Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kontekstualisasi Pendidikan Kritis Berbasis Pemikiran Ali Syari’ati di Indonesia Susanto, Nanang Hasan; Suyuti, Imam -
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol 3, No 1 (2018): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.408 KB) | DOI: 10.21580/jish.11.2824

Abstract

This paper aims to find out the contextualization of the critical ideology of Ali Syari'ati in the field of Islamic education. This paper uses a qualitative approach by gathering various literature on Ali Syari'ati's critical thinking, then analyzing it in the context of national education in Indonesia. The results of the study show that: first, education must be able to free humans from all forms of colonialism. second: the aim of critical education is to create an independent person and become a social prophet (rushan fekr) whose duty is to bring the people towards the desired ideals together, namely social welfare, free from acts of tyranny and misery of the people. third: making enlightened students that they are able to get out of four social prisons which include nature, history, society and human ego. In the context of Islamic education in Indonesia it can be realized by shaping students to be highly critical, independent and socially conscious individuals.Keywords: critical education; Ali Shari'ati; independent; social awareness; human ego; Islamic education; Indonesia; AbstrakTulisan ini bertujuan untuk mengetahui  kontekstualisasi ideologi kritis Ali Syari’ati dibidang pendidikan Islam. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan berbagai literatur mengenai pemikiran kritis Ali Syari’ati, kemudian dianalisis dalam konteks pendidikan Nasional di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, Pendidikan harus dapat membebaskan manusia dari semua bentuk penjajahan. kedua: tujuan pendidikan kritis adalah untuk mewujudkan pribadi yang merdeka dan menjadi nabi sosial (rushan fekr) yang bertugas untuk membawa umat menuju cita-cita yang diinginkan bersama, yaitu kesejahteraan sosial, terbebas dari tindak kezaliman dan kesengsaraan umat. ketiga: menjadikan siswa yang tercerahkan yaitu mereka mampu keluar dari empat penjara sosial yang meliputi  sifat dasar, sejarah, masyarakat, dan ego manusia. Dalam konteks pendidikan Islam di Indoenesia bisa diwujudkan dengan membentuk anak didik menjadi pribadi yang kritis, independen dan berkesadaran sosial yang tinggi.Kata Kunci:  pendidikan kritis; Ali Syari’ati; independen; kesadaran social; ego manusia; pendidikan Islam; Indonesia
Pengaruh Pretreatment Magnesium Sulfat Dan Atrakurium Terhadap Perubahan Tekanan Intraokuler Akibat Suksinilkolin Imam Suyuti; IGN Panji; Mohamad Sofyan Harahap
JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) Vol 1, No 2 (2009): Jurnal Anestesiologi Indonesia
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jai.v1i2.6294

Abstract

Latar belakang: Suksinilkolin satu-satunya pelumpuh otot dengan onset cepat dan durasi kerja sangat singkat, tetapi mempunyai efek samping diantaranya menaikkan tekanan intraokuler. Prekurarisasi dengan pelumpuh otot non depolarisasi menyebabkan peningkatan dosis suksini lkolin. Magnesium bekerja secara kompetitif pada neuromuscular junction menduduki prejunctional site.Tujuan: Membuktikan bahwa pretreatment magnesium sulfat sama baiknya dengan pretreatment atracurium untuk mencegah kenaikan tekanan intraokuler akibat pem berian suksinilkolin.Metode: Penelitian ini merupakan uji klinis tahap II, dirancang sebagai double blind randomized controlled trial. Sampel 54 pasien, dibagi dalam 2 kelompok; kelompok I : diberikan magnesium sulfat 40 mg/kg diencerkan sampai 20 ml, i.v dimasukkan dalam 10 menit, 13 menit sebelum induksi, dilanjutkan NaCl 3 ml3 menit sebelum induksi. Kelompok II (kontrol) : mendapatkan NaCl 20 ml dimasukkan dalam l0 menit, dilanjutkan atracurium 0.05 mg/kg diencerkan sampai 3 ml, 3 menit sebelum induksi. Tekanan intraokuler diukur sebelum perlakuan, 2 menit setelah pemberian suksinilkolin dan segera setelah intubasi.Hasil: Tidak terjadi peningkatan tekanan intraokuler 2 menit setelah pemberian suksinilkolin pada kelompok I maupun kelompok II, justru terjadi penurunan tekanan intaokuler pada kedua kelompok. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna, pada perubahan tekanan intraokuler setelah pemberian suksinilkolin pada kelompok I maupun II.Simpulan: Tidak terjadi kenaikan tekanan intraokuler setelah pemberian suksinilkolin pada pasien yang mendapat pretreatment magnesium sulfat, maupun yang mendapat pretreatment atracurium. Tidak terdapat perbedaan yang bermaknapada perubahan tekanan intraokuler setelah pernberian magnesium sulfat maupun atracurium.
Kontekstualisasi Pendidikan Kritis Berbasis Pemikiran Ali Syari’ati di Indonesia Nanang Hasan Susanto; Imam - Suyuti
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol 3, No 1 (2018): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.408 KB) | DOI: 10.21580/jish.11.2824

