Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Desain dan Pengujian Prototipe Sistem Kontrol Mesin Sprayer Dosis Variabel untuk Aplikasi Penyemprotan Pertanian Presisi Muhammad Rizal; I Dewa Made Subrata; Radite Praeko Agus Setiawan
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 4 No. 2 (2016): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1992.054 KB) | DOI: 10.19028/jtep.04.2.%p

Abstract

AbstractPresently. Rise of crop production often face major obstacle, such as plant disease and pests.Crop losses can occur when plant disease and pests are not treated properly. However, excessive use of chemical pesticide cause environmental damage.The objective of present study was to develop and evaluate control system of variable rate sprayer and its performance for precision farming. The methods consist of some sequential steps i.e. measuring disease and pest intensity and determine its respective dose then input itin microcontroller grid sequence; controlling several sprayer components, i.e. pump motor, solenoid valve, and proximity sensor for plant detection; and conducting performance test of sprayer prototype based on microcontroller data input. The results showed that in order to obtain appropriate flow rate correspond to disease and pest intensity, a PWM (pulse width modulation) ranged of 100-250, 217-592 rpm of motor speed, 2-10 sec/plant of spray duration, and 4-11 ml/s of flow rate, were used. The field test with data input, i.e. 120 plants, with 8.1% and 15.5% of disease intensity, 10 and 8.3 ml/sec/row (10m/row), and 20 and 60 sec/plant of spray duration; generated average actual results with 10.2 and 7.8 ml/sec/row of flow rate and 23.2 and 64.3 sec/plant of spray duration. The field test also indicates 91% of precision time of application.AbstrakPeningkatan produksi tanaman seringkali dihadapkan adanya gangguan hama dan penyakit. Kerugian besar bahkan kegagalan panen dapat terjadi bila gangguan tersebut tidak diatasi dengan baik. Penggunaan pestisida yang berlebihan membahayakan lingkungan dan kehidupan manusia akibat zat kimia yang terdapat pada pestisida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang, pabrikasi dan menguji kinerja prototipe sistem kontrol mesin sprayer dosis variabel untuk aplikasi penyemprotan pertanian presisi. Metode pengujian yang digunakan yaitu input intensitas serangan hama, dosis semprotan tiap serangan, dan urutan grid pada mikrokontroler, mengontrol komponen sprayer seperti motor pompa, solenoid valve, dan sensor jarak deteksi tanaman,menguji kinerja prototipe mesin sprayer berdasarkan input yang diberikanpada mikrokontroler, dan melakukan penyemprotan secara presisi. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa untuk mencapai debit semprotan yang sesuai dengan intensitas serangan hama digunakan PWM 100-250, kecepatan motor 217-592 rpm, lama semprotan 2-10 detik/tanaman, dan debit 4-11 ml/detik. Hasil pengujian lapangan pada 120 tanaman dilakukan penyemprotan dengan debit 10 ml/detik setiapblok sepanjang 10 m pada intensitas serangan hama 8.1% diperoleh lama semprotan 20 detik. Sedangkan penyemprotan dengan debit 8.3 ml/detik per blok tanaman yang sama pada intensitas serangan hama 15.5% diperoleh lama semprotan 60 detik. Sehingga hasil pengujian lapang diperoleh lama penyemprotan rata-rata 23.2 detik dengan debit semprotan aktual 10.2 ml/detik dan 64.3 detik untuk debit semprotanaktual 7.8 ml/detik. Perbandingan antara prediksi dan aktual diperoleh akurasi penyemprotan sebesar 91%.
Modifikasi Alat Pengomposan Berbasis Internet of Things pada Proses Dekomposisi Kompos Fahrul Rahman; Lahming Lahming; Fathahillah Fathahillah; Khaidir Rahman; Muhammad Rizal
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 8, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v8i2.23418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan langkah-langkah kerja dalam memodifikasi alat pengomposan  berbasis Internet of Things dalam proses dekomposisi kompos dan untuk mengetahui hasil modifikasi alat pengomposan berbasis Internet of Things dapat memberikan kinerja yang efektif dan efisien dalam proses dekomposisi kompos. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan jenis penelitian Research and Development (R & D) dengan model Waterfall. Variabel yang dikontrol adalah suhu ruang dan kelembaban bahan dengan menggunakan sensor soil moisture dan sensor DHT11. Data yang diperoleh dari hasil pembacaan sensor akan ditampilkan melalui aplikasi android yaitu Blynk. Hasil Penelitian menunjukkan sensor yang digunakan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan keinginan peneliti, Pada proses pengujuan fungsional tingkat kesalahan sensor soil moisture dan DHT11 masing- masing 0.16 % dan 0.03%. Serta pada saat pengujian oprasional sensor dapat membaca dengan baik mengikuti fluktuasi pergantian suhu dan kelembaban lingkungan sekitar yaitu pada pukul 07:00, 12:00 dan 18:00 WITA
Design of a Greenhouse Room Temperature and Humidity Control System Using a DHT 22 Sensor Husnul Mubarak; Muhammad Rizal; Iqbal Iqbal; Abdul Waris; Muhammad Tahir Sapsal; Imam Suelfikhar
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 15, Nomor 2, Oktober 2022
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/at.vi.943

