Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Sosialisasi dan Praktik Pengelolaan Sampah pada PKK dan BUMDes di Desa Wonosoco, Kudus Wahid Nur Fajri; Muhamad Imanuddin; Farida Yuliani; Asti Nur Afifah; Syaiful Anwar; Dewi Fatimatuzzahroh
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/t1vs4q04

Abstract

Permasalahan sampah di Desa Wonosoco masih tinggi, dengan sebagian besar sampah rumah tangga dibuang di pinggir sungai atau dibakar, yang berpotensi menimbulkan banjir dan berkontribusi pada pemanasan global. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengelola sampah organik dan sampah anorganik melalui pelatihan pembuatan Eco-Enzyme, kompos, dan kerajinan tangan. Tujuan keiatan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat desa Wonosoco terkait pengelolaan sampah. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah Community-Based Research (CBR) dengan melibatkan anggota PKK dan pengurus BUMDes di desa Wonosoco. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan masyarakat, yang ditunjukkan melalui perbandingan Pre-Test dan Post-Test. Pengetahuan mengenai jenis sampah, dampak lingkungan, dan pemilahan sampah meningkat rata-rata 20-30%. Sementara itu, keterampilan dalam mengolah sampah organik dan sampah anorganik juga mengalami kemajuan, meskipun praktik pengolahan sampah anorganik masih memerlukan pendampingan lebih lanjut. Program ini diharapkan mampu mengurangi permasalahan sampah dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
BUDIDAYA UBI KAYU BERKELANJUTAN: REVIEW PENINGKATAN C-ORGANIK TANAH Syaiful Anwar
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol. 3 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v3i2.14867

Abstract

Budidaya ubi kayu di lahan suboptimal menghadapi tantangan serius akibat praktik pertanian intensif yang berdampak pada penurunan kadar C-organik (C-org) tanah. C-organik merupakan komponen penting dalam menjaga kesuburan dan keberlanjutan agroekosistem. Artikel ini menyajikan kajian sistematis terhadap teknik-teknik budidaya ubi kayu yang terbukti mampu meningkatkan kadar C-org tanah. Metode yang digunakan berupa telaah pustaka terhadap 287 artikel ilmiah yang disaring menjadi 22 artikel relevan berdasarkan kriteria tertentu. Hasil kajian mengelompokkan teknik budidaya ke dalam lima kategori utama: pengolahan lahan konservatif, pemupukan organik, penanaman tanaman penutup tanah (Legume Cover Crop/LCC), sistem tumpangsari dan rotasi tanam, serta pengendalian gulma berbasis ekologi. Teknik-teknik ini terbukti mampu meningkatkan kadar C-org tanah secara signifikan, dengan pendekatan berbasis organik dan kearifan lokal petani berperan penting dalam keberhasilan implementasinya. Integrasi antara ilmu pengetahuan modern dan praktik tradisional menjadi kunci dalam pengembangan sistem budidaya ubi kayu yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM PADA BERBAGAI WAKTU PENYIRAMAN Syaiful Anwar; Nindya Arini; Wahid Nur Fajri
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 13 No. 6 (2026): February: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v13i6.7063

Abstract

Water management is a crucial factor in optimizing the productivity of leafy vegetables, including green spinach (Amaranthus sp.), particularly under limited water availability. Appropriate timing of irrigation may influence plant growth dynamics and biomass allocation. The study aimed to evaluate different irrigation times on the growth and biomass distribution of green spinach. The study was using a single factor with a completely randomized design, namely irrigation time, consisting of three treatments: morning irrigation (07:00), afternoon irrigation (16:00), and a combination of morning and afternoon irrigation (07:00 and 16:00). The treatment was replicated six times, resulting in 18 experimental units. Irrigation volume was standardized based on field capacity. Growth variables observed involved plant height, stem diameter, and number of leaves, while production variables consisted of fresh and dry weights of shoots and roots, as well as the shoot-to-root ratio. Data were analyzed using analysis of variance, with by the Honestly Significant Difference (HSD) test at a 5% significance level. The irrigation timing significantly affected plant height, number of leaves, and shoot-to-root ratio, but had no significant effect on stem diameter or total fresh and dry biomass. Morning irrigation produced a higher shoot-to-root ratio, indicating more efficient biomass allocation to the edible parts of the plant. In conclusion, morning irrigation is recommended as a practical water management strategy to support vegetatif growth and improve resource use efficiency in green spinach cultivation.
ALIH TEKNOLOGI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK ASAL LIMBAH RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN KERANJANG TAKAKURA Farida Yuliani; Syaiful Anwar; Riany Aulia Shabila; Maulina Farhana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31713