Abstract

This paper aims to find out the contextualization of the critical ideology of Ali Syari'ati in the field of Islamic education. This paper uses a qualitative approach by gathering various literature on Ali Syari'ati's critical thinking, then analyzing it in the context of national education in Indonesia. The results of the study show that: first, education must be able to free humans from all forms of colonialism. second: the aim of critical education is to create an independent person and become a social prophet (rushan fekr) whose duty is to bring the people towards the desired ideals together, namely social welfare, free from acts of tyranny and misery of the people. third: making enlightened students that they are able to get out of four social prisons which include nature, history, society and human ego. In the context of Islamic education in Indonesia it can be realized by shaping students to be highly critical, independent and socially conscious individuals.Keywords: critical education; Ali Shari'ati; independent; social awareness; human ego; Islamic education; Indonesia; AbstrakTulisan ini bertujuan untuk mengetahui  kontekstualisasi ideologi kritis Ali Syari’ati dibidang pendidikan Islam. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan berbagai literatur mengenai pemikiran kritis Ali Syari’ati, kemudian dianalisis dalam konteks pendidikan Nasional di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, Pendidikan harus dapat membebaskan manusia dari semua bentuk penjajahan. kedua: tujuan pendidikan kritis adalah untuk mewujudkan pribadi yang merdeka dan menjadi nabi sosial (rushan fekr) yang bertugas untuk membawa umat menuju cita-cita yang diinginkan bersama, yaitu kesejahteraan sosial, terbebas dari tindak kezaliman dan kesengsaraan umat. ketiga: menjadikan siswa yang tercerahkan yaitu mereka mampu keluar dari empat penjara sosial yang meliputi  sifat dasar, sejarah, masyarakat, dan ego manusia. Dalam konteks pendidikan Islam di Indoenesia bisa diwujudkan dengan membentuk anak didik menjadi pribadi yang kritis, independen dan berkesadaran sosial yang tinggi.Kata Kunci:  pendidikan kritis; Ali Syari’ati; independen; kesadaran social; ego manusia; pendidikan Islam; Indonesia
Blockchain as an update to the islamic education ecosystem: analysis and adoption framework Suyuti, Imam; Prihantoro , Wahyu Kholis; Sumiati , Endang
At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah Vol. 13 No. 1 (2024): At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah
Publisher : Institut Studi Islam Muhammadiyah (ISIMU) Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research comprehensively explores the potential of blockchain technology to revolutionize the Islamic education ecosystem, expanding the scope from merely improving transparency and data security to systematic reformers that support core Islamic values. Through an in-depth analytical approach, this study maps out how blockchain can improve accuracy, reliability, and efficiency in Islamic education administration, certification, and financial management. By applying a framework specifically designed to fulfill Shariah principles, the study offers new insights into ethical and effective technological solutions, promising substantial improvements in the way Islamic education is managed and delivered. Through case analysis and scenario modeling, the research also highlights implementation challenges, including cultural resistance and regulatory barriers, while offering strategies to overcome such issues. Finally, by focusing on the synergy between technological innovation and Islamic values, this research proposes blockchain not only as a technical tool but also as a medium to strengthen the identity and integrity of Islamic education.
Harmoni Dalam Keragaman: Eksplorasi Interaksi dan Toleransi Lintas Agama di Sekolah Dasar di Malang dan Yogyakarta Wafa', Muhammad; Faidhoh, Umi; Khanifudin, Khanifudin; Hidayati, Fahmi; Salim, Ahmad; Suyuti, Imam
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2024.15(1).94-115

