Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Utilization of the National Health Insurance Healthy Indonesia Card (JKN KIS) in Negeri Liang, Central Maluku Regency Hans Sammy Marthin Salakory; Hafis Makayaino; Mohammad Dahlan Sely; Febby Sonya Matuulessy; Luthfy Latucinsina
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 7, No 3 (2025): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v7i3.26125

Abstract

The National Health Insurance Healthy Indonesia Card (JKN KIS) is Indonesia?s primary system for achieving Universal Health Coverage. Although many people nationwide are enrolled, use remains limited in rural areas such as Negeri Liang in Central Maluku. This study explores factors affecting JKN KIS utilization by assessing residents? knowledge, access to information, attitudes, and social influences within rural communities. A cross-sectional survey of 189 residents from Liang Village used a structured questionnaire focusing on four latent constructs. Data analysis employed Partial Least Squares?Structural Equation Modeling (PLS-SEM) in SmartPLS, with 5,000 bootstrapped resamples (two-tailed) to evaluate reliability, validity, and predictive relevance through loadings, AVE, CR, HTMT, R?, f?, and 95% confidence intervals. Results show that knowledge (β = 0.308, 95% CI: 0.182?0.442; f?= 0.147), access to information (β= 0.251, 95% CI: 0.118?0.389; f?= 0.104), and attitude (β= 0.357, 95% CI: 0.217?0.497; f?= 0.187) significantly and positively influence JKN KIS use, with attitude being the most impactful factor. Social influences, however, were not significant (β= 0.051, p= 0.388; f?= 0.004), indicating a limited direct effect. The structural model exhibits moderate explanatory power (R?= 0.482). In conclusion, participation in JKN KIS in rural areas is mainly driven by internal cognitive and emotional factors, rather than social influences. To boost engagement, strategies should focus on enhancing public knowledge, improving access to trustworthy information, and fostering positive attitudes. Policy recommendation: primary healthcare centers should prioritize attitude-oriented education and counseling, emphasizing financial protection and service benefits, with the aim of at least a 15% increase in valid JKN KIS claims within one year.?Keywords: Health Insurance Utilization, Knowledge, Information Access, Attitude, Social Factors?
Edukasi Pencegahan Paparan Pestisida pada Petani Melalui penyuluhan di Desa Waimital Ilyas Ibrahim; Idham Soamole; Hafis Makayaino
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.499

Abstract

Petani di Desa Waimital, sebagian besar bergantung pada penggunaan pestisida untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Namun, kurangnya pengetahuan tentang praktik penggunaan pestisida yang aman dan rendahnya kesadaran akan pentingnya penggunaan alat pelindung diri meningkatkan risiko paparan pestisida yang dapat menyebabkan masalah kesehatan akut maupun kronis,sehingga diperlukan intervensi berupa edukasi untuk meningkatkan pengetahuan petani. Tujuan: Untuk menganalisis efektivitas metode penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik petani.Metode: kegiatan PKM ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretestposttestdesign . Sampel terdiri dari 30 petani yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling . Datapengetahuan, sikap dan praktik dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan. Intervensi yang diberikan berupa ceramah, diskusi dan demonstrasi cara penggunaan APD dan aplikasi pestisida yang tepat. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon untuk membandingkan skor pengetahuan, sikap dan praktik sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil: intervensi PKM menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan, sikap dan praktik petani setelah mengikuti penyuluhan. Rata-rata skor pengetahuan sebelum intervensi (pretest) adalah 56,27 (kategori kurang), dan meningkat menjadi 81,17 (kategori baik) dan sikap sebelumnya 54,40 (kategori negatif) meningkat menjadi 76,37 (kategori positif) setelah intervensi (posttest) serta praktik 54,50 kategori kurang, meningkat 80.13 kategori baik dengan p-value 0,000 menunjukan sangat signifikan. Kesimpulan: Metode penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, praktik petani di Desa Waimital mengenai pencegahan paparan pestisida. Disarankan kepada pihak terkait seperti dinas pertanian dan puskesmas setempat untuk secara rutin mengadakan program edukasi serupa guna menjaga keberlanjutan peningkatan kesadaran petani
Faktor Kekambuhan Pasien Gangguan Jiwa di Rumah Sakit Khusus Daerah Provinsi Maluku Wili Yandri Elakemaina; Mirdat Hitiyaut; Hasna Tunny; Ernawati Hatuwe; Hafis Makayaino
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 4, No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/jkmh3202

Abstract

Kesehatan jiwa adalah elemen penting dari kesehatan secara keseluruhan, bukan cuma tidak menderita penyakit jiwa, tetapi juga memenuhi kebutuhan akan kebahagiaan, kesehatan dan kemampuan menghadapi tantangan hidup. Gangguan jiwa merupakan gangguan mental berupa gangguan dalam berpikir, emosi dan berupa tindakan. Penelitian untuk mengetahui faktor-faktor kekambuhan pasien gangguan jiwa di RSKD Provinsi Maluku. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan desain penelitian Deskriptif Analitik memakai pendekatan Cross Sectional. Teknik sampling yang digunakan oleh penulis adalah teknik Probability Sampling dengan menggunakan metode Simple Random Sampling. Analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik Chi-Square diperoleh hasil p-value sebesar 0,049 dengan taraf signifikan <0,05. Nilai p (0,049) lebih kecil dari nilai α (0,05) sehingga Ha diterima dan H0 ditolak, terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga terhadap kekambuhan pasien gangguan jiwa. Berdasarkan uji statistik Chi-Square diperoleh hasil p-value sebesar 0,292 dengan taraf signifikan <0,05. Nilai p (0,292) lebih kecil dari nilai α (0,05) sehingga Ha diterima dan H0 ditolak, terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan klien minum obat terhadap kekambuhan pasien gangguan jiwa. Berdasarkan uji statistik Chi-Square diperoleh hasil p-value sebesar 0,292 dengan taraf signifikan <0,05. Nilai p (0,292) lebih kecil dari nilai α (0,05) sehingga Ha diterima dan H0 ditolak, terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan lingkungan sekitar terhadap kekambuhan pasien gangguan jiwa.