Abstract

Temperature and humidity conditions in plant growth are one of the important factors. Instability of temperature and humidity is often a problem that makes plants grow not optimally. The use of a green house is one way to artificially maintain temperature and humidity, but it still experiences several problems due to unstable weather conditions that affect conditions in the green house space. The control system uses temperature and humidity sensors (DHT 22) to measure the conditions in the green house space which can be used to maintain the stability of temperature and humidity in the green house. This control system will be connected to a water pump connected to a misting device where the water vapor produced by the misting is expected to be able to maintain the humidity in the green house room, and the control device will be connected to a fan which is expected to be able to maintain the temperature conditions in the green house room. The measurement data of the control system tool using the DHT 22 sensor will be compared with the hygrometer measurement data for the calibration process. Testing the function of the control device is carried out by looking at the response of the fan and pump to the setting point on the DHT 22 sensor reading. This control system is very important to apply because it can become the basis for developing greenhouses in the future, and as a basis for developing several control systems related to plant growth. The calibration results for the DHT 22 sensor and hygrometer readings obtained an error value of 0.27 °C for the temperature sensor and 1.23% for the humidity sensor. This value indicates that the sensor reading error is within the temperature sensor tolerance standard, which is ±0.5 °C and the humidity sensor tolerance is ±5%. For the results of testing the response of the pump and fan to the setting point, it shows that the two tools work well. So that it can be concluded that the design of the tool can function properly in controlling the green house space to maintain temperature and humidity stability.
PKM Pengembangan Produk Kubis Menjadi Sauerkraut DI Desa Tombolo Pao Kabupaten Gowa Rahmah, Nur; Indrayani; Rizal, Muhammad
Abdi Techno Jurnal AbdiTechno, Vol. 2, Nomor. 2, Juli 2022
Publisher : Departemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70124/abditechno.v2i2.583

Abstract

Kubis merupakan produk hortikultura yang sangat melimpah dan mudah rusak. Hasil panen yang melimpah adalah salah satu masalah yang dihadapi oleh petani. Hal yang tidak dapat dihindari jika surplus tanaman hortikultura adalah rentannya kerugian yang diterima oleh petani disebabkan banyaknya produk yang terbuang karena mengalami pembusukan sehingga tidak memberikan keuntungan secara ekonomi. Berbagai upaya dilakukan untuk mengelolah produk-produk hortikultura pada kondisi tersebut, salah satunya dengan memberi perlakuan dengan mengolahnya menjadi pangan fermentasi yang dapat mengurangi resiko kerugian. Kubis yang sangat mudah membusuk menjadi pilihan pangan yang akan difermentasi, mengingat jumlahnya yang melimpah di desa Tombolo Pao. Fermentasi adalah cara yang dapat mencegah kerusakan pada kubis, dibantu oleh beberapa bakteri asam laktat. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberi jalan keluar bagi permasalahan mitra akibat surplus tanaman kubis. Penyuluhan yang diberikan antara lain adalah : 1) menentukan tata cara pembuatan asinan kubis; 2) mengetahui pengaruh penambahan garam pada fermentasi asinan kubis; 3) dan untuk mengetahui karakteristik asinan kubis yang dihasilkan dari beberapa perlakuan. Dari pelaksanaan kegiatan PKM dapat disimpulkan bahwa Kelebihan hasil panen kubis dapat termanfaatkan melalui pembuatan pangan fermentasi Sauerkraut
Penerapan Mesin Pemotong Padi (Power rice cutter) pada Kelompok Tani Padi Di Kelurahan Banyorang Kabupaten Bantaeng Salim, Iqbal; Rizal, Muhammad; Azis, Abdul; Achmad, Mahmud; Gemala Hardinasinta; Husnul Mubarak; Mursalim; Junaedi Muhidong; Salengke; Ahmad Munir; Sitti Nur Faridah; Abdul Waris; Daniel Useng; Suhardi; Diyah Yumeina; Olly Sanny Hutabarat; Haerani; Muhammad Tahir Sapsal; Intan Febriana; Hartono; Anugrah Feri Hermanto; Dedianto Pasomba
Abdi Techno Jurnal AbdiTechno, Vol. 4, Nomor 2, Juli 2024
Publisher : Departemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70124/abditechno.v4i2.1361