Abstract

Penelitian ini berjudul “Harmoni dalam Keragaman: Eksplorasi Interaksi dan Toleransi Lintas Agama di Sekolah Dasar di Malang dan Yogyakarta” dan bertujuan untuk memahami bagaimana interaksi lintas agama di lingkungan sekolah dasar mempengaruhi pembentukan sikap dan nilai-nilai toleransi. Studi ini mengeksplorasi praktik pendidikan di sekolah-sekolah di Malang dan Yogyakarta, mengidentifikasi bagaimana mereka menangani keragaman agama dan budaya serta dampaknya pada pengalaman belajar siswa. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa sekolah yang berhasil mempromosikan toleransi interfaith menerapkan strategi pendidikan inklusif, memperhatikan keragaman agama, dan mengintegrasikan praktik toleransi dalam kurikulum dan aktivitas sehari-hari. Observasi dan wawancara dengan guru dan siswa menunjukkan bahwa pendekatan inklusif ini membantu menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan menghargai keragaman, memperkuat hubungan antar siswa dari berbagai latar belakang agama, dan mempersiapkan mereka untuk hidup dalam masyarakat yang beragam. Studi ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan inklusif dan toleran terhadap keragaman agama sebagai elemen kunci dalam membangun generasi masa depan yang empatik dan menghargai keberagaman. Temuan ini memberikan wawasan praktis bagi pembuat kebijakan, guru, dan praktisi pendidikan dalam merancang dan menerapkan kurikulum serta metode pengajaran yang mendukung toleransi dan pemahaman lintas agama. Penelitian ini memberikan kontribusi penting kepada literatur tentang pendidikan multikultural dan komunikasi antarbudaya. Kata Kunci: Toleransi Interfaith, Pendidikan Inklusif, Keragaman Agama, Sekolah Dasar, Malang, Yogyakarta. 
Optimalisasi Ketahanan Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting dengan Rolade Ikan Kembung di Desa Pagejugan Kabupaten Brebes Malik, Rizky Afdansyakur; As'ari, As'ari As'ari; Auliyana, Nur; Nugraheni, Fika Irlandia; Seilawah, Ananda Putri; Savira, Aulya Putri; Putri, Indira Amalia; Alhikam, Muhammad Iqbal Aziz; Sustiani, Purilia Ratna; Astuti, Rika; Yasin, Ali; Natasya, Rizky Gita; Suyuti, Imam
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2024.3(2).148-154

Abstract

Stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Penyebab utama terjadinya stunting adalah kurangnya asupan nutrisi yang optimal pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Program optimalisasi potensi pangan lokal melalui demonstrasi pengolahan rolade ikan kembung di Desa Pagejugan, Kabupaten Brebes bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sumber daya local menjadi makanan bergizi. Menggunakan metode partisipasif, yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam program. Kegiatan ini berhasil memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga tentang pentingnya memanfaatkan bahan pangan lokal sebagai sumber protein berkualitas tinggi. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan status gizi masyarakat dan penurunan angka stunting di Desa Pagejugan, Kabupaten Brebes.
The dynamization of pesantren in islamic education: a visionary perspective of abdurrahman wahid Suyuti, Imam; Prihantoro , Wahyu Kholis; Sumiati , Endang
At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah Vol. 14 No. 1 (2025): At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah
Publisher : Institut Studi Islam Muhammadiyah (ISIMU) Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article presents a comprehensive exploration of the concept of pesantren dynamization in Islamic education from the visionary perspective of Abdurrahman Wahid, affectionately known as Gus Dur. It delves deeply into Wahid’s profound insights and visionary ideas regarding how pesantren, the traditional Islamic boarding schools, can adapt and thrive in the ever-evolving landscape of contemporary society. Wahid’s philosophy revolves around the notion that pesantren should not merely serve as centers of religious instruction but should transform into dynamic engines of positive societal change. Wahid underscores the imperative for pesantren to undergo a paradigm shift in their curriculum, teaching methodologies, and their societal engagement. . Ultimately, this article showcases how Abdurrahman Wahid’s forward-thinking perspective envisions pesantren as dynamic hubs of education and social betterment. His philosophy encourages these institutions to retain their cherished traditions while embracing contemporary values, with the ultimate goal of transforming them into ideal educational centers that not only enrich their students’ lives but also contribute to the broader advancement of society.
Transformation of State Religious School Competence: An Analysis of the 1975 Joint Ministerial Decree and Its Implications in Indonesia Ahmad Salim; Imam Suyuti; Muhammad Gafarurrozi; Laelatul Badriah; Nik Md. Saiful Azizi bin Nik Abdullah
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 21 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpai.v21i2.9481

Abstract

Purpose – This study analyses the transformation of state religious school (Madrasah Aliyah Negeri/MAN) competencies in Indonesia following the 1975 Joint Ministerial Decree. It explores the decree’s implications for integrating Islamic values into the national curriculum and its impacts on education quality. Design/methods/approach – A qualitative approach with a multi-site case study design was used. Data were collected through in-depth interviews with stakeholders, including principals, teachers, and alums from three public religious schools in Yogyakarta. Observations and document analyses complemented the interviews, ensuring a comprehensive understanding of the decree’s implementation. Findings – The findings reveal significant variations in implementing the decree across schools. Schools with robust resources and community support effectively integrated the national curriculum with Islamic values, enhancing religious and academic competencies. However, schools with limited resources faced challenges balancing modern academic demands with preserving Islamic identity. Research implications/limitations – The study underscores the importance of tailored policy implementation, considering local contexts and resource availability. A limitation is that it focuses on a specific geographic region, which may not fully capture national variations. Originality/value – This research provides original insights into the interplay between Islamic education and modern educational demands in Indonesia. It contributes to the discourse on integrating traditional religious education within contemporary frameworks to achieve sustainable development goals (SDGs).
Blockchain as an update to the islamic education ecosystem: analysis and adoption framework Suyuti, Imam; Prihantoro , Wahyu Kholis; Sumiati , Endang
At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah Vol. 13 No. 1 (2024): At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah
Publisher : Institut Studi Islam Muhammadiyah (ISIMU) Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research comprehensively explores the potential of blockchain technology to revolutionize the Islamic education ecosystem, expanding the scope from merely improving transparency and data security to systematic reformers that support core Islamic values. Through an in-depth analytical approach, this study maps out how blockchain can improve accuracy, reliability, and efficiency in Islamic education administration, certification, and financial management. By applying a framework specifically designed to fulfill Shariah principles, the study offers new insights into ethical and effective technological solutions, promising substantial improvements in the way Islamic education is managed and delivered. Through case analysis and scenario modeling, the research also highlights implementation challenges, including cultural resistance and regulatory barriers, while offering strategies to overcome such issues. Finally, by focusing on the synergy between technological innovation and Islamic values, this research proposes blockchain not only as a technical tool but also as a medium to strengthen the identity and integrity of Islamic education.
The dynamization of pesantren in islamic education: a visionary perspective of abdurrahman wahid Suyuti, Imam; Prihantoro , Wahyu Kholis; Sumiati , Endang
At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah Vol. 14 No. 1 (2025): At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah
Publisher : Institut Studi Islam Muhammadiyah (ISIMU) Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article presents a comprehensive exploration of the concept of pesantren dynamization in Islamic education from the visionary perspective of Abdurrahman Wahid, affectionately known as Gus Dur. It delves deeply into Wahid’s profound insights and visionary ideas regarding how pesantren, the traditional Islamic boarding schools, can adapt and thrive in the ever-evolving landscape of contemporary society. Wahid’s philosophy revolves around the notion that pesantren should not merely serve as centers of religious instruction but should transform into dynamic engines of positive societal change. Wahid underscores the imperative for pesantren to undergo a paradigm shift in their curriculum, teaching methodologies, and their societal engagement. . Ultimately, this article showcases how Abdurrahman Wahid’s forward-thinking perspective envisions pesantren as dynamic hubs of education and social betterment. His philosophy encourages these institutions to retain their cherished traditions while embracing contemporary values, with the ultimate goal of transforming them into ideal educational centers that not only enrich their students’ lives but also contribute to the broader advancement of society.