Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALYSIS OF THE MANAGEMENT OF SCHOOL OPERATIONAL ASSISTANCE FUNDS (BOS) Sarbini; Saca Suhendi; Zahra Nur Azizah; Dede Arif Rahman Nurhakim; Muhammad Alif Ramadhan
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i4.6637

Abstract

Education plays an important role in human resource development, and the quality of education is an indicator of a nation's success. Improving the quality of education in Indonesia, especially at the elementary and secondary levels, is supported by the School Operational Assistance Program (BOS). This study examines the management of BOS funds and their impact on the quality of educational facilities and infrastructure. The methods used are library research and content analysis, with a focus on transparency, accountability, and participation in fund management. The results show that effective management of BOS funds can improve the quality of facilities and infrastructure, but there are still obstacles such as late disbursement of funds and low financial literacy. Recommendations for improving management effectiveness include financial management training and digitalization of the reporting system. This study is expected to provide insight and strategic solutions to maximize the use of BOS funds for better education quality.
Program Pembiasaan Salat Zuhur Berjamaah dalam Menanamkan Nilai–Nilai Religius Peserta Didik Opik Taupik Kurahman; Zahra Nur Azizah; Dede Arif Rahman Nurhakim; Taupik Hamdani
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.8386

Abstract

Pelaksanaan program pembiasaan salat zuhur berjamaah di sekolah merupakan salah satu upaya strategis dalam menanamkan nilai-nilai religius pada peserta didik sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penanaman nilai-nilai religius, strategi pelaksanaannya, serta faktor pendukung dan penghambat dalam kegiatan pembiasaan salat zuhur berjamaah di SDN 237 Gempolsari. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program salat zuhur berjamaah yang dilaksanakan secara terencana dan melibatkan seluruh unsur sekolah mampu menumbuhkan nilai-nilai religius seperti kedisiplinan, tanggung jawab, keteladanan, dan kebersamaan. Strategi penanaman nilai dilakukan melalui keteladanan guru, pembiasaan yang berkelanjutan, ajakan, aturan sekolah, serta pemberian reward dan punishment. Faktor pendukung utama keberhasilan program ini adalah dukungan kepala sekolah, guru, dan fasilitas ibadah yang memadai, sedangkan faktor penghambatnya meliputi kurangnya motivasi sebagian peserta didik dan keterbatasan sarana wudhu. Secara keseluruhan, program pembiasaan salat zuhur berjamaah di SDN 237 Gempolsari terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai religius dan membentuk karakter peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, serta disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
METODE DISKUSI DALAM PEMBELAJARAN: ANALISIS KUALITAS HADITS Maslani Maslani; Kiki Miftahul Hakiki; Habibah Nur Azizah; Miftah Falah Udwi Syarfiah; Zahra Nur Azizah
Jurnal Bilqolam Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi PAI Sekolah Tinggi Agama Islam Serdang Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51672/jbpi.v6i1.722

Abstract

This article discusses the application of discussion methods in learning, especially in the context of Islamic education, and analyzes the quality and quantity of related hadiths. Discussion methods as a learning strategy are considered effective in encouraging active student participation, fostering a tradition of critical thinking, and creating a dynamic learning atmosphere. The study of hadith in this article is carried out through the takhrij approach and sanad analysis, with an emphasis on the quality of the narrators and the continuity of their sanads. One of the hadiths analyzed is the history of Imam Muslim No. 9, which discusses faith, Islam, and destiny. The results of the study show that the sanad of the hadith is muttashil and all of its narrators have a tsiqah reputation, so that the hadith can be categorized as a sahih hadith. Thus, the discussion method is not only relevant in modern learning, but also has a strong basis in the classical Islamic treasury.
Klasifikasi Hadits Tarbawi Tentang Pendidikan Emosi (Kecerdasan Emosional) Maslani Maslani; Fahren Sepujan Nasution; Moch Ardia Putra; Zahra Nur Azizah
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan klasifikasi dan analisis terhadap hadits-hadits tarbawi (pendidikan) yang berfokus pada pendidikan emosi, atau kecerdasan emosional (Emotional Quotient - EQ). Penelitian kualitatif studi literatur ini berupaya mengidentifikasi landasan normatif Islam dalam membentuk kecerdasan emosional peserta didik serta metode-metode praktis yang relevan. Kecerdasan emosional didefinisikan sebagai kemampuan mengenali, memotivasi, dan mengelola perasaan diri sendiri dan orang lain. Dalam kerangka Islam, EQ yang paripurna diidentikkan dengan perilaku sabar dan pengendalian diri yang didasari tawakal. Lima indikator EQ modern (kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial) dihubungkan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Hasil analisis syarah hadits menunjukkan bahwa kekuatan sejati (al-syadid) terletak pada pengendalian amarah (self-regulation) dengan solusi praktis berbasis sunnah (seperti duduk atau berwudu); larangan hasad (dengki) esensial untuk memelihara keterampilan sosial dan ukhuwah; keharusan mengelola rasa takut menjadi khashya kepada Allah (self-awareness); serta menyikapi kesedihan/kekecewaan dengan sabar dan tawakal sebagai sumber motivasi spiritual. Metode pendidikan emosi yang efektif dalam Islam meliputi pembiasaan ibadah rutin, pengajaran Al-Qur'an dan zikir (tazakkur/tafakkur), sosialisasi, kisah teladan, dan penggunaan nasyid. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Islam menyediakan kerangka kerja holistik untuk menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan emosional, menjadikannya relevan dan mendesak untuk mengatasi krisis moral, seperti kasus perundungan (bullying) di institusi pendidikan.