Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Gambaran Golongan Darah Sistem ABO dan Rhesus Siswa SMA dalam Kegiatan EXPO 2024 A. Arviani Desianti Nur; Sitti Rahbiah Akram; Ririn Feriana Basri; Dahniar Dahniar; Dirgah Agum Parawansa
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v5i2.99

Abstract

Blood is classified into four main types: A, B, AB, and O. Besides the ABO system, the Rhesus (Rh) system is also important to identify. Knowing one's blood type is essential, especially for safe and effective blood transfusions. Blood typing ensures compatibility between donors and recipients.This study was conducted at the Sandeq Ballroom, Claro Hotel Makassar, during the Sulawesi Education Techno (EXPO) 2024, held from January 23–25, 2024. The participants were high school students attending the event. A total of 258 students voluntarily participated in blood and Rh typing using a convenience sampling method. Results showed that blood type O was the most dominant, followed by types B, A, and the least common was type AB. This distribution is consistent with the general blood type distribution in Indonesia, where blood type O is the most prevalent. This data can serve as a reference for planning future blood donation drives and increasing awareness about the importance of knowing one's blood type, especially among young people
Faktor Yang Mempengaruhi Minat Siswa Untuk Menjadi Pendonor Darah Pemula Dahniar, Dahniar; Nur, A Arviani Desianti; Hidayat, Muh Riyan; Syamri, Hilya Tushaleha
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 4 (2026): Februari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/wmv7n251

Abstract

Minat donor adalah ketertarikan seseorang untuk mendonorkan darahnya. Tujuan dari kegiatan pkm ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat siswa untuk menjadi pendonor darah pemula. Fokus kajian meliputi tingkat pengetahuan, sikap, motivasi, dukungan lingkungan, serta pengaruh edukasi kesehatan terhadap keputusan siswa dalam berpartisipasi sebagai pendonor darah. Metode yang digunakan dalam pemberian edukasi adalah metode ceramah dengan sasaran 50 siswa SMAN 12 Makassar. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan kemudian dilanjutkan pemeberian edukasi dan diskusi, serta pemeriksaan golongan darah. Pemberian edukasi memberikan pemahaman kepada siswa bahwa donor darah sangat penting dan memiliki banyak manfaat, selain itu juga diberikan edukasi terkait syarat-syarat untuk menjadi pendonor darah. Hasil edukasin menunjukkan bahwa minat siswa untuk menjadi pendonor darah pemula dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang baik, sikap positif, motivasi altruistik, serta dukungan dari sekolah dan lingkungan sosial. Edukasi dan sosialisasi donor darah secara berkelanjutan berperan penting dalam meningkatkan minat dan partisipasi siswa sebagai pendonor darah pemula.
Tingkat Partisipasi Pendonor Reaktif IMLTD terhadap Konseling Pascadonor Sitti Rahbiah Akram; Ririn Feriana Basri; Dahniar, Dahniar; A. Arviani Desianti Nur
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i4.6643

Abstract

Screening for Transfusion-Transmissible Infections (TTIs) is an essential process in obtaining safe blood. Donors with reactive screening results must receive counseling, which is preceded by a notification process informing the donor of their test results, followed by post-donation counseling. Post-donation counseling is crucial to gather demographic information and assess risk exposure among donors with positive results. This study aims to determine the level of participation of reactive donors in attending post-donation counseling. It is a quantitative descriptive study using secondary data from the Blood Transfusion Unit of the Indonesian Red Cross (UTD PMI) of South Sulawesi Province. The study population consisted of donors who tested reactive for Transfusion-Transmissible Infections, with samples being those reactive donors who attended post-donation counseling. The results showed that out of a total of 353 reactive donors, only 33% attended counseling, while 67% did not. Several factors contributed to the absence of reactive donors during counseling sessions, including difficulties in contacting the donors and a lack of willingness to attend counseling. Considering the importance of donor counseling for the donors themselves, their families, and the community, it is a crucial activity to implement. Donor counseling contributes to the continuity of health services, plays a key role in preventing further transmission of infections, assists in outbreak control, and helps reduce the disease burden on the national health system.
Edukasi Kesehatan: Peran Penting Hemoglobin Terhadap Donor Darah Nur, A Arviani Desianti; Dahniar, Dahniar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 12 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i12.4086

Abstract

Kegiatan donor darah merupakan upaya penting dalam menjaga ketersediaan darah yang aman dan berkualitas, salah satunya dipengaruhi oleh kadar hemoglobin (hb) pendonor. Rendahnya pemahaman masyarakat, khususnya pada kelompok usia produktif, mengenai peran hb menjadi salah satu faktor yang menyebabkan ketidaksiapan dalam memenuhi persyaratan donor darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai peran penting hb terhadap kelayakan donor darah. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan di SMA Negeri 12 Makassar pada siswa kelas XII melalui penyampaian materi menggunakan media presentasi, diskusi, dan tanya jawab. Evaluasi kegiatan ini dilakukan secara deskriptif berdasarkan partisipasi dan antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pengertian, fungsi, dan pentingnya kadar hb sebagai salah satu syarat utama donor darah. Edukasi kesehatan ini efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam mempersiapkan calon donor darah yang sehat dan berkualitas di masa mendatang.