Abstract

Pemotongan padi saat panen secara manual dengan sabit menyebab tingkat kehilangan mendekati 5%. Sekitar 1000 ha persawahan yang ada di kecamatan Tompobulu berada pada ketinggian 500 meter dari permukaan laut (mdpl) dengan petakan-petakan kecil (<0,15 ha) dan berpola sawah terassering. Masalah utama yang dihadapi petani di kecamatan Tompobulu kabupaten Bantaeng dalam penanganan panen padi adalah tingginya susut (losses) baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Permasalahan tersebut berakibat adanya kecenderungan tidak memberikan insentif kepada petani untuk memperbaiki tingkat pendapatannya. Padi atau gabah yang kadar airnya tinggi mempunyai sifat mudah rusak dan akan mengalami susut pada saat penanganan panen. Menurut BPS (2021) angka produksi gabah sebesar 75 juta ton GKG (Gabah Kering Giling) sesungguhnya dapat lebih tinggi lagi apabila dilakukan penanganan yang baik pada saat panen (2). Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS, 2021) menunjukkan bahwa susut hasil panen padi di Indonesia saat ini masih cukup tinggi, yaitu 9,5% yang terjadi pada saat panen dan 4,8% saat perontokan (2). Penanganan panen yang baik dan tepat dapat menekan susut dan menghasilkan kualitas gabah/beras yang tinggi sehingga dapat meningkatkan harga jual gabah/beras petani. Teknologi penekanan kehilangan hasil yang dipilih untuk diterapkan harus teknologi yang sesuai dengan spesifik lokasi. Secara umum metode atau teknologi untuk menekan kehilangan hasil panen dapat ditempuh dengan sistem panen beregu, yang dilengkapi dengan unit alat pemotong dan perontok dengan penerapan proses yang baik. Pada daerah dengan pemilikan lahan sempit, penerapan teknologi yang dapat dilakukan yaitu dengan cara pengembangan sistem panen yang dilengkapi dengan mesin pemotong padi (power rice cutter) dan perontok padi atau Power Thresher.
Pemanfaatan Pipa Paralon Sebagai Alat Penabur Pupuk Sederhana Rizal, Muhammad; Firdaus, Firdaus
Abdi Techno Jurnal AbdiTechno, Vol. 5, Nomor 2, Juli 2025
Publisher : Departemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70124/abditechno.vi.1836

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bagian integral dari kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia dan bertujuan untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa serta memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat maka dalam pelaksanaan KKN ini mahasiswa diharapkan dapat berperan aktif dalam mengimplementasikan pentingnya memanfaatkan suatu teknologi khususnya bagi para petani seperti pembuatan prototype alat pemupuk sederhana menggunakan pipa paralon yang dimana hal ini didukung oleh program kerja mahasiswa sesuai dengan keahlian masing-masing peserta KKN. pembuatan alat pemupuk dibuat berdasarkan hasil observasi dari beberapa petani yang dimana Pemupukan manual seringkali tidak merata dan efisien. Petani mungkin kesulitan mendistribusikan pupuk dengan cermat. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa diharapkan dapat berperan aktif dalam mengimplementasikan pemanfaatan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para petani. Salah satu contoh implementasinya adalah pembuatan prototipe alat pemupuk sederhana menggunakan pipa paralon. Latar belakang pembuatan alat ini adalah karena pemupukan manual seringkali tidak merata dan kurang efisien bagi petani, di mana mereka kesulitan mendistribusikan pupuk dengan cermat.
Exploration of Bacteria in Red Chili Plant Soil with Potential as Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Miladiarsi Miladiarsi; Muhammad Rizal; Padil Wijaya
Acta Solum Vol. 3 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Department of Soil, Faculty of Agriculture, Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/actasolum.v3i3.3419

Abstract

Soil fertility depends on the availability of sufficient nutrients for plant absorption. Chemical fertilizers can be used to provide sufficient N and P, but this affects soil health. The presence of rhizobacteria act as biofertilizers by increasing nutrients and altering soil formation, especially in the phosphate and nitrogen cycles. Phosphate-solubilizing and nitrogen-fixing bacteria play a role in increasing soil fertility and improving unstable soil properties. This study aims to identify rhizobacteria that have the potential as PGPR to increase N and P levels in the soil. Soil samples were collected randomly at a depth of 10 cm around chili plant roots. Bacteria were isolated using serial dilution and cultured on Pikovskaya medium. A total of 27 isolates produced clear zones with the highest solubility index and were inoculated on Nitrogen-Free Bromthymol Blue Agar (NFB) to evaluate N fixation through a color change from green to blue, as well as hypersensitivity tests on tobacco plants. Isolates showing the highest P solubility, highest N fixation ability, and no necrosis in tobacco were inoculated into sterile soil to analyze compound changes. Soil N content was measured using the Kjeldahl method, while phosphate levels were analyzed using the Bray I and HCl methods. The results of the study showed that the addition of KE2.15 isolate to the soil after 4 weeks of application increased the total organic N and available P content, making it a potential biofertilizer.