan, menggunakan kuesioner daring sebagai instrumen pengumpulan data yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui tabulasi frekuensi dan interpretasi naratif. Mayoritas responden menilai ketersediaan lapangan kerja masih jauh dari memadai, dengan standar kualifikasi rekrutmen yang terlampau tinggi sebagai hambatan terbesar bagi lulusan baru, diikuti ketidaksesuaian kompetensi antara lulusan dan kebutuhan industri. Teknologi digital dipandang secara ambivalen: di satu sisi membuka peluang baru di sektor ekonomi digital, namun di sisi lain menggerus posisi pekerjaan konvensional melalui otomasi. Kebijakan pemerintah dinilai belum menghasilkan dampak nyata dalam menjembatani lulusan dengan dunia industri, sementara mahasiswa secara personal mengaku siap bersaing dengan mengandalkan jejaring profesional dan sertifikasi kompetensi sebagai strategi utama. Hasil studi ini menegaskan urgensi penyelarasan kurikulum pendidikan tinggi, kebijakan ketenagakerjaan, dan agenda transformasi digital guna memperluas penyerapan tenaga kerja terdidik secara berkelanjutan.