Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengelolaan Berkelanjutan Sumber Daya Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Di Perairan Selatan Prigi, Trenggalek, Jawa Timur Indonesia Gatut Bintoro; Fetriyani Fetriyani; Wildan Al Farizi; Kristina Marsela; Wirastika Adihapsari; Lisa Nur Hidayah; Supriatna Supriatna; Andik Isdianto; Arief Setyanto; Agus Tumulyadi; Vian Dedi Pratama; Dewa Gede Raka Wiadnya; Tri Djoko Lelono; Aisyiyah Nurmarina Bestari
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 16 No 2 (2025): Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v16i2.8132

Abstract

Prigi waters belongs to the Republic of Indonesia's fisheries management area (FMA 573), which includes the South Indian Ocean of the island of Java to Nusa Tenggara. The species of large pelagic fish occurring in Indonesian waters include tuna comprising: madidihang (Thnunnus albacares), bigeye tuna (Thunnus obesus), albacore (Thunnus alalunga), bluefin tuna (Thunnus maccoyii), long tailed tuna (Thunnus mackerel). The small species of tuna include Skipjack tuna (K. Pelamis), Euthynnus affinis and Auxis thazard caught by purse seine, gillnet, troll line and payang fishing gear. Research purposes were to estimate value of maximum sustainable yield (MSY), total allowable catch (TAC), maximum economic yield (MEY), and open access (OA), to suspect rate and status utilization of Skipjack tuna (K. pelamis). Data analysis in this research was convertion of fishing gear, surplus production model by Schaefer, Fox, and Gordon-Schaefer model. The results of the conversion analysis of fishing gears are determined using a standard fishing gear, which is troll line as fishing gear standard. Result showed that sustainable potential obtained catch and effort of Skipjack tuna (K. pelamis) in MSY condition around 810 ton/year and 2,020 trip/year, and in TAC condition 648 ton/year and 1,616 trip per year, while in bioeconmic analysis in MEY condition was 680 ton/year and 1211 trip/year so that a profit Rp. 4,136,008,186, and in OA condition around 778 ton/year and 2,423 trip/year where the profit obtained Rp. 0. Utilization rate of Skipjack tuna (K. pelamis) was 106% so that the status of the stocks categories was Over Exploited
Edukasi Pemanfaatan Limbah Pemindangan Menjadi Pupuk Organik Cair Dalam Upaya Revitalisasi Lingkungan Anies Chamidah; M. Zainul Arifin; Supriatna Supriatna; Desy Arisandi; Mirza Gulam Ahmad; Luthfiah Amini
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1416

Abstract

Limbah cair hasil pemindangan ikan di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan umumnya masih dibuang langsung ke lingkungan tanpa pengolahan, sehingga berpotensi mencemari perairan pesisir dan berdampak pada kesehatan masyarakat. Padahal, limbah cair pemindangan masih mengandung senyawa organik dan unsur hara yang berpotensi dimanfaatkan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra UMKM pemindangan adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan limbah agar lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi, transfer teknologi, dan pendampingan pemanfaatan limbah cair pemindangan ikan menjadi pupuk organik cair (POC) sebagai upaya revitalisasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan evaluasi dengan melibatkan pelaku UMKM, masyarakat sekitar, siswa SMK perikanan, dan mahasiswa. Teknologi yang diterapkan meliputi filtrasi bertingkat menggunakan koagulan kitosan serta fermentasi limbah cair pemindangan dengan penambahan limbah padat karagenan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa formulasi POC terbaik diperoleh pada perbandingan 1:5 (40 ml limbah pindang : 200 g limbah karagenan), dengan kandungan Cl 1,34%, K₂O 134,74 mg/L, N total 0,27%, Na 240,96 mg/L, dan P₂O₅ 700,46 mg/Kg. Hasil tersebut menunjukkan POC yang dihasilkan aman dan berpotensi mendukung pertumbuhan tanaman tanpa risiko salinitas. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi dan penerapan teknologi sederhana mampu menjadi solusi pengelolaan limbah pemindangan yang berkelanjutan serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir.