Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KORELASI WORK AS MEANING TERHADAP QUIET QUITTING PADA PEGAWAI PERUSAHAAN WILAYAH JABODETABEK Wahyono, Dhamodhara; Irene, Patricia; Tasrief, Rafly Anugrah M; Julian, Welvin; Chandika, Jessica
Jurnal Psimawa : Diskursus Ilmu Psikologi dan Pendidikan Vol 8 No 2 (2025): EDISI 14
Publisher : Prodi Psikologi- Fakultas Psikologi & Humaniora - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jp.v8i2.6862

Abstract

The advancement of technology, the shift to the Industry 5.0 era, and the adoption of Work From Home (WFH) have changed work dynamics, triggered stress, and reduced employee engagement, contributing to the rise of the quiet quitting. This study analyzes the correlation between work as meaning and quiet quitting among 338 employees in Jabodetabek aged 20 to 40 years. Using a quantitative correlational method with questionnaires, the results found a significant negative correlation (rs = -0.322, p<0.000), meaning that higer perceptions of meaningful work are associated with lower tendecies for quiet quitting. Comparative analysis showed that managerial employees scored highest in work as meaning and lowest in quiet quitting, while operational employees showed the opposite trend. These results emphasize the importance of creating meaningful work environments to boost employee engagement and reduce the likelihood of quiet quitting, especially amid rapid technological and workplace changes.
Hubungan Self-Compassion dan Persepsi Cyber-Ostracism pada Mahasiswa Yang Aktif Menggunakan Media Sosial Instagram dan WhatsApp Tasrief, Rafly Anugrah M; Basaria, Debora
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.1913

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan persepsi cyber-ostracism pada mahasiswa yang aktif menggunakan media sosial Instagram dan WhatsApp. Penelitian menggunakan desain kuantitatif non eksperimental  dengan metode purposive sampling. Penelitian ini melibatkan 248 mahasiswa berusia 18–24 tahun. Pengukuran self-compassion dilakukan menggunakan Self-Compassion Scale versi bahasa Indonesia, dan persepsi cyber-ostracism diukur menggunakan Cyber-Ostracism Scale. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman karena data tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-compassion dan persepsi cyber-ostracism (rs = -0.664, p= 0.000 < 0.05), yang menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tingkat self-compassion lebih tinggi cenderung memiliki persepsi cyber-ostracism lebih rendah. Hasil uji beda mengindikasikan beberapa pola yang konsisten. Mahasiswa yang mulai menggunakan smartphone pada usia ≤ 10 tahun cenderung memiliki persepsi cyber-ostracism yang lebih tinggi. Selain itu, penggunaan media sosial dengan durasi kurang dari 2 jam per hari berkaitan dengan tingkat self-compassion yang lebih tinggi, sementara durasi penggunaan ≥ 5 jam per hari berkaitan dengan persepsi cyber-ostracism yang lebih tinggi. Temuan lainnya menunjukkan bahwa mahasiswa yang telah memiliki akun media sosial selama lebih dari 3 tahun cenderung memiliki tingkat self-compassion yang lebih rendah, sekaligus menunjukkan persepsi cyber-ostracism yang lebih tinggi. Selanjutnya, hasil uji beda juga memperlihatkan bahwa mahasiswa semester 7 memiliki tingkat self-compassion yang lebih rendah, serta mahasiswa yang tinggal bersama orang tua menunjukkan persepsi cyber-ostracism yang lebih tinggi.