Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGETAHUAN DASAR SENI RUPA DAN KETERAMPILAN SERTA PEMBUATAN BAHAN AJAR DENGAN TEKNIK MONTASE Probosiwi, Probosiwi
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.059 KB) | DOI: 10.12928/jp.v1i2.336

Abstract

Tujuan dari penulisan ini adalah bagaimana mengajarkan kepada para guru sekolah dasaragar dapat membuat bahan ajar berbasis seni rupa dan keterampilan. Hal ini mengarah pada caraatau metode pembelajaran yang menarik dengan melakukan praktik melalui pendampingan. Gurudalam menjalankan proses pembelajaran dibutuhkan suatu bahan ajar karena digunakan untukmembantu guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Dan dari proses belajar mengajar ini akandiperoleh suatu hasil yang pada umumnya disebut hasil pengajaran. Salah satu bentuk bahan ajaradalah karya seni dan keterampilan dua dimensi yaitu montase pada media kertas sebagai bentukrepresentasi suatu ide atau fenomena yang terjadi di sekitarnya. Proses pembuatan menggunakankaidah unsur dan prinsip dasar seni rupa untuk menghasilkan karya yang estetis
PENGETAHUAN DASAR SENI RUPA DAN KETERAMPILAN SERTA PEMBUATAN BAHAN AJAR DENGAN TEKNIK MONTASE Probosiwi Probosiwi
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i2.336

Abstract

Tujuan dari penulisan ini adalah bagaimana mengajarkan kepada para guru sekolah dasaragar dapat membuat bahan ajar berbasis seni rupa dan keterampilan. Hal ini mengarah pada caraatau metode pembelajaran yang menarik dengan melakukan praktik melalui pendampingan. Gurudalam menjalankan proses pembelajaran dibutuhkan suatu bahan ajar karena digunakan untukmembantu guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Dan dari proses belajar mengajar ini akandiperoleh suatu hasil yang pada umumnya disebut hasil pengajaran. Salah satu bentuk bahan ajaradalah karya seni dan keterampilan dua dimensi yaitu montase pada media kertas sebagai bentukrepresentasi suatu ide atau fenomena yang terjadi di sekitarnya. Proses pembuatan menggunakankaidah unsur dan prinsip dasar seni rupa untuk menghasilkan karya yang estetis
ANALISIS ESTETIKA VISUAL SENI LUKIS PADA KARYA PESERTA DIDIK KELAS III SEKOLAH DASAR Probosiwi Probosiwi; Wahyu Wulan Ardiyanti
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 14, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v14i1.43312

Abstract

AbstractThe purpose of this paper is to describe the visual aesthetics of the third-grade students' painting based on lines, colors, shapes, and gradations, as well as to explain the type of painting. The method used is a qualitative type with a descriptive approach. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews, and document review. The results showed that based on the elements of fine art, the work of students had their beauty based on the perspective of each person who saw it, and there were various types of paintings by students. Still, the types of paintings that often appeared in the lower classes were naturalistic and transparency types. by following under the characteristics of lower-class students. Keywords: Painting, Visual Aesthetics, Children Painting Type. AbstrakTujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan estetika visual karya seni lukis peserta didik kelas III berdasarkan garis, warna, bentuk, dan gradasi serta menjelaskan tipe lukisan. Metode yang digunakan menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan unsur-unsur seni rupa, karya peserta didik memiliki keindahannya masing-masing berdasarkan sudut pandang setiap orang yang melihatnya, serta terdapat tipe lukisan peserta didik yang beragam, namun tipe lukisan yang sering muncul di kelas bawah adalah tipe naturalistik dan tipe transparansi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik kelas bawah. Kata Kunci: Seni Lukis, Estetika, Tipe Lukisan Anak.
PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN DARING DI SEKOLAH DASAR PADA MASA PANDEMI Nurohimah Puji Astuti; Probosiwi Probosiwi
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.253 KB) | DOI: 10.33578/jpfkip.v11i4.8610

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru sebagai pengajar, fasilitator, motivator dan evaluator dalam pembelajaran daring dan faktor pendukung serta faktor penghambat pada peran guru dalam pembelajaran daring pada mata pelajaran bahasa Jawa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru bahasa Jawa dan peserta didik kelas III SD Muhammadiyah Karangturi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik dan data. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru sebagai pengajar, fasilitator, motivator dan evaluator dalam pembelajaran daring pada mata pelajaran bahasa Jawa sudah terlaksana dengan baik, dibuktikan dengan guru selalu menerapkan dan beradaptasi terhadap teknologi pembelajaran daring agar peserta didik mampu belajar secara maksimal. Kemudian faktor pendukung terhadap terlaksananya peran guru tersebut didukung dengan fasilitas buku dan teknologi serta bantuan kuota internet dari pemerintah. Faktor penghambat terjadi karena kurangnya motivasi belajar dan kesibukan orang tua yang bekerja.
The integration of indigenous knowledge in the social studies classroom to promote intercultural competence Kirana Prama Dewi; Probosiwi Probosiwi; Isna Rahmawati
Taman Cendekia: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/tc.v6i2.13401