Abstract

Abstrak: Sampah organik menyumbang 60% dari total sampah di pembuangan akhir. Sampah organik memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat, misalnya kompos. Pengelolaan sampah organik yang tepat dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi volume sampah sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan. Solusi yang diterapkan adalah mengolah sampah organik menggunakan keranjang Takakura yang dapat dilakukan dan diterapkan di rumah warga. Pengabdian bertujuan untuk memberi pengetahuan mengenai pembuatan dan pemanfaatan pupuk organik berbasis limbah rumah tangga menggunakan keranjang Takakura kepada 30 peserta yang merupakan anggota dari Bank Sampah Muria Berseri. Metode pelaksaan kegiatan ini dibagi menjadi lima tahap yaitu: (1) Pre-test wawasan peserta (2) sosialisasi dan demonstrasi penggunaan keranjang Takakura, (3) pendampingan praktik pembuatan pupuk, (4) post-test wawasan peserta dan (5) monitoring hasil fermentasi pupuk selama 21 hari. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dengan pemanfaatan keranjang Takakura berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan anggota bank sampah dalam mengolah sampah organik dari rumah tangga menjadi pupuk organik hingga 30%.Abstract: Organic waste accounts for 60% of the total waste in landfills. Organic waste actually has great potential to be processed into useful products, such as compost. Therefore, proper organic waste management can be an effective solution to reduce waste volume while supporting environmental conservation efforts. One of the solutions offered is to process organic waste is by using Takakura baskets that can be done and applied in people's homes. This community service activity aims to provide knowledge about the manufacture and utilization of household waste-based organic fertilizer using Takakura baskets to participants who are members of the Muria Berseri Waste Bank. The method of implementing this activity is divided into five stages, namely: (1) Pre-test of participants' insights (2) socialization and demonstration of the use of Takakura baskets, (3) assistance in fertilizer making practices, (4) post-test of participants' insights and (5) monitoring the results of fertilizer fermentation for 21 days. Community service activities with the use of Takakura baskets have succeeded in increasing the understanding and skills of waste bank members in processing household organic waste into organic fertilizer by 30%.
EFEKTIVITAS APLIKASI GIBERELIN (GA?) PADA BERBAGAI WAKTU DAN KONSENTRASI TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL CABAI MERAH KERITING (Capsicum annuum L.) Khairul Anwar; Nindya Arini; Syaiful Anwar; Af’idzatuttama Af’idzatuttama; Lulu Fatikhatul Maryamah
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 14 No. 3 (2026): Agustus: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v14i3.7283

Abstract

The productivity of curly red chili (Capsicum annuum L.) remains relatively low due to suboptimal management of plant growth regulators, particularly gibberellic acid (GA?). Although GA? is known to stimulate vegetative growth and reproductive development, information regarding the effectiveness of different application timings and GA? concentrations in curly red chili is still limited. This study aimed to evaluate the effects of GA? application timing and concentration on the growth and yield of curly red chili and to identify the most effective treatment. The novelty of this study lies in the comprehensive evaluation of the combined effects of GA? application timing and concentration on both vegetative growth and yield components of curly red chili within a single experimental framework. The experiment was conducted from June to September 2025 at the Experimental Farm of the Faculty of Agriculture, Universitas Muria Kudus, using a factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with three replications. The first factor was GA? application timing (3, 6, and 8 weeks after transplanting, WAT), while the second factor was GA? concentration (0, 90, 110, and 130 ppm). The results showed that there was no significant interaction between application timing and GA? concentration for most growth and yield parameters. A GA? concentration of 130 ppm produced the best response, increasing plant height to 71.11 cm, leaf number to 147.92 leaves, branch number to 4.56 branches, accelerating flowering to 24.64 days after transplanting (approximately 36.1% earlier than the control), increasing fruit number to 27.22 fruits per plant (approximately 17.1% higher than the control), and producing the highest shoot dry weight of 27.22 g. This study provides further evidence of the physiological responses of curly red chili to different GA? concentrations and application timings. Practically, the findings suggest that the application of 130 ppm GA? can be recommended as an effective cultivation strategy to improve the growth and productivity of curly red chili.