Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Praktik Utang Piutang Uang Dikalangan Masyarakat Desa Lambu Dalam Perspektif Prinsip Syariah Sri Apriani; Umar Sagaf; Muh. Yunan Putra
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 8 No. 7 (2026): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v8i7.12310

Abstract

This study examines money lending and borrowing practices in Lambu Village, Bima Regency, by assessing their compliance with sharia principles. This research employs a qualitative approach using a descriptive-analytical method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings indicate that lending and borrowing transactions within the community are generally conducted informally, based on kinship and trust, without any written contract. Informal loans are preferred by the community because they are considered easier, faster, and less complicated. However, in practice, additional payments beyond the principal amount of the debt were found to have developed as a social custom. These additional payments potentially contain elements of riba. In addition, the absence of a clear contract may also lead to gharar, or uncertainty, in transactions. The community’s understanding of sharia principles, particularly regarding qardh contracts and the prohibition of riba, remains relatively low. Nevertheless, these practices still reflect the positive value of mutual assistance, or ta’awun, among community members. This study concludes that lending and borrowing practices in Lambu Village are not yet fully aligned with sharia principles due to the presence of additional payments and unclear contracts. Therefore, continuous education from religious leaders, the village government, and Islamic financial institutions is needed so that the community can conduct lending and borrowing transactions in a fair, transparent manner and free from elements of riba.
Penguatan Minat Belajar dan Religiusitas Anak Melalui Program Baca Tulis Al-Qur'an Muh. Yunan Putra; Kaharuddin Kaharuddin; Hermansyah Hermansyah; Mustiawan Mustiawan; Rahmawati Rahmawati
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1275

Abstract

Program Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) merupakan salah satu bentuk pendidikan keagamaan nonformal yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an, tetapi juga dapat menjadi sarana penguatan minat belajar dan religiusitas anak. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat minat belajar sekaligus religiusitas anak melalui pembelajaran BTQ yang partisipatif, kontekstual, dan berkelanjutan. Pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek kegiatan meliputi anak TK, SD, orang tua, tokoh agama, dan masyarakat yang terlibat. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan memperhatikan triangulasi sumber. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme, kehadiran, dan keterlibatan aktif anak dalam pembelajaran BTQ. Anak juga menunjukkan inisiatif untuk mengulang bacaan di rumah serta perkembangan dalam kemampuan membaca dan menulis huruf Al-Qur’an. Dari aspek religiusitas, terlihat peningkatan kedisiplinan beribadah, kebiasaan mengucapkan salam dan doa, serta partisipasi dalam kegiatan keagamaan. Program juga memperoleh dukungan dari pemerintah Desa, keluarga, tokoh agama, dan masyarakat sehingga berpotensi mendukung keberlanjutan pendidikan keagamaan berbasis komunitas. Dengan demikian, program BTQ dapat menjadi strategi integratif dalam memperkuat minat belajar, literasi Al-Qur’an, dan religiusitas anak di lingkungan masyarakat.