Abstract

Indonesia is a heterogeneous population that speaks various languages and has a wide range of cultural, racial, religious, traditions, and indigenous knowledge. In our multicultural and globalized society, intercultural competence is becoming more critical. This study aimed to discover how to integrate indigenous knowledge into the social studies classroom to promote intercultural competence. The method used was descriptive qualitative analysis. The subjects of this study were students in two classes and a lecturer. Data collection techniques used were interviews, observation, and a reflective journal. This research used data triangulation techniques to check the data validity. The result showed 1) integrating indigenous knowledge in the social studies classrooms through eight steps: collection and identifying, analyzing, implementing, evaluating students, reflecting the cultural value, evaluating the lesson process, expanding, and sharing, and 2) The intercultural competence students were also identified in the significant increase on four dimensions: knowledge, attitude, skills, and behavior.
Creative process of elementary school teacher education students in making Ecoprint: Aesthetic habitus studies : English Probosiwi; Fery Setyaningrum
Taman Cendekia: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/tc.v6i2.13699

Abstract

The purpose of writing this article is to describe the creative process of making an ecoprint by students. The background of the writing is that there is a relationship between students' creative process in making patterns with aesthetic habitus in the eco print stages. The method used is qualitative with a narrative approach. The subjects studied were even semester students for the 2021/2022 academic year, while the object of study was making an ecoprint in groups. Data collection techniques were carried out using observation and document review. The data analysis selected is narrative techniques. The study results show that steamed ecoprint works are carried out through a creative process involving habitus to achieve the work's aesthetics. The achievement of aesthetic habitus in the creative process is supported by five stages, namely: (1) the stage of understanding or problem formulation; (2) the preparation stage; (3) the incubation stage; the (4) stage of illumination; (5) verification stage. The essence of habitus is the condition of any objectification and perception described in the actions taken by PGSD UAD students who apply to learn behavior with nature and identify natural materials in ecoprint techniques and with assistance from supporting lecturers and art practitioners. Keywords: Creative process, Ecoprint, Aesthetic habitus
Visualization of Krebet Wood Mask in Visual Arts Learning For PGSD Students: A Study of Creativity Habitus Probosiwi Probosiwi; Fery Setyaningrum; Dyah Lyesmaya; Lilik Binti Mirnawati; Desiana Muryasari; Dian Effendi
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 32 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v32i22023p119-129

Abstract

This article is research results about making Krebet “batik” masks in groups carried out by PGSD students. Research’s aims to describe the application of Pierre Bourdieu's concept of habitus and Wallas' creative process. Research methodology is qualitative and case study approach. Data collection techniques are observation and document review. Data analysis techniques are data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The subjects researched were PGSD FKIP UAD students, while the objects were Krebet wooden batik masks. Results show that: (1) students applying habitus concept in the practice of making “batik” wooden masks (knowledge, understanding, perceptions, values, and actions) that are internalized as part of society in Yogyakarta; (2) students were integrated habitus concept in the stages of the creative process: (a) the preparation stage which is carried out by forming groups and discussing the theme of “batik” motifs; (b) incubation stage, search for inspiration forms explored of motifs following “batik” objects; (c) illumination stage on the surface of the mask with "canthing" and liquid wax according to the design; d) verification stage by testing new visualization ideas in making designs on paper and transferring them to the wood directly based on the basic elements of fine art.
Peran Guru Dalam Proses Kreatif Batik Tulis Peserta Didik di Sekolah Dasar Probosiwi Probosiwi; Nurul Aulia Dewi
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 29 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v29i22020p128-144

Abstract

This article aims to describe the process of student creativity, explain the role of teachers in developing student creativity, and explain the supporting and inhibiting factors in developing students' creativity in the local subject “batik tulis” at SD Muhammadiyah Bantul City. The method used is a qualitative type with a descriptive approach. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and document review. The results showed that the creative process of students in making written batik works well, namely from the aspect of the individual (person), encouragement (press), critical thinking skills (process), and tangible creativity (product). The teachers perform their roles as well as demonstrator, class manager, mediator, facilitator, and evaluator. Tujuan artikel ini untuk mendeskripsikan proses kreativitas peserta didik, peran guru dalam mengembangkan kreativitas peserta didik, serta menjelaskan faktor pendukung dan penghambat dalam mengembangkan kreativitas peserta didik pada mata pelajaran muatan lokal batik tulis di SD Muhammadiyah Bantul Kota. Metode kualitatif digunakan dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kreativitas peserta didik dalam membuat karya batik tulis berlangsung dengan baik, yakni dari aspek individu, dorongan, keahlian berpikir kritis, dan kreativitas berwujud. Guru menjalankan perannya dengan baik, yakni sebagai demonstrator, pengelola kelas, mediator, fasilitator, dan evaluator.