Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Kontekstualisasi Pendidikan Kritis Berbasis Pemikiran Ali Syari’ati di Indonesia Susanto, Nanang Hasan; Suyuti, Imam -
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol 3, No 1 (2018): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.408 KB) | DOI: 10.21580/jish.11.2824

Abstract

This paper aims to find out the contextualization of the critical ideology of Ali Syari'ati in the field of Islamic education. This paper uses a qualitative approach by gathering various literature on Ali Syari'ati's critical thinking, then analyzing it in the context of national education in Indonesia. The results of the study show that: first, education must be able to free humans from all forms of colonialism. second: the aim of critical education is to create an independent person and become a social prophet (rushan fekr) whose duty is to bring the people towards the desired ideals together, namely social welfare, free from acts of tyranny and misery of the people. third: making enlightened students that they are able to get out of four social prisons which include nature, history, society and human ego. In the context of Islamic education in Indonesia it can be realized by shaping students to be highly critical, independent and socially conscious individuals.Keywords: critical education; Ali Shari'ati; independent; social awareness; human ego; Islamic education; Indonesia; AbstrakTulisan ini bertujuan untuk mengetahui  kontekstualisasi ideologi kritis Ali Syari’ati dibidang pendidikan Islam. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan berbagai literatur mengenai pemikiran kritis Ali Syari’ati, kemudian dianalisis dalam konteks pendidikan Nasional di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, Pendidikan harus dapat membebaskan manusia dari semua bentuk penjajahan. kedua: tujuan pendidikan kritis adalah untuk mewujudkan pribadi yang merdeka dan menjadi nabi sosial (rushan fekr) yang bertugas untuk membawa umat menuju cita-cita yang diinginkan bersama, yaitu kesejahteraan sosial, terbebas dari tindak kezaliman dan kesengsaraan umat. ketiga: menjadikan siswa yang tercerahkan yaitu mereka mampu keluar dari empat penjara sosial yang meliputi  sifat dasar, sejarah, masyarakat, dan ego manusia. Dalam konteks pendidikan Islam di Indoenesia bisa diwujudkan dengan membentuk anak didik menjadi pribadi yang kritis, independen dan berkesadaran sosial yang tinggi.Kata Kunci:  pendidikan kritis; Ali Syari’ati; independen; kesadaran social; ego manusia; pendidikan Islam; Indonesia
Pengaruh Pretreatment Magnesium Sulfat Dan Atrakurium Terhadap Perubahan Tekanan Intraokuler Akibat Suksinilkolin Imam Suyuti; IGN Panji; Mohamad Sofyan Harahap
JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) Vol 1, No 2 (2009): Jurnal Anestesiologi Indonesia
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jai.v1i2.6294

Abstract

Latar belakang: Suksinilkolin satu-satunya pelumpuh otot dengan onset cepat dan durasi kerja sangat singkat, tetapi mempunyai efek samping diantaranya menaikkan tekanan intraokuler. Prekurarisasi dengan pelumpuh otot non depolarisasi menyebabkan peningkatan dosis suksini lkolin. Magnesium bekerja secara kompetitif pada neuromuscular junction menduduki prejunctional site.Tujuan: Membuktikan bahwa pretreatment magnesium sulfat sama baiknya dengan pretreatment atracurium untuk mencegah kenaikan tekanan intraokuler akibat pem berian suksinilkolin.Metode: Penelitian ini merupakan uji klinis tahap II, dirancang sebagai double blind randomized controlled trial. Sampel 54 pasien, dibagi dalam 2 kelompok; kelompok I : diberikan magnesium sulfat 40 mg/kg diencerkan sampai 20 ml, i.v dimasukkan dalam 10 menit, 13 menit sebelum induksi, dilanjutkan NaCl 3 ml3 menit sebelum induksi. Kelompok II (kontrol) : mendapatkan NaCl 20 ml dimasukkan dalam l0 menit, dilanjutkan atracurium 0.05 mg/kg diencerkan sampai 3 ml, 3 menit sebelum induksi. Tekanan intraokuler diukur sebelum perlakuan, 2 menit setelah pemberian suksinilkolin dan segera setelah intubasi.Hasil: Tidak terjadi peningkatan tekanan intraokuler 2 menit setelah pemberian suksinilkolin pada kelompok I maupun kelompok II, justru terjadi penurunan tekanan intaokuler pada kedua kelompok. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna, pada perubahan tekanan intraokuler setelah pemberian suksinilkolin pada kelompok I maupun II.Simpulan: Tidak terjadi kenaikan tekanan intraokuler setelah pemberian suksinilkolin pada pasien yang mendapat pretreatment magnesium sulfat, maupun yang mendapat pretreatment atracurium. Tidak terdapat perbedaan yang bermaknapada perubahan tekanan intraokuler setelah pernberian magnesium sulfat maupun atracurium.
Kontekstualisasi Pendidikan Kritis Berbasis Pemikiran Ali Syari’ati di Indonesia Nanang Hasan Susanto; Imam - Suyuti
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol 3, No 1 (2018): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.408 KB) | DOI: 10.21580/jish.11.2824

Abstract

This paper aims to find out the contextualization of the critical ideology of Ali Syari'ati in the field of Islamic education. This paper uses a qualitative approach by gathering various literature on Ali Syari'ati's critical thinking, then analyzing it in the context of national education in Indonesia. The results of the study show that: first, education must be able to free humans from all forms of colonialism. second: the aim of critical education is to create an independent person and become a social prophet (rushan fekr) whose duty is to bring the people towards the desired ideals together, namely social welfare, free from acts of tyranny and misery of the people. third: making enlightened students that they are able to get out of four social prisons which include nature, history, society and human ego. In the context of Islamic education in Indonesia it can be realized by shaping students to be highly critical, independent and socially conscious individuals.Keywords: critical education; Ali Shari'ati; independent; social awareness; human ego; Islamic education; Indonesia; AbstrakTulisan ini bertujuan untuk mengetahui  kontekstualisasi ideologi kritis Ali Syari’ati dibidang pendidikan Islam. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan berbagai literatur mengenai pemikiran kritis Ali Syari’ati, kemudian dianalisis dalam konteks pendidikan Nasional di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, Pendidikan harus dapat membebaskan manusia dari semua bentuk penjajahan. kedua: tujuan pendidikan kritis adalah untuk mewujudkan pribadi yang merdeka dan menjadi nabi sosial (rushan fekr) yang bertugas untuk membawa umat menuju cita-cita yang diinginkan bersama, yaitu kesejahteraan sosial, terbebas dari tindak kezaliman dan kesengsaraan umat. ketiga: menjadikan siswa yang tercerahkan yaitu mereka mampu keluar dari empat penjara sosial yang meliputi  sifat dasar, sejarah, masyarakat, dan ego manusia. Dalam konteks pendidikan Islam di Indoenesia bisa diwujudkan dengan membentuk anak didik menjadi pribadi yang kritis, independen dan berkesadaran sosial yang tinggi.Kata Kunci:  pendidikan kritis; Ali Syari’ati; independen; kesadaran social; ego manusia; pendidikan Islam; Indonesia
Harmoni Dalam Keragaman: Eksplorasi Interaksi dan Toleransi Lintas Agama di Sekolah Dasar di Malang dan Yogyakarta Wafa', Muhammad; Faidhoh, Umi; Khanifudin, Khanifudin; Hidayati, Fahmi; Salim, Ahmad; Suyuti, Imam
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2024.15(1).94-115

Abstract

Penelitian ini berjudul “Harmoni dalam Keragaman: Eksplorasi Interaksi dan Toleransi Lintas Agama di Sekolah Dasar di Malang dan Yogyakarta” dan bertujuan untuk memahami bagaimana interaksi lintas agama di lingkungan sekolah dasar mempengaruhi pembentukan sikap dan nilai-nilai toleransi. Studi ini mengeksplorasi praktik pendidikan di sekolah-sekolah di Malang dan Yogyakarta, mengidentifikasi bagaimana mereka menangani keragaman agama dan budaya serta dampaknya pada pengalaman belajar siswa. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa sekolah yang berhasil mempromosikan toleransi interfaith menerapkan strategi pendidikan inklusif, memperhatikan keragaman agama, dan mengintegrasikan praktik toleransi dalam kurikulum dan aktivitas sehari-hari. Observasi dan wawancara dengan guru dan siswa menunjukkan bahwa pendekatan inklusif ini membantu menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan menghargai keragaman, memperkuat hubungan antar siswa dari berbagai latar belakang agama, dan mempersiapkan mereka untuk hidup dalam masyarakat yang beragam. Studi ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan inklusif dan toleran terhadap keragaman agama sebagai elemen kunci dalam membangun generasi masa depan yang empatik dan menghargai keberagaman. Temuan ini memberikan wawasan praktis bagi pembuat kebijakan, guru, dan praktisi pendidikan dalam merancang dan menerapkan kurikulum serta metode pengajaran yang mendukung toleransi dan pemahaman lintas agama. Penelitian ini memberikan kontribusi penting kepada literatur tentang pendidikan multikultural dan komunikasi antarbudaya. Kata Kunci: Toleransi Interfaith, Pendidikan Inklusif, Keragaman Agama, Sekolah Dasar, Malang, Yogyakarta. 
Optimalisasi Ketahanan Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting dengan Rolade Ikan Kembung di Desa Pagejugan Kabupaten Brebes Malik, Rizky Afdansyakur; As'ari, As'ari As'ari; Auliyana, Nur; Nugraheni, Fika Irlandia; Seilawah, Ananda Putri; Savira, Aulya Putri; Putri, Indira Amalia; Alhikam, Muhammad Iqbal Aziz; Sustiani, Purilia Ratna; Astuti, Rika; Yasin, Ali; Natasya, Rizky Gita; Suyuti, Imam
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2024.3(2).148-154

Abstract

Stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Penyebab utama terjadinya stunting adalah kurangnya asupan nutrisi yang optimal pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Program optimalisasi potensi pangan lokal melalui demonstrasi pengolahan rolade ikan kembung di Desa Pagejugan, Kabupaten Brebes bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sumber daya local menjadi makanan bergizi. Menggunakan metode partisipasif, yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam program. Kegiatan ini berhasil memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga tentang pentingnya memanfaatkan bahan pangan lokal sebagai sumber protein berkualitas tinggi. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan status gizi masyarakat dan penurunan angka stunting di Desa Pagejugan, Kabupaten Brebes.
Transformation of State Religious School Competence: An Analysis of the 1975 Joint Ministerial Decree and Its Implications in Indonesia Ahmad Salim; Imam Suyuti; Muhammad Gafarurrozi; Laelatul Badriah; Nik Md. Saiful Azizi bin Nik Abdullah
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 21 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpai.v21i2.9481

Abstract

Purpose – This study analyses the transformation of state religious school (Madrasah Aliyah Negeri/MAN) competencies in Indonesia following the 1975 Joint Ministerial Decree. It explores the decree’s implications for integrating Islamic values into the national curriculum and its impacts on education quality. Design/methods/approach – A qualitative approach with a multi-site case study design was used. Data were collected through in-depth interviews with stakeholders, including principals, teachers, and alums from three public religious schools in Yogyakarta. Observations and document analyses complemented the interviews, ensuring a comprehensive understanding of the decree’s implementation. Findings – The findings reveal significant variations in implementing the decree across schools. Schools with robust resources and community support effectively integrated the national curriculum with Islamic values, enhancing religious and academic competencies. However, schools with limited resources faced challenges balancing modern academic demands with preserving Islamic identity. Research implications/limitations – The study underscores the importance of tailored policy implementation, considering local contexts and resource availability. A limitation is that it focuses on a specific geographic region, which may not fully capture national variations. Originality/value – This research provides original insights into the interplay between Islamic education and modern educational demands in Indonesia. It contributes to the discourse on integrating traditional religious education within contemporary frameworks to achieve sustainable development goals (SDGs).
Integrating Islamic Educational Programs for Street Children in Central Java: A Contextual Analysis Imam Suyuti; Wahyu Kholis Prihantoro; Aida Hayani; Rizal Fathurrohman; Muhammad Gafarurrozi; Ahmad Salim; Farida Musyrifah
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 4 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i4.5661

Abstract

Street children in Central Java, Indonesia, often experience severe socio-economic challenges such as poverty, family instability, and a lack of social support, which lead to vulnerability to exploitation and abuse. This study explores the impact of Islamic educational interventions on improving their well-being and integration. A qualitative case study approach was used, with data collected from January to June 2024 through semi-structured interviews, participant observations, focus group discussions, and document analysis across three locations in Semarang. The study included 30 participants, including both current and senior members of Majelis Mafia Sholawat, tutors, mentors, and group leaders. Findings indicate that Islamic education initiatives enhance reasoning, moral development, emotional well-being, and self-awareness among street children. These programs adopt a holistic approach, addressing emotional, spiritual, and practical needs, and foster a sense of community and belonging. The study highlights the effectiveness of culturally sensitive educational strategies in promoting socio-economic opportunities and social integration for street children. The inclusion of community-centered, religious-based education appears crucial in addressing the unique challenges faced by these children. The findings suggest that policymakers and educators should consider culturally relevant educational programs that integrate local languages, customs, mentorship, and life skills training. Such initiatives can promote sustained engagement, improve socio-economic prospects, and support the overall integration of street children into society.
Harmoni Dalam Keragaman: Eksplorasi Interaksi dan Toleransi Lintas Agama di Sekolah Dasar di Malang dan Yogyakarta Wafa', Muhammad; Faidhoh, Umi; Khanifudin, Khanifudin; Hidayati, Fahmi; Salim, Ahmad; Suyuti, Imam
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2024.15(1).94-115

