Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan CPPOB untuk Menjamin Keamanan dan Mutu Produk Frozen Food di UMKM Al-Baroqah Kota Kabanjahe Caca Pratiwi; Nila Reswari Haryana; Zulfa Nur Hanifa; Iza Ayu Saufani; Yatty Destani Sandy
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i4.977

Abstract

UMKM Al-Baroqah, yang memproduksi olahan pangan beku (frozen food) seperti otak-otak, tahu bakso, dan bakso ikan, menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas produk akibat belum sepenuhnya menerapkan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Kurangnya pengetahuan karyawan mengenai CPPOB menyebabkan ketidakpatuhan terhadap standar, seperti penggunaan alat pelindung diri yang tidak sesuai dan pengemasan produk yang belum vakum. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan kegiatan edukasi pada Juli 2024 yang melibatkan 12 orang, termasuk dari pemiliki, istri pemilik dan pekerja. Metode yang digunakan adalah penyuluhan yang disampaikan oleh narasumber yang kompeten di bidang teknologi pangan. Pemaparan materi dilakukan selama 30 menit menggunakan media PowerPoint, dan peserta dibekali dengan booklet yang dirancang untuk membantu pemahaman mereka. Hasil kegiatan ini terjadi peningkatan secara signifikan (p<0.05) terhadap skor pengetahuan dari pre-test dibandingkan post-test. Selain itu juga terjadi peningkatan jumlah individu yang memiliki tingkat pengetahuan baik dari 16.7% (2 orang) menjadi 75% (9 orang). Berdasarkan hasil ini, kegiatan edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman tentang CPPOB yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan keamanan untuk meningkatkan keamanan pangan produk olahan. Dengan meningkatnya pemahaman mengenai CPPOB, diharapkan UMKM Al-Baroqah dapat lebih berkomitmen dalam menjaga kualitas produk melalui penerapan CPPOB secara menyeluruh, seperti perbaikan dalam penggunaan alat pelindung diri, pengemasan produk yang lebih aman, serta standar kebersihan yang lebih baik. Dalam jangka panjang, UMKM Al-Baroqah dapat meningkatkan pendapatan melalui kualitas produk yang terus meningkat.
The Efforts to Handle Stunting Toddlers through Nutrition Education and Business Management Training at the Integrated Health Post (Posyandu) in Pon Village, Serdang Bedagai Regency Esi Emilia; Zulfa Nur Hanifa; Eva Faridah; La Hanu
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i1.1000

Abstract

Salah satu permasalahan gizi yang diakibatkan oleh kurangnya asupan makan dan menyebabkan gangguan pada tumbuh kembang anak adalah stunting. Angka stunting di Indonesia masih tinggi, berdasarkan Hasil Studi Status Gizi Indonesia (2022) di Kabupaten Serdang Bedagai angka stunting sebesar 21.1% dan salah satu upaya penanganan balita stunting melalui pemanfaatan pangan lokal menjadi makanan kaya gizi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mempunyai tujuan 1) untuk meningkatkan pengetahuan kader Posyandu dan ibu-ibu yang memiliki balita stunting mengenai stunting, pola asuh dan upaya pencegahan, 2) meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki balita stunting mengenai manajemen usaha pemanfaatan pangan lokal menjadi frozen food untuk memenuhi kebutuhan protein balita dan menambah pendapatan keluarga. Metode edukasi yang digunakan yaitu melalui penyuluhan dengan menggunakan media Powerpoint dan Booklet. Kegiatan dilakukan dengan tahapan pre-test, pemberian edukasi melalui penyuluhan tentang stunting beserta pecegahannya, dan terakhir adalah post-test. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Samples T-Test. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta sebesar 23.75 poin dengan nilai signifikasi sebesar 0.000 (<0.05), sehingga dapat disimpulkan bahwa edukasi yang dilakukan memberikan pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan kader Posyandu dan ibu-ibu balita terkait stunting dan manajemen usaha.Peningkatan pengetahuan ini diharapkan kader posyandu dan ibu balita secara aktif dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh, seperti dalam pemberian makanan bergizi seimbang dan pengelolaan usaha berbasis pangan lokal.