Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Peningkatan Daya Saing Agribisnis Madu Kelulut melalui Inovasi Pemasaran dan Hilirisasi Produk I Putu Gede Didik Widiarta; Riki Andika; Qurratu Aini; Ananda Putra Agung; Cori Qamara
Jurnal Bersama Ilmu Ekonomi (EKONOM) Vol. 1 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/ekonom.v1i4.329

Abstract

Stingless bee honey agribusiness supports sustainable rural development and food security. Small-scale producers in Indonesia face challenges such as limited production capacity, weak branding, and low technological adoption. These barriers reduce their competitiveness in a rapidly expanding natural and functional food product market. This study aims to formulate strategies to enhance the competitiveness of stingless bee honey agribusiness through marketing innovation and product downstreaming in Lempake Village, Samarinda, East Kalimantan. Using a descriptive qualitative approach supported by SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis, this research identifies key internal and external factors influencing business performance. The results show that the kelulut honey agribusiness is positioned in the progressive strategic quadrant (Quadrant I), with strong internal resources and favourable market opportunities. The main strengths lie in high product quality, sustainable local resources, and active farmer institutions, while weaknesses include limited technological capacity and low digital marketing literacy. Opportunities arise from the increasing demand for natural products and government support for downstreaming, whereas threats stem from market competition and fluctuating supply conditions. Strategic recommendations include strengthening digital branding, enhancing post-harvest and processing technology, fostering institutional collaboration, and promoting product diversification to increase added value. These strategies are expected to reinforce local competitiveness, promote sustainable agribusiness growth, and contribute to Indonesia’s long-term food security.
Analisis Ketersediaan Mineral Fe dan Zn serta Aktivitas Antioksidan pada Bee Pollen Snack Bar: Analysis of Fe and Zn Mineral Availability and Antioxidant Activity in Bee Pollen Snack Bar Qurratu Aini; Ananda Putra Agung; I Putu Gede Didik Widiarta; Cori Camara
Integrated Nutrition Journal Vol. 1 No. 2 (2025): Integr. Nutr. J.
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Alamat: Jl. Sambaliung Kampus Gunung Kelua Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/8txa4113

Abstract

Latar belakang: Bee pollen merupakan bahan pangan alami yang kaya mineral esensial dan senyawa bioaktif, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional. Pengolahan bee pollen menjadi snack bar diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan kemudahan konsumsi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis ketersediaan mineral Fe dan Zn serta aktivitas antioksidan pada produk bee pollen snack bar. Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dengan satu faktor yaitu penambahanbee pollen pada produk dengan lima taraf F0, F1, F2, F3 dan F4. Analisis Fe dan Zn dilakukan dengan Spektrofotometri Serapan Atom, sedangkan aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH dan dinyatakan sebagai AEAC. Hasil: Bee pollen snack bar mengandung Fe sebesar 1,7 mg/100 g dan Zn sebesar 0,68 mg/100 g, serta memiliki aktivitas antioksidan sebesar 10,77 mg asam askorbat/g. Kesimpulan: Bee pollen snack bar berpotensi sebagai pangan fungsional sumber mineral Fe dan Zn dengan aktivitas antioksidan yang baik.
Integrating Agribusiness Management, Product Downstreaming, and Consumer Behavior for Sustainable Livestock-Based Food Enterprises Widiarta, I Putu Gede Didik; Ananda Putra Agung; I Gede Arie Mahendra Putra; Muhammad Eriansyah Al Hakim; Made Hardinata Wijakesuma; A.A. Gde Agung Nanda Perwira
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 4 No 1 (2026): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v4i1.1801

Abstract

Latar belakang: Sistem pangan berbasis peternakan berkelanjutan memiliki peran penting dalam menjawab tantangan global terkait ketahanan pangan, gizi, dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Sektor ini masih menghadapi berbagai permasalahan seperti rendahnya efisiensi, keterbatasan nilai tambah, serta lemahnya kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan keberlanjutan produk. Kondisi tersebut menuntut transformasi menyeluruh dari model produksi konvensional menuju sistem agribisnis terpadu yang menghubungkan kompetensi manajerial, inovasi produk, dan strategi berbasis perilaku konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka konseptual integratif yang menghubungkan manajemen agribisnis, hilirisasi produk, dan perilaku konsumen untuk memperkuat keberlanjutan usaha pangan berbasis hasil ternak. Metode: Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka sistematis terhadap publikasi tahun 2020-2025, penelitian ini mensintesis temuan teoritis dan empiris dari konteks global dan Indonesia. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen agribisnis yang efektif melalui kompetensi manajerial, integrasi rantai nilai sirkular, dan digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi dan ketahanan usaha. Hilirisasi produk mendorong penciptaan nilai tambah dan daya saing pasar melalui inovasi teknologi dan pengolahan ramah lingkungan. Sementara itu, perilaku konsumen yang dipengaruhi oleh kesadaran keberlanjutan, kepercayaan sensorik, dan keterikatan emosional berperan penting dalam membentuk preferensi pembelian dan loyalitas merek. Kesimpulan: Integrasi ketiga dimensi tersebut menghasilkan sistem sinergis yang mendorong inovasi, mengurangi limbah, serta memperkuat pertumbuhan pasar berkelanjutan. Kerangka ini berkontribusi pada pengembangan teori agribisnis berkelanjutan dan memberikan implikasi strategis bagi pembuat kebijakan, praktisi, serta wirausaha muda peternakan.