Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Produktivitas dan Pola Musim Penangkapan Lemuru (Sardinella lemuru) dengan Alat Tangkap Purse Seine yang didaratkan Di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi Kabupaten Trenggalek Wirastika Adhihapsari; Wahida Kartika Sari; Meliani Sandia Pramesti; Lisa Nur Hidayah
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 15 No 2 (2024): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v15i2.5738

Abstract

Lemuru (Sardinella lemuru) merupakan salah satu komoditas perikanan pelagis kecil yang tersebar hampir diseluruh wilayah Indonesia. Permintaan yang tinggi memiliki potensi terhadap penurunan hasil tangkapan sehingga upaya pengelolaan sumberdaya lemuru sangat dibutuhkan untuk menjamin keberlanjutan pemanfaatannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fluktuasi produksi lemuru, menentukan tren fluktuasi catch per unit effort (CPUE), dan pola musim penangkapan lemuru dengan alat tangkap purse seine di PPN Prigi. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Agustus 2023, bertempat di PPN Prigi dengan metode deskriptif yang berfokus di PPN Prigi. Data yang digunakan meliputi data produksi bulanan lemuru (kg) dan upaya penangkapan lemuru (trip) dengan alat tangkap purse seine di 10 tahun terakhir (2012-2022). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi lemuru berfluktuasi dengan kecenderungan meningkat setiap tahunnya. Peningkatan produksi Lemuru terjadi mulai tahun 2019 dan tertinggi pada tahun 2020 dan kembali mengalami penurunan pada tahun 2021 dan 2022. Hasil perhitungan nilai CPUE dalam kurun waktu 10 tahun berfluktuatif namun cenderung mengalami peningkatan. Nilai CPUE terendah terdapat pada tahun 2017 sebesar 0.89 kg/trip dan nilai CPUE tertinggi terdapat pada tahun 2021 sebesar 541.97 kg/trip. Nilai Indeks Musim Penangkapan dapat memberikan informasi terkait waktu yang tepat dalam menentukan rencana kegiatan penangkapan oleh nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puncak musim penangkapan lemuru di PPN Prigi terjadi pada bulan Oktober-Januari.
Pengelolaan Berkelanjutan Sumber Daya Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Di Perairan Selatan Prigi, Trenggalek, Jawa Timur Indonesia Gatut Bintoro; Fetriyani Fetriyani; Wildan Al Farizi; Kristina Marsela; Wirastika Adihapsari; Lisa Nur Hidayah; Supriatna Supriatna; Andik Isdianto; Arief Setyanto; Agus Tumulyadi; Vian Dedi Pratama; Dewa Gede Raka Wiadnya; Tri Djoko Lelono; Aisyiyah Nurmarina Bestari
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 16 No 2 (2025): Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v16i2.8132

Abstract

Prigi waters belongs to the Republic of Indonesia's fisheries management area (FMA 573), which includes the South Indian Ocean of the island of Java to Nusa Tenggara. The species of large pelagic fish occurring in Indonesian waters include tuna comprising: madidihang (Thnunnus albacares), bigeye tuna (Thunnus obesus), albacore (Thunnus alalunga), bluefin tuna (Thunnus maccoyii), long tailed tuna (Thunnus mackerel). The small species of tuna include Skipjack tuna (K. Pelamis), Euthynnus affinis and Auxis thazard caught by purse seine, gillnet, troll line and payang fishing gear. Research purposes were to estimate value of maximum sustainable yield (MSY), total allowable catch (TAC), maximum economic yield (MEY), and open access (OA), to suspect rate and status utilization of Skipjack tuna (K. pelamis). Data analysis in this research was convertion of fishing gear, surplus production model by Schaefer, Fox, and Gordon-Schaefer model. The results of the conversion analysis of fishing gears are determined using a standard fishing gear, which is troll line as fishing gear standard. Result showed that sustainable potential obtained catch and effort of Skipjack tuna (K. pelamis) in MSY condition around 810 ton/year and 2,020 trip/year, and in TAC condition 648 ton/year and 1,616 trip per year, while in bioeconmic analysis in MEY condition was 680 ton/year and 1211 trip/year so that a profit Rp. 4,136,008,186, and in OA condition around 778 ton/year and 2,423 trip/year where the profit obtained Rp. 0. Utilization rate of Skipjack tuna (K. pelamis) was 106% so that the status of the stocks categories was Over Exploited