Abstract

Penelitian ini berjudul “Harmoni dalam Keragaman: Eksplorasi Interaksi dan Toleransi Lintas Agama di Sekolah Dasar di Malang dan Yogyakarta” dan bertujuan untuk memahami bagaimana interaksi lintas agama di lingkungan sekolah dasar mempengaruhi pembentukan sikap dan nilai-nilai toleransi. Studi ini mengeksplorasi praktik pendidikan di sekolah-sekolah di Malang dan Yogyakarta, mengidentifikasi bagaimana mereka menangani keragaman agama dan budaya serta dampaknya pada pengalaman belajar siswa. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa sekolah yang berhasil mempromosikan toleransi interfaith menerapkan strategi pendidikan inklusif, memperhatikan keragaman agama, dan mengintegrasikan praktik toleransi dalam kurikulum dan aktivitas sehari-hari. Observasi dan wawancara dengan guru dan siswa menunjukkan bahwa pendekatan inklusif ini membantu menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan menghargai keragaman, memperkuat hubungan antar siswa dari berbagai latar belakang agama, dan mempersiapkan mereka untuk hidup dalam masyarakat yang beragam. Studi ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan inklusif dan toleran terhadap keragaman agama sebagai elemen kunci dalam membangun generasi masa depan yang empatik dan menghargai keberagaman. Temuan ini memberikan wawasan praktis bagi pembuat kebijakan, guru, dan praktisi pendidikan dalam merancang dan menerapkan kurikulum serta metode pengajaran yang mendukung toleransi dan pemahaman lintas agama. Penelitian ini memberikan kontribusi penting kepada literatur tentang pendidikan multikultural dan komunikasi antarbudaya. Kata Kunci: Toleransi Interfaith, Pendidikan Inklusif, Keragaman Agama, Sekolah Dasar, Malang, Yogyakarta. 
Optimalisasi Ketahanan Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting dengan Rolade Ikan Kembung di Desa Pagejugan Kabupaten Brebes Malik, Rizky Afdansyakur; As'ari, As'ari As'ari; Auliyana, Nur; Nugraheni, Fika Irlandia; Seilawah, Ananda Putri; Savira, Aulya Putri; Putri, Indira Amalia; Alhikam, Muhammad Iqbal Aziz; Sustiani, Purilia Ratna; Astuti, Rika; Yasin, Ali; Natasya, Rizky Gita; Suyuti, Imam
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2024.3(2).148-154

Abstract

Stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Penyebab utama terjadinya stunting adalah kurangnya asupan nutrisi yang optimal pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Program optimalisasi potensi pangan lokal melalui demonstrasi pengolahan rolade ikan kembung di Desa Pagejugan, Kabupaten Brebes bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sumber daya local menjadi makanan bergizi. Menggunakan metode partisipasif, yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam program. Kegiatan ini berhasil memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga tentang pentingnya memanfaatkan bahan pangan lokal sebagai sumber protein berkualitas tinggi. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan status gizi masyarakat dan penurunan angka stunting di Desa Pagejugan, Kabupaten Brebes.
Perilaku bullying pada siswa sekolah dasar di Yogyakarta dan dampaknya Apriani, An-Nisa; Putri, Mufida Awalia; Setiawan, Eko; Suyuti, Imam; Actaviana, Dira Ayu; Nafsi, Tazkiyatun
Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Vol 12 No 2 (2026): Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/trihayu.v12i2.21923

Abstract

This study examines the factors, causes, impacts, and forms of bullying behavior in elementary schools. The method used to obtain an in-depth description of the phenomenon of bullying from the perspective of educators is qualitative descriptive. Data were obtained through questionnaires administered to teachers in Yogyakarta, describing their experiences and observations of bullying cases in the classroom and school environment. The results of the study found that the most dominant type of bullying was verbal bullying, in the form of teasing, name-calling, and belittling the appearance of friends. Physical and social bullying were also found, although to a lesser extent, while cyberbullying was relatively rare in elementary schools. The factors that influenced the emergence of bullying included difficulty controlling emotions, personal experiences, peer influence, differences of opinion, and unsupportive parenting patterns. The impacts felt by victims include decreased self-confidence, anxiety, sadness, and decreased motivation to learn, which in turn affects academic achievement. Meanwhile, bullies tend to feel a false sense of superiority or dominance but have the potential to lose empathy and have difficulty forming social relationships. These findings confirm that bullying in elementary schools is a serious problem that requires the joint attention of teachers, schools, parents, and the community.