Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Revitalisasi Budaya Lokal Masyarakat Indonesia di Malaysia: Revitalisasi Budaya Lokal Masyarakat Indonesia di Malaysia Saiful, Saiful; Hamid, Radiah; Nurjannah, Nurjannah; Hasyim, Taufiqurrahman; Sahara, Herman
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.18545

Abstract

Background: Revitalisasi budaya lokal menjadi isu penting dalam konteks globalisasi dan migrasi yang cepat. Masyarakat Indonesia yang tinggal di Malaysia merupakan salah satu kelompok diaspora yang membawa serta beragam tradisi, nilai, dan praktik budaya dari tanah air. Namun, dalam proses adaptasi di lingkungan baru, banyak dari elemen budaya tersebut terancam punah atau kehilangan maknanya. Hal ini mendorong perlunya upaya revitalisasi untuk memastikan bahwa warisan budaya tersebut tetap hidup dan relevan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan, melestarikan dan memperkuat identitas budaya serta meningkatkan kesadaran dan pemahaman anak-anak Indonesia yang tinggal di Malaysia tentang warisan budaya atau identitas budaya yang ada di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan. Metode: Sesi edukasi yang memperkenalkan berbagai aspek budaya Sulawesi Selatan, termasuk bahasa, adat istiadat, musik, dan tari. Melalui presentasi visual, video, dan cerita, anak-anak diajak untuk memahami kekayaan budaya yang menjadi bagian dari identitas mereka. Sesi ini juga diisi dengan tarian tradisional sehingga anak-anak melihat langsung tarian yang berasal dari Sulawesi Selatan. Hasil: Anak-anak mengenal budaya Sulawesi Selatan yang membangkitkan rasa bangga dan penghargaan terhadap budaya dari negaranya. Kesimpulan: Revitalisasi budaya lokal bukan hanya sekadar upaya pelestarian, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam membangun karakter dan identitas anak-anak Indonesia di perantauan. Diharapkan, mereka akan terus meneruskan pengetahuan dan kecintaan terhadap budaya Sulawesi Selatan, sehingga warisan ini tetap hidup dan berkembang di tengah generasi mendatang. Melalui upaya ini, anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi individu yang percaya diri, toleran, dan menghargai keberagaman, serta mampu berkontribusi positif baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas.
Living Abroad, Facing Risks: How Prepared Are Indonesian Diaspora Students for Disasters? Nugroho, Agung; Untarti, Reni; Irawan, Dedy; Mareza, Lia; Pamilu, Agung; Pria Wibowo, Anggun; Sahara, Herman
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Vol. 7 No. 4 (2026): July
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.v7i4.1486

Abstract

Objective: This study aims to analyze the level of preparedness among Indonesian diaspora students in the face of potential disasters, particularly earthquakes and tsunamis, and to identify aspects of preparedness that still need to be improved. Method: This study employed a quantitative approach using a survey method involving 30 fifth-grade students at Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia. The instrument used was the LIPI-UNESCO/ISDR Disaster Preparedness Questionnaire Series 3, which covers four main parameters: knowledge and attitudes, emergency response plans, early warning systems, and resource mobilization. The data was analyzed by calculating the readiness index for each parameter and the overall student readiness index. Results: The research findings indicate that the disaster preparedness level of diaspora students falls into the "nearly ready" category, with an index score of 58.5. The knowledge and attitude (60.8) and emergency response plan (59.6) parameters showed relatively better results, indicating that the students already possess a basic understanding of disaster risks and initial response measures. However, the parameters for early warning systems (44.1) and resource mobilization (40) remain in the low category, indicating limitations in practical experience, understanding of early warning systems, and the ability to act quickly and in a coordinated manner when a disaster occurs. Novelty: This study offers a novel perspective by examining the disaster preparedness of Indonesian diaspora students in the context of cross-border education, where disaster risk characteristics vary. The study highlights how geographical displacement, limited experience with disasters, and differences in disaster communication systems influence students’ level of preparedness. In addition, this study integrates four dimensions of preparedness (knowledge and attitudes, emergency response planning, early warning systems, and resource mobilization) to provide a more comprehensive picture of the preparedness of diaspora students to cope with disasters.