Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN KEBIASAAN JAJAN DAN JUMLAH UANG SAKU DENGAN STATUS GIZI SISWA SMA DI BANJARSARI SURAKARTA Dewi, Sylfi Carmelia; Puspitasari, Dyah Intan; Mardiyati, Nur Lathifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51776

Abstract

Pada masa remaja, terutama di jenjang sekolah menengah atas (SMA), terjadi proses pertumbuhan dan perkembangan yang cepat sehingga diperlukan asupan gizi yang seimbang. Pada periode ini, remaja mulai memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan makanan, termasuk kebiasaan membeli jajanan di luar rumah. Selain itu, besarnya uang saku yang diterima siswa juga berperan dalam memengaruhi status gizi, karena jumlah uang saku dapat memengaruhi jenis serta frekuensi makanan yang dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara kebiasaan jajan dan jumlah uang saku dengan status gizi siswa SMA di Banjarsari, Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain crosssectional. Sebanyak 154 responden dipilih secara purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu siswa aktif dan bersedia menjadi subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan untuk menentukan IMT/U, menggunakan kuesioner kebiasaan jajan, hubungan kebiasaan jajan dan jumlah uang saku dengan status gizi dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 64,3% siswa memiliki status gizi normal, 59,1% kebiasaan jajan siswa berada dalam kategori sedang. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan kebiasaan jajan dengan status gizi dengan nilai p = 0,007. Namun, pada jumlah uang saku dengan status gizi tidak terdapat hubungan dengan nilai p = 0,189. Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan jajan dengan status gizi siswa SMA di Banjarsari, Surakarta. Sedangkan pada uang saku dengan status gizi tidak memiliki hubungan signifikan secara langsung menunjukkan bahwa uang saku bukan satu-satunya penentu status gizi.  
PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS PADA USIA PRODUKTIF: SCREENING AWAL DAN PENYULUHAN DI DESA SRATEN KECAMATAN GATAK Auladi, Muhammad Naufal Mizan; Putri, Anggiana Mawadda; Santoso , Khalisha Ramdhani; Azizah , Jihan Nur; Lefia, Rafika Hasmi; Basyasyah, Fairuz Salsabila; Zahra, Fatia Hilmi; Dewi, Sylfi Carmelia; Az-Zahra, Nafis Fatikhah; Khoirunnisa, Zahra; Nisa, Ninda Khairul; Rukmana, Livya Apriani; Musharrafah, Musharrafah; Pristianto, Arif; Estu Werdani, Kusuma
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3, No.1, Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is one of the chronic metabolic diseases whose incidence continues to increase, especially in productive age. This screening and counseling activity aims to detect diabetes mellitus early and provide counseling related to the prevention and management of diabetes mellitus in productive age communities in Sraten Village, Gatak District, Sukoharjo Regency. The method used includes initial screening of diabetes mellitus using blood sugar checks, blood pressure checks, and body mass index measurements. Then, participants filled out a pre-test of knowledge about diabetes mellitus, followed by counseling on diabetes mellitus, risk factors, signs and symptoms, as well as efforts to prevent and manage diabetes mellitus, and ended with filling out a post-test. A total of 50 residents of Sraten Village who are of productive age participated in this activity. The results of this activity obtained an increase in community understanding of the risk factors and symptoms of diabetes mellitus. Evaluation of this activity showed a good understanding of diabetes mellitus and enthusiasm and active participation from the community to make efforts to prevent and manage diabetes mellitus. The conclusion of this activity is the need for e arly detection and counseling related to diabetes mellitus on a regular basis to increase public awareness, especially at productive age, in efforts to prevent and manage diabetes mellitus. Suggestions that can be given are that similar activities can be carried out routinely for f ollow-up in the form of periodic monitoring and involve more participants from various age groups.