Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Deskriptif Kebijakan Presiden Zaire Dalam Penyelenggaraan Pertandingan Tinju Muhammad Ali Dan George Foreman Dari Perspektif Kebijakan Olahraga Fathuurrahmaan, Amma
Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 2 No 3: November (2025)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ash.v2i3.507

Abstract

Penelitian ini berjudul "Analisis Deskriptif Kebijakan Presiden Zaire dalam Penyelenggaraan Pertandingan Tinju Muhammad Ali dan George Foreman dari Perspektif Kebijakan Olahraga." Latar belakang penelitian ini adalah bahwa kebijakan olahraga di suatu negara tidak hanya dipahami sebagai kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi atletik. Namun, seiring berjalannya waktu, kebijakan olahraga juga telah berkembang menjadi instrumen strategis bagi negara dalam politik internasional, membangun identitas nasional, dan memasarkan branding negara atau nation branding. Rumusan masalah penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana kebijakan Presiden Zaire dalam penyelenggaraan pertandingan tinju Muhammad Ali dan George Foreman dikaji dari perspektif Analisis Kebijakan Olahraga Deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kebijakan olahraga dan teori penyelenggaraan acara olahraga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan tinjauan naratif, dengan pengumpulan data melalui tinjauan pustaka. Temuan penelitian ini adalah Zaire berupaya menciptakan stabilitas politik pascakolonial dan konflik. Presiden Mobutu sebagai pemimpin Zaire memandang peristiwa besar seperti pertarungan Ali Foreman sebagai instrumen untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Zaire adalah negara yang kuat dan mampu menjadi tuan rumah acara internasional. Temuan penelitian selanjutnya adalah bahwa kebijakan olahraga penyelenggaraan pertandingan tinju antara Muhammad Ali dan George Foreman merupakan serangkaian keputusan dan tindakan yang dirumuskan oleh organisasi olahraga atau pemerintah Zaire saat itu untuk mengatur, mengembangkan, dan mengarahkan kegiatan olahraga sehingga tujuan tertentu, yang merupakan bagian dari strategi Mobutu untuk memperkuat legitimasi politiknya melalui ideologi Authenticite di negara tersebut, dapat tercapai secara efektif. Temuan selanjutnya dalam penelitian ini adalah Legitimasi Pemerintah yang dilakukan oleh Mobutu, yang dilakukan melalui intervensi pemerintahnya dalam melakukan pembangunan dan renovasi stadion dan tempat media internasional secara besar-besaran. Proses pembangunan ini dipercepat oleh dukungan politik Mobutu. Menurut Houllihan (1997) dan Green (2007), Mobutu memposisikan dirinya sebagai aktor yang berwibawa, menggunakan legitimasinya untuk memobilisasi sumber daya yang signifikan demi tujuan strategis Mobutu, yaitu mempromosikan pariwisata, menciptakan lapangan kerja, dan menarik investasi asing. Lebih lanjut, acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan pariwisata dan memacu pertumbuhan ekonomi jangka pendek. Namun, menurut Weber (2016), dampak ekonomi dari acara tinju tersebut tidak sepenting yang diharapkan. Meskipun dampak ekonominya tidak sepenting yang diantisipasi, acara tersebut tetap menghasilkan beberapa perbaikan infrastruktur dan memberikan dampak simbolis terhadap perekonomian jangka panjang, terutama dalam hal visibilitas global negara tersebut.
Analisis Hermeneutika Kebijakan Paten Nasi Boran dan Soto Lamongan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan Fathuurrahmaan, Amma
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1805

Abstract

Produk lokal seperti Nasi Boran dan Soto Lamongan merupakan hasil kreativitas budaya yang bersumber dari pengetahuan tradisional masyarakat. Pengetahuan tradisional masyarakat tersebut merupakan cerminan jati diri budaya suatu negara secara umum dan jati diri budaya lokal secara umum. Dalam konteks Indonesia, keberagaman produk lokal seperti batik, kain tenun, kopi Gayo secara umum dan Nasi Boran serta Soto Lamongan secara khusus tidak hanya memberikan kontribusi dan berfungsi secara ekonomi tetapi juga berfungsi sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan. Namun, lemahnya perlindungan hukum terhadap produk lokal mengakibatkan seringnya terjadi klaim dari pihak asing dan hilangnya potensi ekonomi dan budaya bagi masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mematenkan Soto Lamongan dan Nasi Boran dari analisis hermeneutik kebijakan publik dalam fungsinya untuk melindungi warisan budaya Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif atau studi pustaka analisis kebijakan hermeneutik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebijakan Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mematenkan Nasi Boran dan Soto Lamongan, dilihat dari analisis hermeneutika pemikiran Yanow, Ricoeur, dan Taylor, menunjukkan peran Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya, serta memberdayakan ekonomi masyarakat dengan memperkuat legalitas Nasi Boran dan Soto Lamongan dalam bentuk Kebijakan Paten yang diberikan oleh Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual.
Pemanfaatan Teknologi Big Data dalam Penyusunan RPJMDesa di Desa Ulak Kerbau Baru Lionardo, Andries; Putra, Raniasa; Adam, Ryan; Fathuurrahmaan, Amma; Ivana, Ivana; Syafebri, Arrahman; Saleh, Hatta. M
Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): Maret
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/yumary.v6i3.5593

Abstract

Purpose: This study aims to support the government of Ulak Kerbau Baru Village in modernizing the preparation of its Medium-Term Village Development Plan (RPJMDes) through Big Data technology to enhance participatory, transparent, and evidence-based planning. Methodology/approach: The program took place in Ulak Kerbau Baru Village, Tanjung Raja District, Ogan Ilir Regency. Activities included training, technical assistance, and digital community surveys. The tools used were laptops and Android smartphones, while the main software comprised Google Forms, Google Data Studio, QGIS 3.28 Firenze, Microsoft Excel 2021, SPSS 26, and NVivo 12 Plus. Results/findings: The initiative improved the digital data management skills of village officials and increased community participation, with 215 respondents engaging in online surveys. A data-driven RPJMDes was produced, supported by thematic maps and interactive dashboards. NVivo analysis revealed five dominant community priorities: road infrastructure, agriculture, digitalization, education, and health. Conclusions: Integrating Big Data into village planning enhances transparency, accountability, and evidence-based governance. The approach also fosters stronger community engagement and provides a replicable model for other villages with similar characteristics. Limitations: The study was limited by inadequate internet infrastructure and its focus on a single village, which restricts broader generalization. Contributions: This research advances participatory governance and rural planning by demonstrating practical Big Data applications at the village level, offering a model for policymakers and local governments to strengthen data-driven decision-making in rural contexts.